Sepiring Kebaikan: Mengabdi dan Berkarya Bersama Rumah Makan Rakyat Malang
Program “Sepiring Kebaikan” merupakan sebuah inisiatif strategis yang dirancang oleh MT Al-Khawarizmi BINUS @Malang sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam dengan kemajuan teknologi informasi. Secara formal, kegiatan ini dijadwalkan untuk mencapai puncaknya pada bulan Januari 2026, bertempat di Rumah Makan Rakyat (RMR) Malang yang beralamat di Jalan Terusan Sulfat No. 15 B, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Alasan utama dilaksanakannya acara ini berakar pada identifikasi kebutuhan mitra, dalam hal ini Rumah Makan Rakyat (RMR) Malang. Meskipun RMR telah berhasil menyajikan 100 hingga 200 porsi makanan gratis setiap hari bagi pengemudi ojek online, pasukan kuning, dan masyarakat umum, mereka menghadapi tantangan signifikan dalam hal visibilitas digital dan konsistensi konten media sosial. Anggota MT Al-Khawarizmi melihat bahwa keberlanjutan gerakan filantropi di era modern sangat bergantung pada kemampuan narasi digital untuk menarik donatur dan sukarelawan baru. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya sekadar membantu operasional harian RMR, tetapi berfokus pada digitalisasi konten melalui platform TikTok guna menyebarkan nilai-nilai Islam secara ringan dan inklusif.
Program ini melibatkan 15 volunteer mahasiswa BINUSIAN dengan latar belakang program studi yang beragam mulai dari Computer Science hingga Visual Communication Design. Keanekaragaman latar belakang akademik ini memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas disiplin dalam memecahkan masalah sosial-digital di lapangan. Latar belakang berdirinya RMR sendiri memberikan dimensi emosional pada program ini. Didirikan oleh pimpinan Pesantren Bisnis Indonesia (PBI) sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi pasca-pandemi COVID-19, RMR telah berkembang dari sekadar dapur umum menjadi gerakan sosial yang mandiri melalui dukungan donatur swadaya. Integrasi mahasiswa ke dalam ekosistem ini memberikan energi baru bagi RMR untuk bertransformasi menjadi lembaga sosial yang lebih tech-savvy.
Pelaksanaan program “Sepiring Kebaikan” dibagi menjadi tiga fase utama yaitu persiapan teknis (briefing), implementasi lapangan (volunteering dan pengambilan konten), serta produksi dan evaluasi akhir. Kegiatan dimulai dengan sesi pembekalan, dalam sesi ini, para volunteer diberikan pemahaman mengenai visi RMR sebagai tempat berbagi tanpa memandang latar belakang SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Penekanan diberikan pada teknik pengambilan video yang etis namun menarik, hal ini penting mengingat tujuan utama kegiatan adalah membantu digitalisasi konten RMR agar nilai-nilai kebaikan yang ada dapat menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi Z. Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai sejak pukul 05.30 WIB di lokasi RMR Jalan Terusan Sulfat. Waktu pagi hari dipilih karena merupakan momen puncak aktivitas di RMR, di mana persiapan menu sarapan seperti sayur asem, tahu, tempe, dan telur dilakukan. Volunteer dibagi menjadi beberapa kelompok tugas, sebagian membantu di dapur dan area penyajian makanan untuk merasakan langsung pengalaman pelayanan sosial, sementara sebagian lainnya fokus pada pengambilan footage kegiatan.
Proses pengambilan konten mencakup wawancara dengan pengelola RMR, serta mendokumentasikan testimoni dari para pelanggan rutin seperti pengemudi ojek online yang merasa sangat terbantu dengan adanya makan gratis ini. Banyak dari para volunteer yang menyadari bahwa keterlibatan mereka memberikan dampak psikologis yang positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebuah pesan yang disampaikan oleh salah satu panitia mengenai nilai intrinsik dari sebuah pengabdian dalam ekosistem RMR, yaitu :
“Jadi relawan itu keren. Poin penting yang wajib kamu ingat adalah bahwa relawan tidak dibayar bukan karena tidak berharga, tapi karena kamu terlalu berharga untuk dibayar dengan hanya sejumlah uang.” Ujar vita.
Kegiatan ini mengajarkan jika di balik dokumentasi digital, terdapat transformasi karakter dan penguatan empati yang terjadi di dalam diri setiap mahasiswa yang terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa program “Sepiring Kebaikan” telah berhasil mencapai tujuan pengembangan spiritual dan intelektual sebagaimana yang dicita-citakan dalam visi organisasi. Melalui partisipasi aktif dalam program “Sepiring Kebaikan”, mahasiswa mendapatkan tempat pembelajaran untuk mengasah keterampilan lunak (soft skills) dan karakter yang tidak selalu didapatkan dalam ruang kuliah konvensional.
Pembelajaran ini sangat relevan dengan persiapan mahasiswa menuju dunia kerja profesional. Pengalaman mengelola PKM di BINUS University memberikan nilai tambah dalam hal kepekaan sosial dan kemampuan berorganisasi yang matang. Secara substansial, kegiatan ini melatih mahasiswa untuk menyeimbangkan antara aspek akademik, organisasi, dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari well-rounded development.
Program “Sepiring Kebaikan” yang dijalankan oleh MT Al-Khawarizmi BINUS @Malang di Rumah Makan Rakyat (RMR) bukan sekadar kegiatan satu hari yang berakhir setelah dokumentasi diunggah. Ini adalah langkah awal dari sebuah komitmen jangka panjang dalam pemberdayaan sosial berbasis komunitas digital. Keberhasilan digitalisasi konten yang dilakukan diharapkan dapat menciptakan snowball effect, di mana visibilitas RMR yang meningkat akan menarik lebih banyak donatur, sehingga kapasitas pelayanan makan gratis dapat terus bertambah atau bahkan diduplikasi di wilayah lain. Dari perspektif organisasi mahasiswa, kegiatan ini memperkokoh posisi MT Al-Khawarizmi sebagai wadah yang progresif dan kontributif. MT BINUS membuktikan bahwa mereka mampu melahirkan aktivis dakwah yang profesional, kreatif, dan memiliki solidaritas tinggi.
Akhir kata, program ini mengingatkan kita semua bahwa teknologi di tangan individu yang memiliki kepedulian sosial dapat menjadi instrumen perubahan yang luar biasa. “Sepiring Kebaikan” adalah bukti bahwa mahasiswa BINUS tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tajam secara nurani, siap untuk melayani umat demi mencapai keridaan-Nya, sesuai dengan motto abadi organisasi: “Serve Ummah to Get Jannah”. Masa depan gerakan filantropi di Indonesia akan sangat bergantung pada inisiatif-inisiatif serupa yang mampu mengawinkan nilai-nilai tradisional berbagi dengan kemajuan teknologi modern.
Gambar 1. Sesi foto bersama panitia dan volunteer MT Al-Khawarizmi di depan Rumah Makan Rakyat Malang.
Gambar 2. Mahasiswa Volunteer Berinteraksi Langsung dalam Distribusi Makanan Gratis di Rumah Makan Rakyat Malang
Gambar 3. Mahasiswa Melakukan Review Hasil Konten Digital Bersama Pengelola RMR sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Karya