Loading
Loading...
Menu BINUS

Jadi Model Itu Bukan Cuma Soal Face Card, Ini 7 Skill yang Bikin Kamu Dilirik Agency

Kalau kamu masih mikir jadi model itu cukup modal visual, mungkin sekarang saatnya ganti cara pandang. Karena kenyataannya, banyak orang yang super good looking tapi cuma ikut satu photoshoot. Di sisi lain, ada juga model yang wajahnya mungkin nggak memenuhi standar “viral TikTok”, tapi jadwal kerjanya selalu penuh. Kenapa?

Jawabannya sederhana. Agency nggak cuma mencari orang yang enak dilihat. Mereka mencari orang yang enak diajak kerja.

Nah, kira-kira apa aja sih yang bikin seorang model jadi “langsung masuk wishlist” agency?

“Dia Cakep, Tapi…”

Kalimat ini ternyata sering banget terjadi di balik layar.

“Dia cakep, tapi susah diarahkan.”

“Dia bagus, tapi telat terus.”

“Dia fotogenik, tapi ekspresinya itu-itu aja.”

Percaya atau nggak, satu kata “tapi” itu bisa bikin kesempatan berikutnya hilang. Makanya, sebelum sibuk cari angle selfie terbaik, coba cek dulu apakah kamu sudah punya tujuh skill ini.

Kamera Bisa Lihat Kalau Kamu Gugup

Pernah lihat hasil foto yang technically bagus, tapi terasa… kosong?

Biasanya bukan karena kameranya jelek. Tapi karena modelnya belum connect sama kamera. Model profesional tahu kapan harus bermain dengan mata, kapan harus santai, kapan harus terlihat powerful. Mereka nggak sekadar pose, tapi membuat foto terasa punya cerita. Dan kabar baiknya? Skill ini dilatih, bukan diwariskan.

Pose Itu Bahasa Tubuh, Bukan Hafalan TikTok

Kalau semua pose kamu hasil copy-paste dari Pinterest, lama-lama juga akan kelihatan. Agency lebih suka model yang bisa bereksplorasi daripada model yang harus diberi contoh setiap lima detik. Semakin kamu paham tubuhmu sendiri, semakin gampang menciptakan pose yang terlihat natural.

Bisa Nerima Arahan = Nilai Plus Banget

Saat photoshoot berlangsung, semuanya serba cepat.

Fotografer ngomong.

Stylist minta adjustment.

Creative director kasih konsep baru.

Model yang dicari adalah mereka yang langsung ngerti tanpa harus dijelasin berulang kali, karena di industri ini, cepat belajar sama pentingnya dengan tampil bagus.

Attitude Itu Diam-Diam Lagi Dinilai

Hal kecil kayak datang tepat waktu, menyapa semua orang di studio, nggak sibuk main HP saat briefing, sampai mengucapkan terima kasih setelah selesai kerja, kelihatannya sepele. Tapi justru hal-hal kayak gini yang bikin nama kamu diingat, di dunia modeling, reputasi jalan lebih cepat daripada CV.

Confidence Itu Menular

Lucunya, percaya diri bukan berarti ngerasa paling keren. Justru model yang profesional tahu kapan harus tampil maksimal dan kapan harus mendengarkan. Confidence yang sehat bikin kamu kelihatan nyaman di depan kamera, bukan terlihat memaksa untuk jadi pusat perhatian.

Belajar Jalan? Iya, Walaupun Bukan Runway Model

Cara kamu berdiri, berjalan masuk studio, sampai bagaimana kamu membawa postur tubuh ternyata ngaruh banget. Bahkan untuk commercial model sekalipun. Karena sebelum kamera memotret wajahmu, orang-orang sudah lebih dulu melihat cara kamu membawa diri.

Orang yang Berhenti Belajar Biasanya Berhenti Dapat Job

Industri fashion berubah terus. Hari ini tren clean look, besok bisa jadi editorial yang super bold.  Model yang bertahan bukan yang paling sempurna, tapi yang paling mau berkembang. Nonton referensi, ikut workshop, latihan posing, menerima feedback tanpa baper karena semua itu investasi yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar beli outfit baru buat portfolio.

Jadi, Apa yang Sebenarnya Dijual Seorang Model?

Bukan cuma wajah, tinggi badan, ataupun outfit yang dipakai. Yang dijual adalah bagaimana kamu bisa membuat sebuah brand terlihat hidup, menyampaikan cerita lewat kamera, dan menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak bekerja sama, karena pada akhirnya, agency mungkin melirikmu karena penampilan, tapi mereka akan memanggilmu lagi karena skill, attitude, dan profesionalisme yang kamu tunjukkan.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.