{"id":6007,"date":"2026-10-01T12:29:02","date_gmt":"2026-10-01T05:29:02","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/?p=6007"},"modified":"2026-10-01T12:29:02","modified_gmt":"2026-10-01T05:29:02","slug":"kmk-strolling-around","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/2026\/10\/kmk-strolling-around\/","title":{"rendered":"KMK Strolling Around"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>\u00a0KMK Strolling Around\u00a0<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">KMK <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strolling Around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; Napak Tilas Sejarah: Nilai yang Menyatukan dalam Keberagaman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">KMK <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strolling Around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah kegiatan yang terbuka bagi semua orang, mulai dari berbagai agama, bahkan dari luar BINUS. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar agama-agama yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, semua yang berpartisipasi mengenal lebih dalam tentang tata cara beribadah, sejarah rumah ibadah, serta sejarah dari agama pada rumah ibadah tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Masjid Istiqlal<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.56.05.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6008\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.56.05.png\" alt=\"\" width=\"1272\" height=\"722\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">KMK <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strolling Around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dimulai dengan berkumpul di BINUS untuk perjalanan ke rumah ibadah yang pertama yaitu Masjid Istiqlal. Di Masjid Istiqlal, kami dijelaskan oleh Pak Yusuf tentang sejarah Masjid ini. Melalui penjelasan dari Pak Yusuf, kami mengetahui bahwa Masjid Istiqlal adalah Masjid terbesar di Asia Tenggara serta kata \u201cIstiqlal\u201d sendiri berarti merdeka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.57.23.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6009\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.57.23.png\" alt=\"\" width=\"1256\" height=\"616\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masjid Istiqlal juga dibangun di seberang Gereja Katedral Jakarta sebagai bentuk solidaritas antar agama sesuai yang diinginkan presiden saat itu, yaitu Ir. Soekarno. Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama hingga saat ini terus dijaga, salah satunya melalui pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.58.08.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6010\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.58.08.png\" alt=\"\" width=\"1252\" height=\"698\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Gereja Katedral\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.58.23.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6011\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-11.58.23.png\" alt=\"\" width=\"1254\" height=\"552\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah dari Masjid Istiqlal, kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Katedral Jakarta melewati terowongan tersebut. Di Gereja Katedral Jakarta, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk bergantian melakukan eksplorasi museum, menonton teater di museum, serta masuk lewat pintu samping dan pintu utama Gereja Katedral. Untuk eksplorasi museum ada yang dijelaskan oleh<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari Museum Katedral Jakarta dan ada juga yang dijelaskan oleh panitia yang bertugas.\u00a0<\/span><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.02.26.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6012\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.02.26.png\" alt=\"\" width=\"1220\" height=\"604\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di dalam teater ditampilkan video sejarah Gereja Katolik di Indonesia, yang dilanjutkan dengan sejarah Gereja Katedral Jakarta. Seluruh peserta di kelompok juga memiliki kesempatan untuk berdoa sejenak saat masuk ke Gereja Katedral Jakarta lewat pintu belakang atau samping.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.03.05.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6013\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.03.05.png\" alt=\"\" width=\"1242\" height=\"682\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Gereja Sion<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.04.23.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6014\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.04.23.png\" alt=\"\" width=\"1244\" height=\"654\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rumah ibadah selanjutnya adalah Gereja Sion. Disini kami mendapatkan pengetahuan dari dua orang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tour guide<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tour guide<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Gereja Sion merupakan gereja Kristen tertua yang masih berfungsi di Jakarta. Gereja ini selesai dibangun pada tahun 1695 dan masih digunakan secara aktif untuk ibadah hingga hari ini. Awalnya, gereja ini dibangun untuk \u201cKomunitas<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Mardijkers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Gereja ini dulu dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Portugeesche Buitenkerk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (Gereja Portugis Luar Tembok). Rumah ibadah ini diperuntukkan bagi kaum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mardijkers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bekas tawanan perang atau budak asal India dan Melayu yang dibebaskan oleh Belanda setelah mereka berpindah agama ke Protestan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di area gereja ini juga terdapat makam Gubernur Jenderal VOC di halaman dan area dalam gereja terdapat beberapa batu nisan kuno dari era VOC. Salah satunya adalah makam Hendrick Zwaardecroon, Gubernur Jenderal VOC (1718\u20131725) yang secara khusus minta dimakamkan di antara rakyat biasa di gereja tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.06.39.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6015\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.06.39.png\" alt=\"\" width=\"1240\" height=\"652\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di dalam gereja ini masih terdapat organ atau alat musik yang dipakai pada saat ibadah berlangsung dan organ ini umurnya sudah lebih dari 1 abad. Organ pipa antik dari Abad ke-18 ini merupakan organ pipa buatan Egbert Schultz pada tahun 1760. Organ antik bergaya Barok ini masih terawat dan menjadi salah satu organ pipa tertua yang tersisa di Asia Tenggara.<\/span><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.09.10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6016\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.09.10.png\" alt=\"\" width=\"1228\" height=\"686\" \/><\/a><br style=\"font-weight: 400\" \/><br \/>\n<strong>Vihara Dharma Sakti<\/strong><br style=\"font-weight: 400\" \/><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.26.05.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6017\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.26.05.png\" alt=\"\" width=\"1248\" height=\"702\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah dari Gereja Sion, kamu melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir, yaitu Vihara Dharma Sakti. Di dalam Vihara, kami diajak melihat area altar doa utama yang dikelilingi lilin-lilin merah besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.26.19.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6018\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.26.19.png\" alt=\"\" width=\"1246\" height=\"574\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, kami melintasi area altar pemujaan yang menyimpan deretan rupang atau patung Dewa-Dewi (seperti Han Tan Kong dan Dewi Kwan Im) lengkap dengan penomoran di setiap altar untuk memandu urutan sembahyang umat, serta area khusus penghormatan bagi para leluhur dan tokoh terdahulu yang dihormati di vihara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui kegiatan KMK <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Strolling Around <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini, semua peserta dapat mengenal lebih dalam lagi tentang sejarah rumah ibadah dari berbagai agama. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun solidaritas serta toleransi antar agama yang ada.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.28.10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6019\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-01-pukul-12.28.10.png\" alt=\"\" width=\"1224\" height=\"674\" \/><\/a><br style=\"font-weight: 400\" \/><br style=\"font-weight: 400\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0KMK Strolling Around\u00a0 &nbsp; KMK Strolling Around &#8211; Napak Tilas Sejarah: Nilai yang Menyatukan dalam Keberagaman KMK Strolling Around adalah kegiatan yang terbuka bagi semua orang, mulai dari berbagai agama, bahkan dari luar BINUS. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar agama-agama yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, semua yang berpartisipasi mengenal lebih dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,14],"tags":[],"class_list":["post-6007","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles","category-event"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6020,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007\/revisions\/6020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}