    {"id":309,"date":"2016-03-24T19:05:03","date_gmt":"2016-03-24T12:05:03","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/?p=309"},"modified":"2016-04-05T01:40:01","modified_gmt":"2016-04-04T18:40:01","slug":"tahun-kerahiman-ilahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/2016\/03\/tahun-kerahiman-ilahi\/","title":{"rendered":"Tahun Kerahiman Ilahi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Tahun Kerahiman Ilahi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tema tahun kerahiman ilahi saat ini adalah \u201cBermurah hati seperti Bapa.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Paus Fransiskus, dengan Bulla (surat ketetapan) yang berjudul \u201cMisericordiae Vultus\u201d atau \u201cWajah Kerahiman,\u201d menetapkan tanggal 8 Desember 2015 sebagai pembukaan tahun Yubileum Kerahiman Ilahi sampai tanggal 20 November 2016.\u00a0Tema tahun kerahiman ilahi adalah \u201cBermurah hati seperti Bapa.\u201d Tujuannya sangat jelas yaitu \u201cundangan untuk mengikuti teladan Bapa yang murah hati yang meminta kita tidak menghakimi atau menghukum tetapi mengampuni serta memberi kasih dan pengampunan tanpa batas,\u201d sebagaimana dikatakan uskup agung Fisichella tertanggal 5 Maret 2015. Paus Fransiskus mengumumkan pada bulan Maret 2015 niatnya untuk memberitakan sebuah tahun suci sebagai cara bagi gereja untuk \u201cmembuat lebih jelas perutusannya untuk menjadi saksi kerahiman.\u201d Salah satu cara yang diinginkan Paus Fransiskus untuk menunjukkan \u201ckeprihatinan keibuan Gereja\u201d adalah mengirimkan \u201cpara misionaris kerahiman\u201d \u2013 yaitu, para imam khusus yang dipilih yang telah diberikan \u201cwewenang untuk mengampuni bahkan dosa-dosa disediakan untuk Takhta Suci.\u201d Hendaknya tahun suci ini digunakan untuk peziarahan iman menuju pertobatan untuk mendapatkan kerahiman ilahi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tindakan simbolik yang dilakukan adalah membuka pintu. Selama berabad-abad, pintu-pintu dibuka dengan sebuah palu perak, bukan sebuah kunci. Ketika Paus Yohanes Paulus II pintu suci dibuka dengan didorong dua tangan. Apa artinya membuka pintu? Pintu Kudus dapat melacak kembali ke praktek pertobatan publik Kristiani kuno ketika orang-orang berdosa diberi penitensi publik sebelum menerima pengampunan. Para pendosa tidak diizinkan untuk memasuki gereja sebelum menyelesaikan penebusan dosa, tetapi mereka sungguh-sungguh disambut kembali ketika penebusan dosa mereka terpenuhi. Hingga hari ini, para peziarah Tahun Suci memasuki basilika melalui Pintu Suci sebagai tanda pertobatan mereka dan kembali berkomitmen untuk sebuah kehidupan iman. Baik pembukaan maupun penutupan Pintu Suci berlangsung dengan upacara resmi untuk menandai periode waktu yang disisihkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menyucikan jiwa mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Para peziarah yang sungguh-sungguh mendekati kerahiman ilahi dengan berdoa, berziarah dan mengunjungi gereja-gereja yang ditetapkan untuk perayaan Tahun Kerahiman Ilahi ini akan mendapatkan indulgensi penuh atau sebagian untuk penghapusan akibat-akibat dosa-dosa mereka bagi mereka sendiri atau kerabat yang sudah meninggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Sumber :\u00a0http:\/\/www.santoyakobus.org\/2015\/2016\/01\/tahun-kerahiman-ilahi-dan-indulgensi\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun Kerahiman Ilahi Tema tahun kerahiman ilahi saat ini adalah \u201cBermurah hati seperti Bapa.\u201d Paus Fransiskus, dengan Bulla (surat ketetapan) yang berjudul \u201cMisericordiae Vultus\u201d atau \u201cWajah Kerahiman,\u201d menetapkan tanggal 8 Desember 2015 sebagai pembukaan tahun Yubileum Kerahiman Ilahi sampai tanggal 20 November 2016.\u00a0Tema tahun kerahiman ilahi adalah \u201cBermurah hati seperti Bapa.\u201d Tujuannya sangat jelas yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":371,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=309"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":311,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309\/revisions\/311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}