    {"id":5018,"date":"2025-08-31T20:04:20","date_gmt":"2025-08-31T13:04:20","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/?p=5018"},"modified":"2025-08-31T20:08:18","modified_gmt":"2025-08-31T13:08:18","slug":"konsili-nicea-325-m-tonggak-awal-definisi-iman-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/2025\/08\/konsili-nicea-325-m-tonggak-awal-definisi-iman-gereja\/","title":{"rendered":"Konsili Nicea (325 M): Tonggak Awal Definisi Iman Gereja"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2025\/08\/Screen-Shot-2025-08-31-at-20.03.02.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5020\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2025\/08\/Screen-Shot-2025-08-31-at-20.03.02.png\" alt=\"\" width=\"322\" height=\"211\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Latar Belakang<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Konsili Nicea adalah konsili ekumenikal pertama dalam sejarah Kekristenan, berlangsung pada tahun 325 Masehi di kota Nicaea (sekarang \u0130znik, Turki).<\/li>\n<li>Diprakarsai oleh Kaisar Konstantinus I dengan tujuan menyatukan Gereja di tengah konflik teologis.<\/li>\n<li>Konflik utama adalah Arianisme, ajaran Arius (imam dari Alexandria) yang menyatakan bahwa Yesus Kristus hanyalah makhluk ciptaan dan bukan Allah sejati.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><br \/>\nPokok Keputusan dan Hasil Konsili<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Penolakan Arianisme\n<ul>\n<li>Arianisme menolak ajaran Trinitas atau Tritunggal dan memandang Kristus sebagai entitas inferior.<\/li>\n<li>Konsili menolak ajaran Arius, mengutuknya sebagai bidah dan menegaskan bahwa Yesus adalah <em>\u201csehakikat (homoousios)\u201d<\/em> dengan Bapa.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Pengakuan Iman Nicea\n<ul>\n<li>Menetapkan bahwa Yesus berbagi hakikat ilahi yang sama dengan Bapa.<\/li>\n<li>Menjadi dasar Kredo Nicea, pengakuan iman resmi Gereja.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><br \/>\nWarisan Abadi dari Konsili Pertama Gereja<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Konsili menghasilkan Kredo Nicea, sebuah formulasi dogmatis yang menegaskan keberadaan Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.<\/li>\n<li>Kredo ini menyatakan bahwa Yesus adalah \u201cAllah dari Allah, Terang dari Terang, Allah sejati dari Allah sejati, dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa\u201d.<\/li>\n<li>Tidak hanya penegasan teologis, konsili juga mencabut klaim bidah dan menyusun anathema (kutukan) terhadap doktrin Arian, termasuk menentang pandangan seperti \u201cada saat Yesus tidak ada\u201d atau \u201cYesus diciptakan\u201d.<\/li>\n<li>Membawa pengaruh dalam bidang Ecclesiological (struktur Gereja) dengan memperkenalkan konsep konsili ekumenikal sebagai forum resmi Gereja untuk mendefinisikan iman dan kebijakan universal, menjadi model konsili-konsili selanjutnya.<\/li>\n<li>Tahun 2025 diperingati sebagai 1.700 tahun Konsili Nicea, dengan rencana kunjungan Paus ke \u0130znik sebagai momentum persatuan umat Kristen.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><br \/>\nAspek Organisasional dan Yuridis<\/strong><\/p>\n<p>Selain aspek doktrinal, Konsili Nicea juga mengesahkan sejumlah keputusan kanonik:<\/p>\n<ul>\n<li>Menetapkan tanggal seragam untuk perayaan Paskah<\/li>\n<li>Mengatur tata cara penahbisan uskup<\/li>\n<li>Mengatur larangan peminjaman uang oleh rohaniwan<\/li>\n<li>Menetapkan otoritas istimewa dari keuskupan seperti Alexandria dan Yerusalem<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><br \/>\nPeran Konstantinus dan Konteks Politik<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kaisar Konstantinus memfasilitasi konsili dan memimpin pembukaan sidang, meski dirinya masih dalam proses pembaptisan.<\/li>\n<li>Konsili menunjukkan eratnya hubungan antara politik dan agama dalam usaha menjaga kesatuan dan stabilitas kekaisaran.<\/li>\n<li>Meski Konsili mengecam Arianisme, perdebatan ini tetap berlanjut beberapa dekade setelahnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><br \/>\nDampak Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n<p>Konsili Nicea tahun 325 Masehi adalah tonggak utama dalam sejarah Gereja yang menyatukan teologi tentang sifat Kristus, memperkenalkan Kredo Nicea yang masih digunakan hingga kini, serta meneguhkan model konsili sebagai sarana penegasan iman universal. Pengaruhnya masih terasa hingga sekarang, ditandai dengan peringatan 1.700 tahun yang dirayakan dalam konteks persatuan antar-denominasi.<\/p>\n<p><strong>Syahadat Nicea (325 M)<\/strong><\/p>\n<p>Aku percaya akan satu Allah,<br \/>\n<!--more--><\/p>\n<p>Bapa yang mahakuasa,<br \/>\npencipta langit dan bumi,<br \/>\ndan segala sesuatu yang kelihatan<br \/>\ndan tak keliatan;<br \/>\ndan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br \/>\nPutra Allah yang tunggal.<br \/>\nIa lahir dari Bapa sebelum segala abada,<br \/>\nAllah dari Allah,<br \/>\nTerang dari Terang,<br \/>\nAllah benar dari Allah benar.<br \/>\nIa dilahirkan, bukan dijadikan,<br \/>\nsehakikat dengan Bapa;<br \/>\nsegala sesuatu dijadikan oleh-Nya.<br \/>\nIa turun dari surga untuk kita manusia<br \/>\nDan untuk keselamatan kita.<br \/>\nIa dikandung dari Roh Kudus,<br \/>\nDilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.<br \/>\nIa pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;<br \/>\nIa menderita sampai wafat dan dimakamkan.<br \/>\nPada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.<br \/>\nIa naik ke surga, duduk di sisi Bapa.<br \/>\nIa akan kembali dengan mulia,<br \/>\nmengadili orang yang hidup dan yang mati;<br \/>\nkerajaan-Nya takkan berakhir.<br \/>\naku percaya akan Roh Kudus,<br \/>\nIa Tuhan yang menghidupkan;<br \/>\nIa berasal dari Bapa dan Putra,<br \/>\nYang serta Bapa dan Putra,<br \/>\ndisembah dan dimuliakan;<br \/>\nIa bersabda dengan perantaraan para nabi.<br \/>\naku percaya akan Gereja<br \/>\nyang satu, kudud, katolik dan apostolic.<br \/>\naku mengakui satu pembaptisan<br \/>\nakan penghapusan dosa.<br \/>\naku menantikan kebangkitan orang mati<br \/>\ndan hidup di akhirat.<br \/>\namin.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Encyclopaedia Britannica \u2013 Penjelasan lengkap tentang Arianisme, peran Konstantinus, dan penggunaan homoousios. <u><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/event\/First-Council-of-Nicaea-325\">https:\/\/www.britannica.com\/event\/First-Council-of-Nicaea-325<\/a><\/u><\/li>\n<li>Wikipedia (First Council of Nicaea) \u2013 Rincian Kredo, anatema, dan eksil Arius jika menolak konsili. <u><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/First_Council_of_Nicaea\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/First_Council_of_Nicaea<\/a><\/u><\/li>\n<li>Catholic News Agency \u2013 Penekanan warisan Kredo dan kesatuan Kristen 1.700 tahun kemudian. <u><a href=\"https:\/\/www.catholicnewsagency.com\/news\/264539\/the-council-of-nicaea-1700-years-of-christian-unity-amid-division\">https:\/\/www.catholicnewsagency.com\/news\/264539\/the-council-of-nicaea-1700-years-of-christian-unity-amid-division<\/a><\/u><\/li>\n<li>Vatican News \/ CNEWA \u2013 Perspektif ekumenis dan pembentukan konsili sebagai institusi gerejawi. <u><a href=\"https:\/\/www.vaticannews.va\/en\/church\/news\/2025-05\/cnewa-nicaea-evolution-ecumenism-1700-christian-unity.html\">https:\/\/www.vaticannews.va\/en\/church\/news\/2025-05\/cnewa-nicaea-evolution-ecumenism-1700-christian-unity.html<\/a><\/u><\/li>\n<li>Iman Katolik \u2013 Syahadat Panjang \/ Syahadat Nicea-Konstantinopel. <a href=\"https:\/\/www.imankatolik.or.id\/credotrente.html\">https:\/\/www.imankatolik.or.id\/credotrente.html<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang Konsili Nicea adalah konsili ekumenikal pertama dalam sejarah Kekristenan, berlangsung pada tahun 325 Masehi di kota Nicaea (sekarang \u0130znik, Turki). Diprakarsai oleh Kaisar Konstantinus I dengan tujuan menyatukan Gereja di tengah konflik teologis. Konflik utama adalah Arianisme, ajaran Arius (imam dari Alexandria) yang menyatakan bahwa Yesus Kristus hanyalah makhluk ciptaan dan bukan Allah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":5019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-5018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5018"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5022,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5018\/revisions\/5022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}