    {"id":2439,"date":"2018-11-30T05:45:29","date_gmt":"2018-11-29T22:45:29","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/?p=2439"},"modified":"2018-11-30T05:45:29","modified_gmt":"2018-11-29T22:45:29","slug":"tujuan-kuliah-adalah-mencari-ilmu-benarkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/2018\/11\/30\/tujuan-kuliah-adalah-mencari-ilmu-benarkah\/","title":{"rendered":"Tujuan Kuliah Adalah Mencari Ilmu, Benarkah?"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u2013 Selama ini, banyak orang berorientasi kuliah untuk<br \/>\nmendapatkan ijazah, gelar sarjana, dan pekerjaan. Selain itu, banyak orang<br \/>\nkuliah hanya sekadar menuruti kehendak orang tua\/ajakan teman. Bahkan, ada<br \/>\nmahasiswa hanya berorientasi mencari \u201cpacar\u201d di kampus. Padahal, orientasi<br \/>\nseperti ini menjadikan mereka \u201cgagap\u201d dalam menjalani perkualiahan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Pada hakikatnya, kuliah bukan sekadar mencari ijazah\/gelar,<br \/>\nnamun kuliah merupakan \u201cwahana\u201d mencari ilmu. Kenapa demikian? karena Nabi<br \/>\nMuhammad sudah menganjurkan hal itu, bahwa menuntut ilmu hukumnya wajib, mulai manusia<br \/>\nturun dari ayunan hingga ke liang lahat (mati). Artinya, orientasi duduk di<br \/>\nperguruan tinggi harus diluruskan untuk mencari ilmu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><b><strong>Mencari ilmu<\/strong><\/b><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Niat merupakan keniscayaan sebelum menjalankan segala<br \/>\nhal, termasuk ketika melanjutkan ke perguruan tinggi. Tanpa niat lurus, langkah<br \/>\ndan gerak kita akan \u201cgalau\u201d dan tak terarah. Maka dari itu, orientasi duduk di<br \/>\nperguruan tinggi harus kita luruskan untuk mencari ilmu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Niat bagaikan batu dan semen yang menjadi pondasi awal<br \/>\nsebelum membangun rumah. Tanpa adanya pondasi itu, sebagus apa pun rumah yang akan<br \/>\ndibangun pasti roboh. Artinya, jika kita ingin kuliah namun tak punya niat suci,<br \/>\nmaka jangan harap perjalanan kuliah akan lancar, apalagi niat kita salah, pasti<br \/>\nkuliah jadi berantakan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Menurut Khalifah Ali bin Abi Thalib, ada 10 kelebihan<br \/>\nilmu dibanding harta. Pertama, ilmu merupakan warisan para Nabi, sedangkan<br \/>\nharta warisan Fir\u2019aun dan Qarun. Kedua, ilmu selalu menjaga pemiliknya,<br \/>\nsedangkan harta harus dijaga pemiliknya. Ketiga, orang berilmu banyak mempunyai<br \/>\nteman, sedangkan orang berharta banyak lawan. Keempat, ilmu apabila diberikan pada<br \/>\norang lain akan bertambah, sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kelima, orang berilmu sering dipanggil ilmuwan\/alim\/ulama,<br \/>\nsedangkan hartawan sering dipanggil bakhil\/pelit. Keenam, pemilik ilmu akan<br \/>\nmenerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta dimintai<br \/>\npertanggungjawabannya. Ketujuh, ilmu apabila disimpan tidak habis, sedangkan<br \/>\nharta bila disimpan akan usang\/lapuk. Kedelapan, ilmu tidak perlu dijaga dari<br \/>\nkejahatan, sedangkan harta dijaga. Kesembilan, ilmu tidak memerlukan tempat,<br \/>\nsementara harta memerlukan tempat. Nasihat dari Ali tersebut sudah jelas bahwa<br \/>\nilmu lebih mulia dari segalanya. Maka, sudah sepatutnya orientasi duduk di<br \/>\nperguruan tinggi adalah mencari ilmu, bukan hanya sekadar ijazah dan gelar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>referensi :\u00a0ISLAMCENDEKIA.COM<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Laporan Khusus Islamcendekia.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 \u2013 Selama ini, banyak orang berorientasi kuliah untuk mendapatkan ijazah, gelar sarjana, dan pekerjaan. Selain itu, banyak orang kuliah hanya sekadar menuruti kehendak orang tua\/ajakan teman. Bahkan, ada mahasiswa hanya berorientasi mencari \u201cpacar\u201d di kampus. Padahal, orientasi seperti ini menjadikan mereka \u201cgagap\u201d dalam menjalani perkualiahan. Pada hakikatnya, kuliah bukan sekadar mencari ijazah\/gelar, namun kuliah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":2440,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,11,2],"tags":[],"class_list":["post-2439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-fiqih","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2441,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2439\/revisions\/2441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mt\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}