    {"id":3883,"date":"2021-12-26T20:48:53","date_gmt":"2021-12-26T13:48:53","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/?p=3883"},"modified":"2021-12-27T20:49:48","modified_gmt":"2021-12-27T13:49:48","slug":"rukun-wudhu-1-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/2021\/12\/26\/rukun-wudhu-1-6\/","title":{"rendered":"Rukun Wudhu (1\/6)"},"content":{"rendered":"<p>Bismillahirrohmanirrohiim<\/p>\n<blockquote><p>Assalamu&#8217;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh<\/p><\/blockquote>\n<p>Melengkapi artikel sebelumnya yang berjudul &#8220;Perbaiki Hidup Dengan Perbaiki Sholat!&#8221;, Pada topik ini kami akan membahas tentang pentingnya mengetahui rukun wudhu. Menurut kitab Safinatunnajah. Rukun wudhu terdapat 6.<\/p>\n<p>6 rukun yang terdapat pada wudhu tersebut yaitu:<\/p>\n<p>1. Niat<br \/>\nDisetiap ibadah, kita diharuskan memulai dengan niat, begitu pula wudhu, wudhu\u2019 juga harus dimulai dengan niat.<br \/>\nSebagaimana sabda Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu \u2018alaihi was sallam,<br \/>\n\u00ab \u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f \u0635\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u062b\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0636\u0651\u064e\u0623\u064e \u00bb<br \/>\n\u201cTidak diterima sholat orang yang berhadats sampai ia berwudhu\u201d.[ HR. Bukhori no. 135, Muslim no. 225 ]<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya segala amal itu hendaklah dengan niat&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>2. Membasuh Wajah<br \/>\nFardhu yang kedua adalah Membasuh muka seluruhnya dari batas rambut sampai ke dagu dan dari batas telinga kanan sampai ke telinga kiri.<\/p>\n<p>Allah berfirman: \u201dHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,\u201d al-Maidah: 6<\/p>\n<p>3. Membasuh tangan hingga siku.<br \/>\nFardhu yang ketiga adalah membasuh kedua tangan kita dimulai dari ujung jari sampai ujung siku, atau sebaliknya tidak masalah, yang terpenting adalah tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi air masuk ke kulit.<\/p>\n<p>4. mengusap sebagian kepala.<br \/>\nFardhu yang ke empat adalah mengusapkan air kekepala, diperbolehkan hanya mengusap Rambut, asalkan rambut diusap tidak melebih dari bagian kepala, seperti ujung rambut panjang pada wanita.<br \/>\nAllah berfirman: \u201cdan sapulah kepalamu\u201d. Al-Madinah, 6<br \/>\nSesuai dengan hadist Rasulallah saw: \u201dbahwa Rasulallah saw berwudhu;lalu mengusap jambul dan atas serbannya\u201d (HR.Muslim)<\/p>\n<p>5. membasuh kaki hingga mata kaki.<br \/>\nAnggota selanjutnya adalah kaki, diwajibkan mengalirkan air dari ujung jari kaki sampai mata kaki atau sebaliknya.<br \/>\nAllah berfirman: \u201cdan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki\u201d. al-Maidah,:6<\/p>\n<p>6. tertib<br \/>\ntertib disini adalah melakukan fardhu dgn fadhu yang lain secara berurutan.<\/p>\n<p>Penjelasan rukun wudhu di atas merupakan penting untuk kita sebagai umat muslim untuk mengetahuinya. Karena dalam melakukan wudhu kita harus paham ilmunya.<\/p>\n<p><a class=\" xil3i\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/serveummahtogetjannah\/\">#ServeUmmahToGetJannah<\/a><br \/>\n<a class=\" xil3i\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/mtbinus\/\">#MTBinus<\/a><br \/>\n<a class=\" xil3i\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/selfreminder\/\">#Selfreminder<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bismillahirrohmanirrohiim Assalamu&#8217;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Melengkapi artikel sebelumnya yang berjudul &#8220;Perbaiki Hidup Dengan Perbaiki Sholat!&#8221;, Pada topik ini kami akan membahas tentang pentingnya mengetahui rukun wudhu. Menurut kitab Safinatunnajah. Rukun wudhu terdapat 6. 6 rukun yang terdapat pada wudhu tersebut yaitu: 1. Niat Disetiap ibadah, kita diharuskan memulai dengan niat, begitu pula wudhu, wudhu\u2019 juga harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":3884,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,11],"tags":[],"class_list":["post-3883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-fiqih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3883"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3886,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883\/revisions\/3886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}