Loading
Loading...
Menu BINUS

MT Al-Khawarizmi: Palestina dan Luka Kemanusiaan yang Tak Boleh Dilupakan

Gambar 1. Seorang pemuda palestina yang sedang memegang bendera palestina

Di tengah kesibukan duniawi dan berbagai aktivitas sehari-hari, sering kali kita lupa bahwa di belahan dunia lain ada saudara-saudara kita yang masih hidup dalam rasa takut, kehilangan, dan penderitaan. Palestina menjadi salah satu luka kemanusiaan yang hingga hari ini masih meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Konflik yang terjadi tidak hanya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga mengakibatkan hilangnya nyawa, terpisahnya keluarga, hancurnya masa depan, serta memudarnya harapan banyak masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan yang menjadi kelompok paling rentan.

Sebagai umat Muslim, kita perlu memahami bahwa isu Palestina tidak semata-mata berkaitan dengan politik atau hubungan antarnegara. Lebih dari itu, isu ini merupakan persoalan kemanusiaan dan bentuk solidaritas dalam ukhuwah Islamiyah. Islam mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti memanjatkan doa, menunjukkan empati, meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui edukasi, serta memberikan dukungan atau bantuan kemanusiaan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

“مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى”

Artinya:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim) 

Hadits tersebut mengajarkan bahwa sesama muslim memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Ketika ada saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, maka sudah seharusnya kita ikut merasakan kepedulian terhadap mereka. Palestina mengingatkan kita bahwa masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, kehilangan tempat tinggal, bahkan kehilangan keluarga akibat peperangan yang berkepanjangan.

Gambar 2. Seseorang yang sedang melihat berita tentang Palestina

Di era digital yang serba cepat, informasi mengenai Palestina dapat diakses dan disebarluaskan dengan mudah melalui berbagai platform media sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menuntut kita untuk lebih cermat dan bijaksana dalam menerima maupun membagikan berita. Sebagai pengguna media digital, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan agar kepedulian yang kita tunjukkan tetap berlandaskan fakta, nilai kemanusiaan, dan kebenaran.

Di tengah rutinitas dan kesibukan sehari-hari, sering kali kita kurang menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia yang hidup dalam ketidakpastian, ketakutan, dan penderitaan. Palestina menjadi salah satu contoh nyata krisis kemanusiaan yang hingga kini masih menyisakan luka dan duka yang mendalam bagi masyarakatnya. Konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kehidupan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma dan kehilangan yang besar bagi banyak keluarga.

Kepedulian terhadap Palestina pun tidak harus diwujudkan melalui tindakan yang besar. Setiap individu dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuannya, seperti mendoakan mereka, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyebaran informasi yang benar, mengikuti kajian atau diskusi terkait isu kemanusiaan, serta memberikan donasi melalui lembaga yang terpercaya. Meskipun terlihat sederhana, setiap bentuk dukungan yang diberikan memiliki makna dan nilai yang berharga, baik bagi mereka yang menerima maupun sebagai bentuk amal kebaikan di hadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan dalam Islam tidak dibatasi oleh jarak, negara, bahasa, maupun budaya. Rasa peduli terhadap Palestina merupakan salah satu bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah dan kepedulian terhadap sesama manusia. 

Gambar 3. Masyarakat yang mengalami penderitaan mendalam atas genosida dan juga konflik yang terjadi di Palestina

Di tengah berbagai kesulitan dan penderitaan yang mereka alami, masyarakat Palestina memberikan pelajaran berharga kepada dunia tentang arti kesabaran, keteguhan hati, dan kuatnya keimanan. Meski hidup dalam berbagai keterbatasan, mereka tetap berupaya menjalani kehidupan sehari-hari, menuntut ilmu, serta mempertahankan keyakinan dan harapan mereka. Sikap tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita untuk lebih menghargai dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan, seperti keamanan, kesempatan memperoleh pendidikan, dan kehidupan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari masyarakat global, kita perlu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan, bukan hanya berfokus pada urusan dan pencapaian pribadi. Palestina tidak hanya mencerminkan sebuah konflik yang berkepanjangan, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan semangat perjuangan yang patut diperhatikan. Oleh karena itu, kesibukan dan aktivitas sehari-hari tidak seharusnya menghalangi kita untuk peduli, mendoakan, serta memberikan dukungan kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Sebab, setiap bentuk kepedulian yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi amal kebaikan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.