    {"id":5062,"date":"2024-10-13T21:19:41","date_gmt":"2024-10-13T14:19:41","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/?p=5062"},"modified":"2024-10-13T21:43:31","modified_gmt":"2024-10-13T14:43:31","slug":"peran-ibnu-sina-dalam-dunia-kedokteran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/2024\/10\/13\/peran-ibnu-sina-dalam-dunia-kedokteran\/","title":{"rendered":"Peran Ibnu Sina Dalam Dunia Kedokteran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-content\/uploads\/sites\/27\/2024\/10\/ibnu-sina.jpg\"><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5063\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-content\/uploads\/sites\/27\/2024\/10\/ibnu-sina.jpg\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"270\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20210413140056-199-629292\/ibnu-sina-filsuf-muslim-jago-sains-hingga-guru-para-dokter\">Gambar 1. Ilustrasi Ibnu Sina<\/a><\/p>\n<p>Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina atau dikenal dengan sebutan Ibnu Sina juga dikenal sebagai Avicenna di dunia barat. Beliau merupakan salah satu ilmuwan muslim yang terkenal di bidang kedokteran\/kesehatan dan filsafatnya. Dunia kedokteran mengenalnya karena metode yang dibawakan beliau berpengaruh besar terhadap penelitian yang dibawa saat ini.<\/p>\n<div style=\"font-size: 24px;line-height: 2.0\"><strong>Metode Pengobatan<\/strong><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 10px\">Ibnu Sina, yang dikenal sebagai bapak kedokteran membawa suatu metode pengobatan yang digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit yang diderita oleh manusia. Metode pengobatan tersebut berpengaruh ke dalam suatu metode pengobatan modern yang digunakan oleh kedokteran saat ini, diantaranya :<\/div>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li><strong>Pengobatan Lewat Jarum Suntik <\/strong><br \/>\nIbnu Sina menemukan metode pengobatan dengan penyuntikan obat lewat bawah kulit.<\/li>\n<li><strong>Pengobatan Pernapasan<\/strong><br \/>\nIbnu Sina menciptakan sebuah alat yang membantu pernapasan, yaitu pipa udara yang terbuat dari emas dan perak dan digunakan ke dalam esofagus dan dimasukan kedalam mulut.<\/li>\n<li><strong>Merawat luka di kepala<\/strong><br \/>\nIbnu Sina mengetahui sebuah tulang tempurung kepala tidak bisa kembali lagi seperti semula atau melekat kembali seperti tulang lainnya pada badan dan hanya terikat pada selaput yang kuat.<\/li>\n<li><strong>Pengobatan penyakit internal<\/strong><br \/>\nIbnu Sina tahu cara membedakan antara sakit perut dengan sakit ginjal. Tidak hanya itu, beliau juga mengetahui diagnosis penyakit jangka panjang dan membedakannya.<\/li>\n<li><strong>Identifikasi terhadap penyakit parasit<\/strong><br \/>\nIbnu Sina merupakan ilmuwan pertama yang menemukan cacing parasit yang dinamakan cacing Ancylostoma, yang juga dikenal sebagai cacing lingkar, bahkan dia juga menemukan gejala penyakit cacing filaria.<\/li>\n<li><strong>Manfaat etanol terhadap mikroorganisme<\/strong><br \/>\nIbnu Sina merupakan orang pertama yang menemukan manfaat Etanol sesuai kebutuhan pasien dan racikan obat.<\/li>\n<li><strong>Pengobatan penyakit Neurologis\/Saraf<\/strong><br \/>\nIbnu Sina mengetahui penyakit anggota tubuh\/otak yang berhubungan dengan penyakit saraf.<\/li>\n<li><strong>Pengobatan penyakit kejiwaan. <\/strong><br \/>\nIbnu Sina memiliki suatu metode pengobatan yang sukses untuk mengobati kesehatan dan kejiwaan mental yang dihadapi sekarang.<\/li>\n<li><strong>Pengobatan untuk kesehatan Mata. <\/strong><br \/>\nIbnu Sina menemukan sebuah metode yang dimana bisa menjaga kesehatan mata.<\/li>\n<li><strong>Pengecekan denyut nadi. <\/strong><br \/>\nIbnu Sina mempelopori suatu metode yang bisa menjadikan sebagai ukuran untuk mendiagnosa berbagai penyakit, yaitu lewat denyut nadi.<\/li>\n<li><strong>Farmasi dan obat-obatan. <\/strong><br \/>\nIbnu Sina menulis sebanyak 760 obat-obatan. Beliau menganjurkan agar obat-obat dikemas dalam bungkusan terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<div style=\"font-size: 24px;line-height: 2.0\"><strong>Karya-karya<\/strong><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 10px\">Karya Ibnu Sina pernah menjadi acuan secara historis dan juga berpengaruh dalam keilmuan farmasi dan kedokteran. Karya tersebut adalah buku yang berjudul \u201cAl-Qanun fil-Tibb\u201d, sebuah buku ensiklopedia yang berpengaruh dalam pengetahuan medis dari berbagai peradaban dan budaya sebelumnya.<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 10px\">Buku yang ditulis oleh Ibnu Sina dianggap menjadi sebuah pedoman terbaik yang pernah dipakai oleh para pengajar Barat untuk memperkenalkan sebuah prinsip dasar sains kepada mahasiswa, karena buku tersebut berisi sebuah tulisan romawi kuno yang diisikan sebuah teori dan praktik kedokteran pada masa itu.<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 10px\">Selain Buku \u201cAl-Qanun fil-Tibb\u201d, Berikut karya terbaik Ibnu Sina :<\/div>\n<div>\n<ul>\n<li>Kitab al-Syifa (Buku Penyembuhan);<\/li>\n<li>Mukhtasar al-Awshat (Ringkasan Tengah);<\/li>\n<li>Al Mabda wal-Ma\u2019ad (Masa Awal dan Masa Kembali);<\/li>\n<li>Kitab al-Ma\u2019ad (Buku Masa Kembali);<\/li>\n<li>Al-Arsyad al-Kulliyah (Observasi Umum);<\/li>\n<li>Mukhtasar al-Majisti (Ringkasan Almagest, Ptolomaeus);<\/li>\n<li>Mantiq al-Masyriqin (Logika Timur);<\/li>\n<li>Kitab al-Hidayah (Buku Hidayah);<\/li>\n<li>Kitab al-Qulanj (Buku tentang Kolik\/Sakit Perut);<\/li>\n<li>Al-Adawiyat al-Qalbiyah (Pengobatan Jantung);<\/li>\n<li>Kitab al-Najat (Buku Doa);<\/li>\n<li>Kitab al-Insyaf (Buku Penghakiman Diri).\n<div>\n<div>Dan masih banyak lagi\u2026<\/div>\n<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 10px\">Ibnu Sina merupakan contoh tokoh muslim yang membawa pengaruh besar bagi dunia barat dan Islam dalam memperkuat keilmuan tentang farmasi dan metode pengobatan bagi manusia, lalu apa saja yang harus patut dicontoh bagi muslim dan muslimah?<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 70px\">Dengan mengamalkan nilai-nilai baik dalam menyembuhkan seseorang dan juga selalu sabar dalam menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan dunia maupun akhirat, dengan begitu manusia tetap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/div>\n<div>\n<ul>\n<li>Choirotul Wardah, \u201cPEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI IBNU SINA TERHADAP ILMU KEDOKTERAN\u201d, <em>Sindoro<\/em>, vol. 1, no. 6, pp. 31\u201340, Nov. 2023.<\/li>\n<li>(2023, 8 September). <em>Mengenal Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern Dunia<\/em>, diakses pada 3 Oktober 2024 : <a href=\"https:\/\/uici.ac.id\/mengenal-ibnu-sina-bapak-kedokteran-modern-dunia\/\">https:\/\/uici.ac.id\/mengenal-ibnu-sina-bapak-kedokteran-modern-dunia\/<\/a><\/li>\n<li>(2023, 7 September). <em>Ibnu Sina, Pakar Kedokteran Muslim Dunia<\/em>, diakses pada 3 Oktober 2024 : <a href=\"https:\/\/fk.ulm.ac.id\/berita\/ibnu-sina-pakar-kedokteran-muslim-dunia\/\">https:\/\/fk.ulm.ac.id\/berita\/ibnu-sina-pakar-kedokteran-muslim-dunia\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/akcdn.detik.net.id\/visual\/2021\/04\/12\/ilustrasi-tokoh-islam-ibnu-sina_169.jpeg?w=650&amp;q=90\">https:\/\/akcdn.detik.net.id\/visual\/2021\/04\/12\/ilustrasi-tokoh-islam-ibnu-sina_169.jpeg?w=650&amp;q=90<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"margin-bottom: 2px\"><strong>Penulis<\/strong>:<\/div>\n<div style=\"line-height: 1.5;margin-bottom: 15px\">Muhammad Zaky Fauzan Maulana &#8211; Business Management B26<br \/>\nMusa Widodo &#8211; Business Information Technology B27<\/div>\n<div>Divisi Syiar MT Al-Khawarizmi Region Bekasi<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar 1. Ilustrasi Ibnu Sina Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina atau dikenal dengan sebutan Ibnu Sina juga dikenal sebagai Avicenna di dunia barat. Beliau merupakan salah satu ilmuwan muslim yang terkenal di bidang kedokteran\/kesehatan dan filsafatnya. Dunia kedokteran mengenalnya karena metode yang dibawakan beliau berpengaruh besar terhadap penelitian yang dibawa saat ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":5063,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-5062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5062"}],"version-history":[{"count":83,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5146,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5062\/revisions\/5146"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}