Husnudzhan aja ;)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
banyak dari kita yang selalu mempunyai sugesti buruk tentang seseorang, sampai-sampai menyakiti hatinya, rasa sombong dan ujub dalam hati bermekaran hingga penuh, berpikiran negatif dan selalu merasa diri lebih baik dari orang lain, naudzubillah
kita lihat orang itu diam, yang kita pikirkan malah “wah kayanya orang itu kesel sama kita dan bla-bla-bla” padahal bisa jadi orang itu sedang berdzikir dalam hati, menyesali diri dan melakukan aktivitas hati yang mulia.
saat kita berbicara ke dia, ya ampun seakan-akan tidak ingat waktu dan kondisi seperti perpustakaan berjalan, dan terkadang kurang bermanfaat isinya, tapi apa? saat kita dimintai telinga yang mau mendengar dan pendapat, yang sebenarnya akan memberi banyak pelajaran dan hikmah, kita malah kabur tanpa jejak.
saat kita marah padanya, emosi lebay dan alay dengan maksud hanya ingin membuat dia orang paling bersalah sejagat raya naudzubillah, sedang dia hanya bisa diam dan hatinya berusaha untuk tetap memaafkan serta mengambil hikmah, tapi saat dia marah? dia masih sadar emosi nafsu, dengan maksud mulia dengan unsur yg murni.
saat kita dikecewakan? marah tetap nyampur, mengumbar terlalu berlebihan mengalihkan dengan hal-hal sia-sia, mikir dia manusia paling menyebalkan, naudzubillah. tapi saat dia dikecewakan? dia malah belajar dan terus belajar, menerima dengan hati stadion senayan.
saat kita menangis? kebanyakan menangis karena hal-hal yang sia-sia, salah dialokasikannya seakan-akan kita menyalahkan orang lain, dengan pikiran “lu gatau sih gimana” yg kenyataannya orang lain juga punya beban yang sama. tapi saat dia menangis? lalu mengapa kita malah mengejeknya cengeng, tidak kuat dan tidak tahan, padahal tangisannya bukan hanya karena sedih ataupun kecewa, namun bisa penuh makna, dia sedang mentafakuri sekitar, melihat tanda-tanda kekuasaanNya, mensyukuri, beribadah, rasa takut padaNya.
Mudah-mudahan tulisan2 abstrak ini bermanfaat….
jadi setelah selesai membaca ini, jika merasa kita memang butuh perbaikan diri ataupun hati, dan hati nurani mengirimkan sinyal2 ayo berubah ayo berubah, Insya Allah kita memang memulai berpikir positif 🙂
namun jika kita merasa tersindir ataupun sebagainya, mungkin masih ada pikiran negatif yang harus dicabut sampai ke akarnya, Insya Allah kita akan dibantu dalam perubahan, jika kita mulai luruskan niat dan selalu berhusnudzhan aja 🙂
sudah berganti tahun, lalu mau Ramadhan lagi, tapi apakah kita mau masih “begini-begini aja??” think again 😉
-Rilla Gusela Sumisra
