    {"id":4642,"date":"2025-05-02T01:21:02","date_gmt":"2025-05-01T18:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/?p=4642"},"modified":"2025-07-29T20:33:47","modified_gmt":"2025-07-29T13:33:47","slug":"ferula-tongkat-simbolik-paus-dalam-tradisi-gereja-katolik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/2025\/05\/ferula-tongkat-simbolik-paus-dalam-tradisi-gereja-katolik\/","title":{"rendered":"Ferula: Tongkat Simbolik Paus dalam Tradisi Gereja Katolik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><b><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2025\/05\/Pope_Francis_with_ferula_cropped.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4643\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2025\/05\/Pope_Francis_with_ferula_cropped.jpg\" alt=\"\" width=\"356\" height=\"409\" \/><\/a><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Ferula<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> adalah tongkat liturgis yang secara eksklusif digunakan oleh Paus, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Tidak seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400\">tongkat gembala<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crosier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) yang melengkung di bagian atas dan umum digunakan oleh para uskup serta patriark untuk melambangkan peran mereka sebagai gembala umat di wilayah keuskupan masing-masing, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ferula<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki ciri khas berupa <\/span><span style=\"font-weight: 400\">salib di ujungnya<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, biasanya berbentuk lurus yang menandakan otoritas universal Paus sebagai penerus Santo Petrus dan pemimpin spiritual seluruh Gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Sejarah Singkat Ferula<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan ferula dalam liturgi kepausan sebenarnya baru dikenal secara luas sejak abad ke-16. Sebelumnya, Paus tidak menggunakan tongkat apa pun dalam perayaan liturgi. Dalam tradisi kuno, Paus lebih sering duduk di atas tahta dengan lambang-lambang otoritas seperti tiara atau pallium, sementara tongkat gembala dianggap tidak sesuai karena tidak memimpin wilayah keuskupan tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, seiring perkembangan liturgi dan simbolisme dalam Gereja Katolik, ferula mulai diperkenalkan sebagai lambang kepemimpinan rohani Paus. Perubahan paling mencolok terjadi pada Konsili Vatikan II (1962\u20131965), ketika Paus Paulus VI memperkenalkan desain ferula modern yang sangat khas, berbentuk salib lurus dengan Kristus yang menderita, karya seniman Lello Scorzelli. Desain ini menjadi ikon melalui penggunaannya oleh Paus Yohanes Paulus II dalam hampir semua misa dan peristiwa penting selama masa kepausannya yang panjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Simbolisme dan Makna<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ferula bukan hanya simbol kekuasaan atau jabatan, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Salib yang menghiasi ujung ferula mengingatkan bahwa kepemimpinan Kristiani bukan tentang kekuasaan duniawi, melainkan tentang pelayanan, pengorbanan, dan cinta kasih yang ditunjukkan oleh Kristus di kayu salib. Ferula membawa pesan bahwa Paus, sebagai pemimpin Gereja, adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">servus servorum Dei<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, hamba dari para hamba Allah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahan dan desain ferula juga menyampaikan pesan tertentu. Paus Benediktus XVI, misalnya, memilih ferula bergaya Barok dari abad ke-19 yang terbuat dari logam berlapis emas, yang memberikan kesan kemegahan tradisional Gereja. Sementara itu, Paus Fransiskus kadang menggunakan ferula yang lebih sederhana, sesuai dengan visi kepausannya yang menekankan kerendahan hati, kesederhanaan, dan kedekatan dengan umat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penggunaan Liturgis<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ferula digunakan dalam perayaan-perayaan liturgis yang dipimpin oleh Paus, terutama saat prosesi masuk dan keluar dari altar, serta dalam pemberkatan. Ferula juga digunakan dalam kesempatan khusus seperti pelantikan Paus, misa-misa besar di Basilika Santo Petrus, dan perayaan-perayaan besar seperti Natal, Paskah, dan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus. Tongkat ini tidak digunakan saat Paus hanya hadir tanpa memimpin misa secara langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Ferula dalam Perspektif Teologis dan Budaya<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam teologi Katolik, setiap elemen liturgi memiliki makna. Ferula menjadi pengingat akan identitas Paus bukan hanya sebagai pemimpin administratif Gereja, tetapi sebagai gembala universal yang menuntun umat dalam iman kepada Kristus. Kehadiran ferula juga memperlihatkan kesinambungan sejarah Gereja, dari para rasul hingga para Paus modern, yang menjalankan misi untuk menjadi tanda kasih dan kehadiran Kristus di dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tongkat ini pun menjadi objek perhatian budaya dan seni. Beberapa ferula disimpan di Vatikan dan ditampilkan dalam pameran-pameran, menunjukkan kekayaan artistik dan spiritual dari peralatan liturgis Gereja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Vatican News. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Papal Ferula: History and Meaning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><a href=\"https:\/\/www.vaticannews.va\">\u00a0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">New Advent Catholic Encyclopedia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ferula<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Libreria Editrice Vaticana. (2006). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Symbols of the Papacy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Britannica, T. Editors of Encyclopaedia. &#8220;Crosier&#8221;. Encyclop\u00e6dia Britannica.<\/span><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/topic\/crosier\">\u00a0<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ferula adalah tongkat liturgis yang secara eksklusif digunakan oleh Paus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma. Tidak seperti tongkat gembala (crosier) yang melengkung di bagian atas dan umum digunakan oleh para uskup serta patriark untuk melambangkan peran mereka sebagai gembala umat di wilayah keuskupan masing-masing, ferula memiliki ciri khas berupa salib di ujungnya, biasanya berbentuk lurus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":4943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-4642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4642"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4651,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions\/4651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}