Di samping ada kereta….
Hidup merupakan sebuah misteri. kita sebagai manusia terkadang bingung mengapa kita bisa berada di dunia ini, waktu kita lahir di dunia ini pun bukan dengan kehendak kita.
sahabatku, mari kuceritakan sebuah kisah
ini adalah sebuah kisah nyata
aku mendapat kabar dari grup alumni di sekolahku bahwa adik kelasku yang sebentar lagi akan wisuda sekolah menengah atas telah meninggal dunia. mungkin bukan hal yang aneh jika kita pasti akan mendengar kabar tentang siapapun yang meninggal. tapi ada cerita yang dapat menjadi bahan renungan saat beliau adik kelasku (semoga Allah menerima segala amalmu dan mengampuni dosa-dosamu) menemui ajalnya.
disini kusebut namanya fulan,
Jadi sebelum meninggal, almarhum sedang bermain di rumah temannya, saat itu sedang malam hari, dan akhirnya almarhum pamit pulang dengan temannya.
temannya itu mengantar sampai jalan depan (karena sudah malam). tadinya temannya itu ingin membawa satu motor (jadi boncengan berdua) tetapi si almarhum bilang
“sudah kamu bawa itu *sambil nunjuk motor temannya*, aku bawa motor aku sendiri”.
lalu si almarhum jalan duluan dengan motornya sedangkan temannya masih agak jauh dari si fulan.
Saat sudah mendekati area perlintasan kereta api, fula posisi masih di depan temannya, dan saat sudah di dekat rel, temannya fulan sudah teriak teriak ” FULAN!! DI SAMPING ADA KERETAAAA”, tapi si fulan tidak mendengarnya, pas sudah dekat baru si fulan sadar dan shock akhirnya tertabrak kereta, inalillahi wa inna ilaihi rajiun…
Sahabatku, kematian tidak pernah salah orang, jika memang saat itu fulan meninggal maka kejadian, dan saat itu temannya fulan memang belum menemui ajal, berarti memang belum waktunya. skenario tersebut mengalir begitu saja, mungkin kita membayangkan bisa saja mereka meninggal jika berbonceng satu motor, atau bisa saja keduanya tidak meninggal, tetapi sayang itu hanya bayangan kita saja. tetapi yang dapat kita ambil yaitu sebaik-baik pengingat adalah mengingat kematian.
“Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” (Q.S Al An’aam : 2)
“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan,” (Q.S Al Waaqi’ah: 60)
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Q.S Al Ankabuut : 57)
dan masih banyak ayat-ayat yang membahas tentang kematian
Dengan ini, janganlah membuat kita takut dan tidak melakukan apa-apa, tetapi kita justru harus mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya, mencari bekal untuk menghadapi “setelah kematian itu sendiri”. tetap berusaha berbuat baiklah dimanapun kita berada sebelum kita menyandang gelar depan “Almarhum/ Almarhumah”
Smoga bermanfaat
-Rilla Gusela
