Siapa bilang Pencak Silat itu Kuno? Coba lihat dulu nih..

Ah, Pencak Silat kan gerakannya itu-itu aja, kurang menarik!

 

Males ah ikutan Pencak Silat, mending ikut yang lain..

 

Apaan tuh Pencak Silat?

 

Buset.. segitunya amat sampai gak tahu Pencak Silat itu apa. Nih, Pencak Silat adalah suatu beladiri asli Indonesia yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu kita. Pencak Silat adalah suatu kebudayaan Indonesia yang harus kita lestarikan lho. Pencak Silat di Indonesia memiliki suatu Organisasi yang bernama IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang berada dibawah naungan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Perkembangan Pencak Silat sekarang ini sudah mulai modern lho, sampai-sampai beberapa film Indonesia menyuntikkan Action-Choreography yang bernuansa Pencak Silat!

Ah mana contohnya? Jangan-jangan bohong lagi..

 

Nih deh kita kasih contohnya, kita mulai dari yang pertama yaitu..

 

Merantau (2009)

Film garapan Sutradara Gareth Evans ini dirilis di Indonesia pada tanggal 6 Agustus 2009. Merupakan suatu film aksi laga Indonesia yang dibintangi oleh Iko Uwais, Sisca Jessica, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal, Ratna Galih dan Yayan Ruhian. Bercerita tentang suatu tradisi turun temurun dari suku Minangkabau tentang anak lelaki yang berusia remaja dewasa diharuskan untuk merantau ke negeri orang. Nah, di film ini si Yuda (diperankan oleh Iko Uwais) adalah sosok remaja dewasa yang harus meninggalkan keluarganya untuk memulai perantau. Ia adalah seorang pendekar silat Minangkabau aliran Harimau. Dalam perjalannya menuju Jakarta, Yuda bertemu dengan pria bernama Erik. Ia mengatakan kepada Yuda bahwa Jakarta adalah kota yang keras yang dimana jika Yuda bertujuan ingin mengajarkan Silat di Jakarta tidak akan cukup karena Erik sendiripun pernah memiliki tujuan yang sama dengannya. Sesampainya di Jakarta, Yuda gagal menemukan rumah saudaranya yang akan ia tumpangi dan mengalamni nasib yang sial karena ada anak kecil yang mencuri dompetnya. Dikejarnya bocah tersebut sampai  dompetnya didapatkan kembali.

Setelah kejadian tersebut, Yuda bertemu dengan Astri (diperankan oleh Sisca Jessica) yang tengah diancam oleh John pemilik dari sebuah klub dan Astri adalah seorang penari dalam klub tersebut sekaligus kakak dari anak kecil yang mencopet dompet Yuda tersebut. Pertemuannya membawanya kedalam sebuah jaringan sindikat perdagangan wanita, dengan keberaniannya, Yuda mencoba membantu Astri dan Adit untuk bebas dari anak buah yang berasal dari organisasi sindikat perdagangan wanita yang mengejarnya. Film Merantau ini menampilkan sebuah adegan laga dan Pencak Silat Harimau asli Indonesia lho..

 

The Raid

Nah, yang kedua ini adalah sebuah film dengan garapan sutradara yang masih sama nih, yaitu Gareth Evans. The Raid menceritakan sebuah gedung apartemen yang berada di daerah kumuh Jakarta yang dimana menjadi rumah bagi para gangster, penjahat dan pembunuh paling berbahaya. Lalu, semuanya berubah ketika sebuah tim polisi senjata dan taktik khusus berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut dan mengakhiri terror dari Tama (Rae Sahetapy) untuk selamanya. Di bawah kegelapan dan keheningan fajar, Rama (Iko Uwais), seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka (Joe Taslim), tiba di blok apartemen Tama dengan petunjuk Letnan Wahyu (Pierre Gruno). Setelah berpapasan dengan Gofar (Iang Darmawan) salah seorang penghuni apartemen tersebut, mereka menerobos masuk dan dengan hati-hati mengamankan para penjahat penghuninya. Mulai dari lantai dasar dan bergerak naik, dengan terencana mereka menyusup sampai mencapai lantai enam, namun kemudian mereka terlihat oleh seorang anak pengintai, yang lari meneriaki temannya yang kedua sebelum dia tertembak mati oleh peluru senapan serbu Letnan Wahyu. Peringatan tersebut mencapai Tama dan algojonya, Mad Dog (Yayan Ruhian) lewat interkom. Tama segera memanggil bala bantuan. Dua penembak runduk di gedung samping menembak anggota regu polisi di lantai dasar. Seorang anggota regu polisi lain segera tewas ditembak oleh penembak runduk setelah melihat keluar dari jendela. Dalam kekacauan tersebut tahanan mereka lolos dan membunuh dua polisi lain, mendapatkan kontrol di lantai 5. Sebuah serangan mendadak berhasil melumpuhkan satu-satunya mobil angkut regu Polisi. Tama mematikan listrik di seluruh gedung, mengumumkan terdapatnya “tamu tak diundang” terjebak di lantai 6, dan menjanjikan sewa gratis untuk yang berhasil membunuh mereka.

Regu polisi Jaka masuk dalam perangkap anak buah Tama di lantai 7 yang menembak mati banyak anggota regu polisi. Jaka segera mengetahui bahwa misi tersebut ternyata hanya diprakarsai Letnan Wahyu, sehingga tidak akan ada bala bantuan. Setelah baku tembak, regu Jaka pun kalah jumlah maupun amunisi dan diburu oleh anak buah Tama yang kejam dan beringas. Jaka, Wahyu, Bowo (Tegar Satrya), Dagu (Eka Rahmadia) dan Rama berhasil selamat, namun terpisah menjadi dua: Jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5, sedangkan Rama dan Bowo di lantai 7.

Memapah Bowo, Rama bertarung menerobos koridor lantai 7 dan tiba di apartemen 726 yang dihuni Gofar dan istrinya, memohon tempat persembunyian dari kejaran anak buah Tama. Geng parang dan pimpinan mereka (Alfridus Godfred) memeriksa apartemen Gofar, menusuk dinding tempat persembunyian Rama, melukai pipi Rama, namun mereka tidak menemukan Rama dan akhirnya pergi. Rama meninggalkan Bowo dalam perawatan Gofar untuk mencari jalan keluar. Dia bertempur sengit dengan geng parang, namun kembali dikejar oleh anak buah Tama yang lain. Rama akhirnya tertangkap oleh Andi (Donny Alamsyah), tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama. Pada saat yang sama, Jaka berseteru dengan Wahyu karena Wahyu menolak untuk mencari Rama dan Bowo, membuat Jaka marah dan mempertanyakan integritas kepolisian Wahyu di balik misi naas tersebut. Jaka segera ditemukan oleh Mad Dog. Letnan Wahyu melarikan diri dan diikuti Dagu, namun Jaka harus tewas setelah beradu nyali dengan Mad Dog. Sementara itu, Andi terungkap sebagai kakak Rama yang terasing setelah meninggalkan keluarganya tanpa jejak. Andi menolak pulang ke keluarganya, namun berjanji mengeluarkan Rama dari gedung maut tersebut. Dia tak menyangka, Tama ternyata telah mengetahui pengkhianatannya melalui kamera tersembunyi yang tersebar di seluruh gedung, menyerahkan Andi ke tangan Mad Dog (yang sudah membenci Andi) untuk dihabisi.

Rama bergabung kembali dengan Letnan Wahyu dan Dagu, memutuskan untuk menangkap dan menggunakan Tama sebagai tiket keluar mereka. Mereka bertiga bertempur melewati laboratorium narkotika menuju ke markas Tama di lantai 15. Dalam perjalanan, Rama membebaskan Andi dan bersama-sama bertarung sengit melawan Mad Dog. Rama dan Andi akhirnya mengalahkan Mad Dog dengan sepotong pecahan dari tabung lampu neon. Sementara itu, Wahyu dan Dagu membekuk Tama, tetapi Wahyu tiba-tiba menembak Dagu. Di tangga, Rama dan Andi berpapasan dengan Wahyu dan Tama, tetapi Wahyu mengancam mereka untuk tidak ikut campur. Tama menggertak Wahyu bahwa ia telah mengetahui misi tersebut dari Reza, atasan Wahyu, dan bahwa Wahyu dikirim atasannya untuk dihabisi, karena Wahyu hanyalah seorang polisi kotor dalam sebuah kepolisian dengan petinggi-petinggi yang sudah dibayar oleh Tama.

Wahyu pun kalap dan menembak gembong narkoba tersebut di kepala. Putus asa, Wahyu mencoba bunuh diri, namun gagal karena kehabisan peluru dan ditangkap tanpa perlawanan oleh Rama. Dengan matinya Tama, Andi pun kini berkuasa di gedung tersebut, menyuruh para penghuninya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Andi memberikan Rama kotak berisi rekaman daftar hitam polisi-polisi korup. Andi kemudian mengawal Rama, Bowo dan Wahyu, namun tetap menolak tawaran Rama bergabung dengan mereka, dan masuk kembali ke gedung, sementara Rama berjalan ke luar gerbang menuju masa depan yang tak pasti.

 

 

 

The Raid 2 : Berandal

Masih dengan garapan sutradara yang sama, yaitu Gareth Evans. Menceritakan tentang Bejo, gangster muda ambisius membunuh kakaknya Rama, Andi. Rama kemudian bertemu Bunawar. Setelah mengirim rekan Rama yang selamat, Bowo untuk menerima perawatan medis dan membunuh Wahyu, Bunawar mengajak Rama untuk bergabung dengan satuan tugas polisi ahli menyamar (undercover officer) yang berusaha untuk mengekspos ruang privasi yang dimana komisaris polisi korup, Reza bertransaksi dengan Bangun dan Goto. Sementara Rama pada awalnya menolak, ia setuju untuk bergabung dengan mereka setelah melihat kematian dari saudaranya yang dilakukan oleh Bejo dan ancaman besar terhadap keluarganya.

Rama menyerang anak seorang politisi yang menentang keluarga kriminal Bangun dan ditahan di penjara yang sama dengan putra Bangun, Uco. Rama dibawah alias “Yuda”, menyelamatkan hidup si mafia pada saat terjadi kerusuhan penjara. Bangun kemudian menyewa “Yuda” ketika hukuman penjaranya sudah berakhir. Semakin Yuda membuktikan dirinya bagi organisasi dan memperoleh kepercayaan keluarga, perpecahan tumbuh antara dia dan Bunawar. Sementara itu, Uco tumbuh semakin tidak puas dengan kekurangpercayaan ayahnya pada kemampuannya dan ketenangan terhadap Jepang, sementara dia berharap dapat berperan lebih besar dalam operasi kelompok.

Bejo mengundang Uco makan malam, berbagi rumor tentang rencana Jepang untuk mengubah Reza melawan keluarga Bangun dan memungkinkan Uco secara pribadi membunuh penyerangnya di penjara. Uco kemudian mencetuskan rencana dengan Bejo memulai perang geng yang akan menghancurkan Jepang, memberi kesempatan Uco membuktikan dirinya kepada ayahnya sementara Bejo mendapatkan keuntungan dari kekacauan tersebut. Mereka menggunakan pembunuh pribadi Bejo untuk memfitnah Jepang untuk membunuh kaki tangan Bangun, Prakoso dan memalsukan pembalasan dendam oleh Bangun. Ketika kedua keluarga bertemu untuk berdamai, Bangun malah minta maaf sehingga menyebabkan Uco berang terhadap ayahnya. Sementara itu, pasukan polisi korup Reza menyerang Yuda sebagai pembalasan dan melumpuhkannya, sementara Bangun menghajar Uco karena ketidaktaatannya.

Penasihat Bangun, Eka memanggil “Yuda” untuk menyelamatkan Uco dari kantor Bangun. Sementara Yuda dalam perjalanan, Bejo, The Assassin, dan antek Bejo muncul di kantor. Uco membunuh ayahnya dan tembak kaki Eka. Sebelum Uco dapat menghabisinya, Yuda tiba, menghalangi anak buah Bejo untuk membantu Eka melarikan diri. Setelah Assassin melumpuhkan Yuda, Bejo memerintahkan anak buahnya untuk membunuhnya di tempat lain.

Goto, mendengar kematian Bangun dan pengkhianatan Reza yang diorganisir oleh Bejo, menyatakan perang terhadap geng Bejo dan pasukan polisi korup Reza. Setelah menyelamatkan Rama, Eka yang terluka parah dibawa ke tempat kumuh, mengungkapkan bahwa ia tahu identitas asli Rama dan bahwa ia juga seorang petugas yang menyamar. Sebelum meninggalkan kendaraan untuk Rama, Eka mengarahkan dia untuk “menghabisi mereka semua”. Rama menelepon Bunawar, dan mendapati perang geng sudah tersulut. Marah padaklaim Bunawar bahwa Eka mengkhianati polisi, Rama mendapati bahwa Reza, Target aslinya, sedang bertemu dengan Bejo dan Uco di restoran. Setelah memaksakan janji agar keluarganya diamankan, Rama menerobos ke gudang restoran Bejo dan menghabisi anak buahnya, kemudian melanjutkan untuk menetralisir Bejo, Reza, dan Uco serta mengakhiri perang dan korupsi yang ada.

Sementara Uco dan Bejo bertemu dengan Reza untuk membahas kesepakatan mereka, Uco menemukan sebuah penyadap yang ditanam Rama sebelumnya di dompetnya; ia kemudian menyadari bahwa tato yang dikenakan Bejo mirip dengan tato orang-orang yang menyerangnya di penjara. Setelah menyadari bahwa Bejo awalnya mencoba membunuhnya untuk memicu perang, Uco menyangka Bejo dan Reza berkomplot untuk melawan dia. Sementara itu, Rama berhasil menghabisi pembunuh pribadi Bejo – Hammer Girl (Gadis Palu), Baseball Bat Man (Lelaki Pemukul Kasti), dan Assassin – sebelum mengganggu pertemuan. Bejo melempar senapan ke arah Reza dan menembakkan senapannya pada Rama, tapi Uco menangkap senapan yang dilemparkan dan membunuh Reza. Uco membunuh Bejo, dan mengalihkan perhatiannya untuk menembak Rama yang sudah berlindung, namun Rama berhasil mengalahkan Uco dengan pisau. Uco meninggal di tangan Rama, kemudian Rama yang terluka parah dan kelelahan pergi.

Saat Rama yang terluka perlahan kembali ke pintu keluar gudang, ia bertemu Geng Goto yang dipimpin oleh Keiichi (anak Goto). Sementara itu, Bunawar juga turut mendengarkan. Dialog diam terjadi antara Keiichi dan Rama, yang juga didengar oleh Bunawar dan ia pun mengetahui tentang kejadian malam itu. Keiichi memberikan Rama sebuah seringai menyetujui dan diasumsikan melakukan penawaran ke Rama untuk bergabung dengan pihak Jepang, dan pertukaran antara keduanya berujung dengan Rama hanya menyatakan, “Tidak … cukup..”.

 

Headshot (2016)

Nah ini nih, film garapan Kimo Tjahjanto dan Timo Stamboel diperankan oleh Iko Uwais, Chelsea Islan, Sunny Pang dan Julia Estelle. Dirilis tanggal 8 desember 2016, film ini bercerita tentang Seorang pemuda yang tiba-tiba terbangun dari komanya kaget dengan keadaan disekitarnya. Ia tiba-tiba terbangun disebuah ruangan dengan peralatan medis lengkap dan bukan seorang dokter atau pihak rumah sakit yang merawatnya namun adalah Ainin, mahasiswi kedokteran. Ainin yang telah merawat pemuda itu memberinya nama Ismael. Ismael dirawat Aini karena luka tembak yang ada dikepala serta keadaan Ismael yang babak belur.

Setelah sadar dari komanya Ismael dan Ainin memulai hidup baru. Mengira bahwa semua akan baik-baik saja namun mereka menyadari bahwa masa lalu Ismael kembali mengikutinya, dan menyeret Ainin ke dunia yang kelam. Ainin yang diculik oleh segerombolan kelompok kriminal bernama Lee harus membuat Ismael mengingat kembali kehidupan masa lalunya. Dengan tekad yang kuat, Ismael berusaha menyelamatkan Ainin yang telah membawa kehidupan baru walaupun ia tidak tahu alasan kenapa Aini menyelamatkannya.

 

Ohhh, jadi Ilmu Seni Pencak Silat udah dipake ke layar lebar toh?

 

Wah keren nih film, nonton sekaligus membudaya dengan adanya Seni Pencak Silat yang ditampilkan..

 

Nah, jadi masih mau bilang Pencak Silat itu Kuno? Ya kali haha..

Yuk ikut Pencak Silat, Siapa tau selain jadi atlit, kalian bisa jadi Aktor Laga kaya mereka..