[LIPUTAN] Karya Jadi Kekayaan: Kiat Kelola IP ala Faza Meonk
Konnichiwa minna! Selamat datang kembali di Nippon Club! Kali ini ada hal menarik nih, penasaran ga? Jadi, Nippon Club baru saja mengadakan event webinar bersama Faza Meonk tahu!
Siapa sih yang tidak kenal dengan Faza Meonk? Faza Ibnu Ubaidillah Salman atau yang biasa dikenal dengan Faza Meonk adalah seorang komikus asal Indonesia yang merupakan alumni Universitas Bina Nusantara. Ia adalah seorang komikus yang membuat Si Juki, komik yang populer dan sukses hingga ditampilkan di layar besar. Sebagai perintis bisnis yang sukses di dunia kreatif kak Faza adalah orang yang terbaik untuk menjadi pembicara untuk webinar satu ini nih.
Webinar ini mengangkat tema “Karya Jadi Kekayaan: Kiat Kelola IP ala Faza Meonk.” Sebelumnya apakah kalian kenal dengan kata IP? Dalam dunia bisnis, IP atau Intellectual Property adalah aset tak berwujud yang berasal dari hasil cipta, karya, atau ide manusia yang memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk mengontrol dan mendapatkan keuntungan dari penggunaannya. Contohnya bisa berupa paten, merek dagang, dan hak cipta. Nah, bagi kalian yang tertarik untuk membangun IP, artikel ini cocok banget buat dibaca. Yuk, ikuti keseruan perjalanan webinar ini dan dapatkan ilmu-ilmu berharga dari kreator Si Juki ini sendiri!
Webinar dibuka dengan kisah perjalanan kak Faza yang sejak kecil bercita-cita menjadi komikus, yang mana mimpi ini didukung oleh kedua orang tuanya. Saat berkuliah, dia pun membuat komik Si Juki, yang pada waktu itu diunggah ke Facebook dengan kualitas gambar sederhana. Namun ternyata karyanya cukup viral dan disukai oleh banyak orang, hingga mendorongnya untuk merilis komik pertamanya yaitu “Ngampus!!! Buka-Bukaan Aib Mahasiswa”. Kak Faza memandang karya Si Juki sebagai sebuah IP yang perlu dikembangkan secara serius, sehingga ia membentuk Tim Sukses Juki melalui sistem volunteer karena keterbatasan modal. Seiring waktu, Si Juki pun berkembang ke berbagai media seperti komik, film animasi, serial TV, merchandise, hingga akhirnya berhasil mendapatkan dukungan dan meraih kesuksesan di dunia kreatif.
Nah, sebelumnya kita sudah mengenal tentang IP nih. Sekarang pertanyaannya, apakah ide yang langsung ditulis bisa menjadi sebuah IP? Kak Faza menjelaskan bahwa ide yang baru dibuat belum bisa disebut sebagai IP karena belum memiliki value. Untuk mengetahui nilai sebuah karya, kreator harus mencoba menjualnya untuk melihat apakah ada orang yang tertarik. Jika ada, tandanya ide itu memiliki commercial value. IP memang dimulai dari ide, tetapi agar bisa berkelanjutan juga diperlukan model strategi bisnis. Jika brand semakin berkembang, maka langkah selanjutnya adalah melakukan kolaborasi, memperluas target pasar, serta membuka peluang lisensi dan partnership agar IP dapat bertahan dalam jangka panjang.
Sesi Webinar bersama kak Faza Meonk
Setelah sesi materi bersama Kak Faza, ada juga sesi QnA bersama peserta webinar ini. Cukup banyak peserta yang bertanya terkait materi yang disampaikan. Kak Faza pun memberikan jawaban yang mudah dipahami terhadap pertanyaan yang ditanyakan. Setelah selesai, webinar ini pun akhirnya ditutup.
Nah, bagi teman-teman yang berhasil membaca hingga sejauh ini, bagaimana pendapat kalian tentang wawasan dan pengalaman kak Faza? Semoga dari webinar ini bisa memberikan motivasi ya bagi kalian yang ingin membangun IP sendiri. Jangan lupa untuk mengikuti keseruan acara lainnya bersama Nippon Club yaa! Sekian dan terima kasih.
Penulis: Daisyeath
Editor: Katapril


