Perayaan Tahun Baru Islam

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

 

Tepat di hari ini, Selasa, 10 Agustus 2021 merupakan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah dimana umat Islam biasa menyebut Tahun Baru Islam sebab bulan ini merupakan bulan pertama dalam Sistem Takwim Hijriah yang menandakan pergantian tahun Hijriah. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram dimana masyarakat Arab zaman dahulu meyakini bahwa diharamkan adanya peperangan serta pertumpahan darah di bulan ini. Hal tersebut juga sesuai dengan nama lain Bulan Muharram yang sering dinamakan Syahrullah Al Asham yang artinya Bulan Allah yang Sunyi atau damai sebab sangat mulianya bulan ini hingga tidak boleh terjadi konflik atau peperangan (Lathaif al-Ma’arif, Hal. 34). 

 

Tahun baru Islam senantiasa disambut dengan hati gembira oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Bermacam-macam cara dilakukan oleh mereka dalam merayakan pergantian tahun ini. Bahkan di Indonesia sendiri banyak sekali bentuk perayaan yang dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia yang setiap daerahnya berbeda-beda.

 

  1. Tradisi Kirab Kebo Bule di Surakarta

Daerah Surakarta memiliki tradisi unik yang dilakukan dalam merayakan tahun baru Islam yakni melakukan kirab kebo bule. Kebo bule atau kerbau putih merupakan hewan kesayangan Susuhanan atau Sunan yang dianggap keramat oleh Keraton Surakarta. Sehingga dalam perayaan tahun baru, mereka melakukan tradisi Kirab kebo bule dimana masyarakat Surakarta mengarak kerbau keliling kota yang diikuti keluarga keraton. Dalam tradisi ini, benda pusaka peninggalan Dinasti Mataram, seperti tombak, keris, dan sebagainya, diarak sembari dikawal oleh Kebo Bule. 

 

  1. Tradisi Tapa Bisu atau Mubeng Benteng di Yogyakarta

Hampir sama dengan perayaan yang dilakukan di Surakarta, di Yogyakarta dilaksanakan tradisi Tapa Bisu dalam merayakan tahun baru Islam. Tradisi Tapa Bisu merupakan ritual dimana paguyuban abdi dalem kerajaan keraton Yogyakarta memprakarsai ritual keliling benteng keraton sejauh 7 km tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sehingga disebut Tapa Bisu. Ritual Tapa Bisu ini dimulai dari halaman Keben lalu melewati ruas jalan di Yogyakarta antara lain mulai dari Jl. Rotowijayan hingga berakhir di alun-alun Utara.

 

  1. Tradisi Nganggung di Pangkalpinang

Tidak seperti perayaan yang dilakukan di daerah Surakarta dan Yogyakarta dimana mereka merayakan tahun baru Islam dengan cara berkeliling daerah setempat, di Pangkalpinang, Bangka Belitung, tradisi yang mereka lakukan dalam merayakan tahun baru Islam adalah dengan masyarakat datang ke masjid membawa makanan dan lauk pauk lalu disajikan untuk dinikmati bersama-sama.

 

  1. Tradisi Pawai Obor

Tradisi ini merupakan tradisi yang umum dilakukan oleh hampir masyarakat di setiap daerah bahkan beberapa wilayah di Jakarta yakni berkeliling daerah setempat dengan membawa obor sehingga dinamakan pawai obor.

 

Namun, di masa pandemi ini, tradisi-tradisi tersebut tidak bisa terlaksana secara maksimal sehingga masyarakat hanya merayakan di rumah dengan cara berkumpul bersama keluarga dan beribadah serta memohon kebaikan-kebaikan di tahun yang baru berganti ini. 

 

Referensi:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5675250/10-tradisi-sambut-tahun-baru-islam-di-indonesia-apa-saja

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200818190453-284-537028/5-tradisi-tahun-baru-islam-di-indonesia

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4627326/lebih-dekat-dengan-tradisi-tradisi-saat-tahun-baru-islam