    {"id":4059,"date":"2022-10-13T08:08:25","date_gmt":"2022-10-13T01:08:25","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/?p=4059"},"modified":"2022-10-13T08:10:05","modified_gmt":"2022-10-13T01:10:05","slug":"penampakan-bunda-maria-di-guadalupe-mexico-5-penampakan-bunda-maria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/2022\/10\/penampakan-bunda-maria-di-guadalupe-mexico-5-penampakan-bunda-maria\/","title":{"rendered":"PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI GUADALUPE, MEXICO | 5 PENAMPAKAN BUNDA MARIA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setiap tanggal 12 Desember, Gereja Katolik memperingati kisah penampakan Bunda Maria Guadalupe. Kisah penampakan ini menjadi salah satu peristiwa iman yang sangat terkenal, banyak mujizat penyembuhan yang terjadi disana. Kisah penampakan ini bermula dari<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, duda berusia 57 tahun yang tinggal tidak jauh di sebuah bukit, bagian barat laut Kota Mexico, pada hari sabtu, 9 Desember 1531. Bunda Maria menampakkan diri-Nya kepada Juan Diego sebanyak empat kali. Pada penampakan yang pertama, Bunda Maria meminta agar gereja didirikan di bukit bagian barat laut Kota Mexico. Juan Diego menuruti pesan Bunda dan bergegas pergi menemui uskup<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Juan de Zumarraga<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> di kota besar Mexico. Akan tetapi, permintaannya tidak digubris sama sekali oleh sang Uskup. Dia kembali pada hari yang sama, langsung ke puncak bukit, bertemu <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Bunda Maria<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> yang sedang menunggunya, di titik yang sama dimana dia melihatnya pertama kali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada penampakan yang kedua ini, sekali lagi dengan rendah hati, Bunda Maria meminta agar Juan Diego keesokan harinya berbicara kepada bapak Uskup untuk membangun gereja di bukit itu. Menjelang jam 10, setelah misa, dengan cepat Juan Diego menuju tempat kediaman Paus. Sambil berlutut, ia menguraikan pesan Bunda, agar uskup mendirikan gereja di lokasi yang dikehendaki Sang Bunda. Meskipun dia sudah menjelaskan sosok wanita itu dengan lengkap dan segala sesuatu yang sudah dilihatnya, namun bapak uskup masih meminta bukti dan tanda. Bapak uskup memerintahkan orang kepercayaannya membuntuti kemana <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> pergi untuk mencari tahu tentang siapa yang dia lihat dan dengan siapa dia bicara. Ketika menyeberangi jembatan Tepeyac, sekonyong-konyong<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 hilang dari pandangan mereka. Mereka sudah mencari kemana-mana, tetapi Juan Diego tidak ditemukan. Kemudian, mereka berusaha meyakinkan bapak uskup agar tidak mempercayai kesaksian <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Mereka menuduhnya telah berbohong dan curang. Dalam penampakan yang ketiga ini,<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> menyampaikan jawaban bapak uskup tentang meminta bukti dan tanda. Mendengar hal itu, bunda Maria memintanya untuk datang keesokan harinya dan membawa tanda yang diminta oleh bapak Uskup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2022\/10\/cq5dam.thumbnail.cropped.1500.844.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4060 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-content\/uploads\/sites\/29\/2022\/10\/cq5dam.thumbnail.cropped.1500.844.jpeg\" alt=\"\" width=\"476\" height=\"354\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">(Sumber:<\/span><a href=\"https:\/\/penakatolik.com\/2018\/12\/12\/kisah-bunda-maria-dari-guadalupe-yang-dirayakan-tanggal-12-desember\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/penakatolik.com\/2018\/12\/12\/kisah-bunda-maria-dari-guadalupe-yang-dirayakan-tanggal-12-desember\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada penampakan yang keempat, Bunda Maria memberikan mawar Castilian yang sangat indah untuk diberikan kepada bapak uskup.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Bunda Maria<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> mengambil bunga-bunga itu dengan tangannya dan meletakkan kembali ke dalam mantel Juan Diego. Mawar itu menjadi bukti dan tanda agar bapak uskup percaya. Juan Diego pun menuju istana uskup dengan membawa bunga mawar dalam mantelnya dengan hati-hati agar tidak ada satu pun yang jatuh dari mantelnya. Ketika tiba di istana uskup, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> ditemui kepala rumah tangga uskup dan pelayan lainnya. Mereka tidak mengizinkan, bahkan sama sekali tidak mendengarkan dia.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> berlutut di hadapan uskup dan menceritakan apa yang telah dialaminya, juga pesan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Bunda Maria<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> agar didirikan baginya sebuah gereja di tempat penampakan. Di depan bapak uskup, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> membentangkan mantel putihnya, lalu menghamburkan bunga mawar Castilla ke lantai. Sesuatu yang ajaib terjadi. Tiba-tiba tampak gambar <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Bunda Maria<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> terlukis indah pada mantel <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Juan Diego<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Pada mantelnya, terlukis sosok Bunda Maria mengenakan jubah berwarna merah jambu dengan sulaman bunga-bunga berbenang emas. Tepian leher dan lengan bajunya dilapisi kulit berbulu halus yang putih bersih. Melihat itu, uskup dan semua yang ada di situ\u00a0 berlutut dan takjub. Bapak uskup, dengan berurai air mata, berdoa dan meminta maaf karena selama ini tidak memenuhi permintaan Sang Bunda. Lalu bapak Uskup mengambil gambar itu untuk diletakkan di dalam kapel. Lukisan Santa Perawan Maria dari Guadalupe di Mexico City yang didirikan pada tahun 1977.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/katolikpedia.id\/penampakan-bunda-maria-guadalupe\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/katolikpedia.id\/penampakan-bunda-maria-guadalupe\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.katolikku.com\/news\/pr-1612129382\/kronologi-peristiwa-penampakan-bunda-maria-dari-guadalupe-490-tahun-lalu?page=4\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.katolikku.com\/news\/pr-1612129382\/kronologi-peristiwa-penampakan-bunda-maria-dari-guadalupe-490-tahun-lalu?page=4<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Divisi Liturgi KMK BINUS<\/p>\n<p>Peninjau: Divisi Medkom KMK BINUS<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tanggal 12 Desember, Gereja Katolik memperingati kisah penampakan Bunda Maria Guadalupe. Kisah penampakan ini menjadi salah satu peristiwa iman yang sangat terkenal, banyak mujizat penyembuhan yang terjadi disana. Kisah penampakan ini bermula dari Juan Diego, duda berusia 57 tahun yang tinggal tidak jauh di sebuah bukit, bagian barat laut Kota Mexico, pada hari sabtu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":4061,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-4059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4059"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4063,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4059\/revisions\/4063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}