    {"id":1568,"date":"2019-05-23T08:42:50","date_gmt":"2019-05-23T08:42:50","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/?p=1568"},"modified":"2019-05-23T08:42:50","modified_gmt":"2019-05-23T08:42:50","slug":"masih-belum-tau-pencak-silat-itu-apa-nah-baca-dulu-nih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/2019\/05\/23\/masih-belum-tau-pencak-silat-itu-apa-nah-baca-dulu-nih\/","title":{"rendered":"Masih belum tau Pencak Silat itu apa?? nah baca dulu nih.."},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/S__4005894.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1571\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/S__4005894.jpg\" alt=\"\" width=\"582\" height=\"390\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Sejarah pencak silat dan teknik pembelaan<\/strong>\u00a0memang sudah umum diketahui oleh masyarakat. Sejarah perkembanganny dimulai sejak perkembangan zaman kerajaan, lalu zaman penjajahan Belanda, hingga zaman pendudukan Jepang, dan terakhir ketika zaman kemerdekaan. Selain sebagai seni budaya, pencak silat juga bermanfaat sebagai pertahanan diri. Ada banyak manfaat yang akan kita dapatkan setelah melakukan gerakan pencak silat. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan tentang Sejarah pencak silat dan teknik pembelaan dibawah ini.<br \/>\nPencak silat bukan hanya berkembang dalam negara Indonesia saja, melainkan juga sampai pada negara-negara tetangga yakni Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, maupun negara lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/Sejarah-Awal-Mula-Pencak-Silat-di-Indonesia-dan-Dunia.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1574\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/Sejarah-Awal-Mula-Pencak-Silat-di-Indonesia-dan-Dunia-640x297.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/Sejarah-Awal-Mula-Pencak-Silat-di-Indonesia-dan-Dunia-640x297.png 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/Sejarah-Awal-Mula-Pencak-Silat-di-Indonesia-dan-Dunia.png 747w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center\"><strong>Sejarah dan Perkembangan Pencak Silat<\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li><strong> Perkembangan pada Zaman Kerajaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Di zaman kerajaan, beladiri telah dikenal untuk keamanan dan memperluas wilayah kerajaan melawan kerajaan lain. Negara seperti Kutai, Tarumanegara, Kediri, Mataram, Singasari, Sriwijaya, maupun kerajaan Majapiht menyiapkan prajurit yang dibekali dengan ilmu beladiri guna mempertahankan wilayahnya, di masa ini masih belum dikenal sebagai pencak silat.<br \/>\nKemudian tahun 1019-1041 di zaman kerajaan Kahuripan pimpinan Prabu Erlangga yang berasal dari Sidoarjo, telah mengenal beladiri pencak bernama \u201cEh Hok Hik\u201d, berarti \u201cMaju Selangkah Memukul\u201d (Notosoejitno, 1999).<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Perkembangan pada Zaman Penjajahan Belanda<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>\u2013 Pertumbuhan pencak silat tak diberi kesempatan pemerintah Belanda, dikarenakan dipandang berbahaya untuk kelangsungan penjajahannya.<br \/>\n\u2013 Pencak silat cuma dilakukan secara sembunyi-sembunyi hanya pada kelompok-kelompok kecil.<br \/>\n\u2013 Hanya memiliki kesempatan mengembangkan kesenian yang masih dipakai pada beberapa daerah saja, berbentuk pertunjukan ataupun upacara.<br \/>\n\u2013 Pengaruh yang berasal dari penekanan pada zaman penjajahan Belanda yang banyak mewarnai pertumbuhan pencak silat demi masa selanjutnya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Perkembangan pada Pendudukan Jepang<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Di zaman penjajahan jepang pencak silat didorong serta dikembangkan guna kepentingan Jepang sendiri, yakni mengobarkan semangat pertahanan untuk menghadapi sekutu.<br \/>\nKarena anjuran Shimitsu, maka banyak diadakan pemusatan tenaga dari aliran pencak silat. Seluruh wilayah Jawa didirikan pencak silat yang telah diatur pemerintah serentak.<br \/>\nMeskipun Jepang memberi kesempatan menghidupkan unsur-unsur warisan dari kebesaran bangsa tersebut, namun tujuannya ialah mempergunakan semangat yang menurutnya akan berkobar lagi untuk kepentingan Jepang bukannya kepentingan nasional.<br \/>\nWalaupun demikian, masih ada keuntungan dimasa itu yakni masyarakat kembali sadar demi mengembalikan ilmu tersebut ditempat semestinya. Bahkan masyarakat juga mulai menata kembali ilmu pencak silat kemudian mengaplikasikan nilai-nilai yang ada pada kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Perkembangan pada Zaman Kemerdekaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berikutnya adalah pada masa kemerdekaan RI. Periode ini merupakan perintisan didirikannya organisasi pencak silat dengan tujuan untuk menampung perguruan-perguruan pencak silat yang ada.<br \/>\nTanggal 18 Mei tahun 1948 di Surakarta, ada beberapa pendekar berkumpul lalu membentuk organisasi bernama Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia yang disingkat dengan IPSSI.<br \/>\nYang menjadi ketua umum pertama dari organiasi IPSSI ialah Mr. Wongsonegoro. Lalu namanya dirubah menjadi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), dengan tujuan untuk menggalang lagi semangat juang rakyat Indonesia pada pembangunan.<br \/>\nTujuan IPSI lainnya ialah untuk bisa memupuk persaudaraan serta kesatuan bangsa Indonesia agar tidak gampang dipecah belah. Sekarang IPSI tercatat menjadi organisasi silat nasional paling tua di dunia.<br \/>\nTanggal 11 Maret tahun 1980, Persilat (Persatuan Pencak Silat Antarbangsa) didirikan oleh prakarsa Eddie M. Nalapraya dari (Indonesia), dimasa itu menjabat menjadi ketua IPSI.<br \/>\nDalam acara tersebut telah dihadiri berbagai perwakilan negara diantaranya negara Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darusalam. Dari keempat negara itu, termasuk Indonesa, telah ditetapkan sebagai pendiri Persilat.<br \/>\nOrganisasi silat diantaranya:<br \/>\n\u2013 IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Indonesia<br \/>\n\u2013 PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia) di Malaysia<br \/>\n\u2013 PERSIS (Persekutuan Silat Singapore) di Singapura<br \/>\n\u2013 PERSIB (Persekutuan Silat Bruei Darussalam) di Brunei Darussalam.<br \/>\nPerguruan silat juga berkembang di negara Amerika Serikat serta Eropa. Sekarang silat sudah resmi masuk menjadi cabang olahraga pada pertandingan internasional, terutama dalam pertandingkan SEA Games.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: center\"><strong>Teknik Dasar Pencak Silat<\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li><strong> Sikap Dasar Pencak Silat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Teknik yang pertama adalah sikap dasar dari pencak silat ialah sikap-sikap statis dan dilakukan guna melatih kekuatan otot-otot pada tungkai. Terbentuknya sikap dasar juga merupakan pondasi pembentukan gerak teknik untuk pesilat, meliputi sikap jasmaniah serta sikap rohaniah.<br \/>\nSikap dasar untuk melatih pesilat, meliputi:<\/p>\n<p><strong>1.1 Sikap Hormat<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/fh.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1576\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/fh.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"191\" \/><\/a><\/p>\n<p>Yang pertama ialah sikap hormat yakni sikap tegak yang dipakai untuk menghormati musuh atau kawan. Posisi sikap hormat ialah badan tegap, dengan kaki yang rapat serta tangan di depan, posisi dada terbuka yang rapat dengan jari-jari pada tangan pandangan menghadap ke atas.<\/p>\n<p><strong>1.2 Sikap Tegak<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/fs.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1577\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/fs.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"162\" \/><\/a><\/p>\n<p>Posisi sikap tegak dimana siap berdiri tegak yang ada dalam pencak silat. Pada posisi tegak juga bisa dibagi menjadi 4 jenis sikap yang meliputi:<br \/>\n\u2013 Sikap Tegak 4<br \/>\n\u2013 Sikap Tegak 3<br \/>\n\u2013 Sikap Tegak 2<br \/>\n\u2013 Sikap Tegak 1<\/p>\n<p><strong>1.3 Sikap Duduk<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/vn.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1580\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/vn.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"134\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sebagai dasar permainan bawah, sikap duduk dibagi atas 4 sikap meliputi.<br \/>\n\u2013 Sikap sila<br \/>\n\u2013 Sikap duduk<br \/>\n\u2013 Sikap simpuh<br \/>\n\u2013 Dan sikap sempok atau dempok<\/p>\n<p><strong>1.4 Sikap Pasang<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/c.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1575\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/c.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikutnya adalah sikap pasang yakni sikap awal guna melakukan serangan ataupun belaan. Pada sikap pasang ini juga bisa dibagi atas 4 jenis sikap meliputi:<br \/>\n\u2013 Sikap Pasang pertama adalah pasang satu<br \/>\n\u2013 Kemudian sikap pasang Dua<br \/>\n\u2013 Selanjutnya sikap Pasang Tiga<br \/>\n\u2013 Dan terakhir Sikap Pasang Empat.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Kuda-Kuda Pencak Silat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1578\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-1-640x181.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"181\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-1-640x181.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-1-768x217.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-1.jpg 1039w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kata \u201ckuda-kuda\u201d asalnya dari kata \u201ckuda\u201d, berarti posisi kaki layaknya orang yang menunggang kuda.<br \/>\nPada pencak silat, kuda-kuda bisa diartikan sebagai posisi yang merupakan tumpuan guna melakukan sikap pasang, kemudian teknik-teknik serangan, hingga teknik pembelaan diri.<br \/>\nDibawah ini ada lima bentuk kuda-kuda pada pencak silat meliputi:<br \/>\n\u2013 Posisi Kuda-Kuda Tengah.<br \/>\n\u2013 Posisi Kuda-Kuda Samping.<br \/>\n\u2013 Posisi Kuda-Kuda Depan.<br \/>\n\u2013 Posisi Kuda-Kuda Belakang.<br \/>\n\u2013 Posisi Kuda-Kuda Silang.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Pembentukan Gerakan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1579\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-3-640x179.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"179\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-3-640x179.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-3-768x214.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2019\/05\/pembelajaran-silat-3.jpg 1018w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya ada pembentukan gerakan yang merupakan dasar untuk mewujudkan pembelaan maupun serangan kepada pihak lawan. Dalam pembentukan gerakan meliputi beberapa unsur dibawah ini:<\/p>\n<p><strong>3.1 Pembentukan Arah<\/strong><\/p>\n<p>Yang sangat dibutuhkan ketika pembentukan gerakan ialah arah. Ada beberapa arah yang perlu dipahami. Dibawah ini ada 8 arah penjuru atau arah mata angin. 8 Penjuru mata angin ialah sikap ataupun pola langkah silat dengan membentuk 8 penjuru pada satu titik tumpu berada di tengah.<\/p>\n<p>Arah 8 penjuru tersebut diantaranya:<br \/>\n\u2013 Arah kebelakang<br \/>\n\u2013 Arah serong kiri belakang<br \/>\n\u2013 Arah samping kiri<br \/>\n\u2013 Arah serong kiri depan<br \/>\n\u2013 Arah depan<br \/>\n\u2013 Arah serong kanan depan<br \/>\n\u2013 Arah samping kanan<br \/>\n\u2013 Arah serong kanan belakang.<\/p>\n<p>Itulah pembahasan tentang\u00a0<strong>sejarah pencak silat dan teknik dasar Pencak Silat <\/strong>secara lengkap. Semoga bermanfaat. \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah pencak silat dan teknik pembelaan\u00a0memang sudah umum diketahui oleh masyarakat. Sejarah perkembanganny dimulai sejak perkembangan zaman kerajaan, lalu zaman penjajahan Belanda, hingga zaman pendudukan Jepang, dan terakhir ketika zaman kemerdekaan. Selain sebagai seni budaya, pencak silat juga bermanfaat sebagai pertahanan diri. Ada banyak manfaat yang akan kita dapatkan setelah melakukan gerakan pencak silat. Untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":109,"featured_media":1572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-post"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/109"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1581,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1568\/revisions\/1581"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/mp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}