    {"id":1182,"date":"2017-04-20T22:13:05","date_gmt":"2017-04-20T15:13:05","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=1182"},"modified":"2017-04-24T18:11:13","modified_gmt":"2017-04-24T11:11:13","slug":"asal-mula-mochi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2017\/04\/20\/asal-mula-mochi\/","title":{"rendered":"Asal Mula Mochi"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2017\/04\/Untitled-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1183\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2017\/04\/Untitled-1-640x285.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"285\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Nippon Club<\/strong> \u2013 <em>Mochi<\/em> merupakan salah satu makanan kecil asal Jepang yang\u00a0 populer di semua negara. Makanan khas Jepang ini mempunyai rasa yang unik, lembut dan lama kelamaan akan menjadi lengket.<\/p>\n<p><em>Mochi<\/em> terbuat dari beras ketan yang nantinya akan ditumbuk hingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk jadi bulat. <em>Mochi<\/em> \u00a0biasanya dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional <strong><em>Mochitsuki<\/em> \u00a0<\/strong>atau bisa disebut dengan perayaan tahu baru Jepang. Kue ini juga dijual dan dapat diperoleh dari toko-toko kue sepanjang tahun, jadi kue ini tidak hanya tersedia pada saat perayaan tahun baru Jepang.<\/p>\n<p>Sebelumnya, kue <em>Mochi<\/em> ini juga mempunyai sejarah mengenai namanya dan alasan menjadi tradisi di Jepang tiap tahun baru. Nama \u2018<em>Mochi<\/em>\u2019 ini berasal dari berbagai kata, salah satunya adalah kata kerja \u2018<em>Motsu<\/em>\u2019 yang berarti \u2018untuk menahan atau memiliki\u2019, yang bermaksud bahwa <em>Mochi<\/em> berupa pemberian dari para dewa. Ada juga \u2018<em>Mochizuki<\/em>\u2019 yang berarti \u2018bulan purnama\u2019 dan \u2018<em>Muchimi<\/em>\u2019 yang berarti \u2018lengket\u2019.<\/p>\n<p>Sejarah mengenai tradisi <em>Mochi<\/em>\u00a0 ini berawal dari pada zaman dahulu, <em>Mochi<\/em> sering dimakan oleh para petani Jepang pada saat musim dingin untuk meningkatkan stamina mereka. Selain para petani, <em>Mochi<\/em> juga sering dimakan oleh para samurai. \u00a0Kue ini memberikan semangat kepada samurai karena sangat mudah disiapkan dan mudah dibawa kemana-mana. Suara tumbukan pada saat pembuatan <em>Mochi<\/em> juga dikatakan para samurai hendak maju ke medan perang.<\/p>\n<p>Namun karena para samurai dan hal-hal lainnya dari zaman dahulu yang sekarang sudah tidak ada, maka diambil waktu yang tepat untuk memakan <em>Mochi<\/em>. Dan sejak itu ditentukanlah pada tanggal 1 Januari.<\/p>\n<p>Begitulah sejarah <em>Mochi, <\/em>kue khas Jepang ini. Bagaimana teman-teman? Apakah kalian lebih tertarik untuk makan <em>Mochi<\/em> sekarang?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Source :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mochi\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mochi<\/a><br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.jepang.net\/2012\/12\/tradisi-orang-jepang-memakan-kue-mochi.html\">http:\/\/www.jepang.net\/2012\/12\/tradisi-orang-jepang-memakan-kue-mochi.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nippon Club \u2013 Mochi merupakan salah satu makanan kecil asal Jepang yang\u00a0 populer di semua negara. Makanan khas Jepang ini mempunyai rasa yang unik, lembut dan lama kelamaan akan menjadi lengket. Mochi terbuat dari beras ketan yang nantinya akan ditumbuk hingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk jadi bulat. Mochi \u00a0biasanya dibuat dan dimakan pada saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":111,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,99],"tags":[111,52],"class_list":["post-1182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","category-cuisine","tag-mochi","tag-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/111"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1184,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182\/revisions\/1184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}