    {"id":118,"date":"2016-03-08T17:36:26","date_gmt":"2016-03-08T10:36:26","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/?p=118"},"modified":"2016-03-08T17:36:26","modified_gmt":"2016-03-08T10:36:26","slug":"metatah-atau-tradisi-potong-gigi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/2016\/03\/08\/metatah-atau-tradisi-potong-gigi\/","title":{"rendered":"Metatah atau Tradisi Potong Gigi"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2016\/03\/potong-gigi.png\" rel=\"attachment wp-att-119\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-119\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2016\/03\/potong-gigi.png\" alt=\"potong gigi\" width=\"672\" height=\"448\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dalam tradisi agama\u00a0<a href=\"http:\/\/inputbali.com\/tag\/hindu\">Hindu<\/a>\u00a0di\u00a0<a href=\"http:\/\/inputbali.com\/tag\/bali\">Bali<\/a>\u00a0pada khususnya, ketika seorang anak mulai menginjak usia remaja atau sudah \u00a0dewasa wajib melaksanakan Upacara Potong Gigi. Upacara Potong Gigi atau yang biasanya juga disebut dengan istilah Mepandes,Metatah atau Mesangih merupakan\u00a0upacara yang bermakna untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu dalam diri manusia.<\/p>\n<p><em>Sad Ripu<\/em>\u00a0adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat\u00a0asubha karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia\u00a0itu sendiri, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li><em>Kama,<\/em><em>sifat penuh nafsu indriya.<\/em><\/li>\n<li><em>Lobha,<\/em><em>sifat loba dan serakah.<\/em><\/li>\n<li><em>Krodha,<\/em><em>sifat kejam dan pemarah.<\/em><\/li>\n<li><em>Mada,<\/em><em>sifat mabuk dan kegila-gilaan<\/em><\/li>\n<li><em>Moha,<\/em><em>sifat bingung dan angkuh.<\/em><\/li>\n<li><em>Matsarya,<\/em><em>sifat dengki dan irihati.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri Fisik Siap Metatah<\/strong><\/p>\n<p>Upacara Potong Gigi merupakan bagian dari <em>Manusa Yadnya<\/em>, yang pada hakikatnya jika ciri-cirinya secara fisik sudah menginjak remaja dapat\u00a0melaksanakan Upacara Potong Gigi. Ciri- cirinya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pada wanita dapat dilakukan setelah mendapatkan menstruasi yang pertama.<\/li>\n<li>Pada\u00a0pria dapat dilakukan setelah mengalami perubahan suara.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ciri-ciri tersebut dapat dijadikan landasan awal bahwa si anak sudah siap untuk Metatah akan tetapi tidak diharuskan pada saat itu juga, karena harus ditunjang dari kesiapan finansial juga.<\/p>\n<h4>Tujuan Upacara Potong Gigi<\/h4>\n<p>Ada beberapa tujuan dari Upacara Potong Gigi yang tidak kalah penting untuk diketahui, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghilangkan kotoran diri dalam wujud <em>kala<\/em>, <em>bhuta<\/em>, <em>pisaca<\/em> dan raksasa dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak <em>Sad Ripu<\/em> sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati.<\/li>\n<li>Untuk dapat bertemu kembali dengan bapak dan ibu yang telah berwujud suci.<\/li>\n<li>Untuk menghindari hukuman didalam neraka nanti yang dijatuhkan oleh <em>Bhatara<\/em> <em>Yamadipati<\/em> berupa mengigit pangkal bambu petung. Hal ini tertera dalam Lontar\u00a0<em>Atmaprasangsa<\/em>.<\/li>\n<li>Memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi manusia yang sejati.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><\/h4>\n<h4>Susunan Upacara Potong Gigi<\/h4>\n<p>Berdasarkan ketentuan dalam lontar Dharma Kahuripan dan lontar Puja Kalapati, bahwa tahapan upacara potong gigi disebutkan sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li><em>Magumi <\/em>padangan, Upacara ini juga di sebut mesakapan kepawon dan dilaksanakan di dapur.<\/li>\n<li><em>Nekeb<\/em>, Upacara ini dilakukan di meten atau di gedong<\/li>\n<li><em>Mabyakala<\/em>, Ini dilakukan di halaman rumah di depan meten atau gedong.<\/li>\n<li>Ke <em>Merajan<\/em>, atau tempat suci di dalam rumah. Urut \u2013 urutan upacara di merajan yaitu : Mohon penugrahan kepada <em>Bhatara<\/em> <em>Hyang<\/em> <em>Guru<\/em>, Menyembah Ibu dan Bapak, <em>Ngayab<\/em> <em>caru<\/em> <em>ayam<\/em> <em>putih<\/em>, Mohon tirta (air suci) kepada <em>Bhatara Hyang Guru<\/em>, <em>Ngerajah<\/em> <em>gigi<\/em> (Menulis gigi dengan <em>wijaksara<\/em>) dan Di pahat taringnya secara tiga kali.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menuju ketempat potong gigi, Urut \u2013 urutan upacaranya :<\/p>\n<ul>\n<li>Sembahyang kepada <em>Bhatara Surya<\/em> dan kepada <em>Bhatara Sang Hyang Semara Ratih<\/em> dan mohon tirtha kepada beliau berdua.<\/li>\n<li><em>Ngayab banten<\/em> pengawak di <em>bale dangin<\/em>,<\/li>\n<li><em>Metatah<\/em> atau memotong \/ mengasah dua buah taring dan empat buah gigi seri pada rahang atas dan Turun dari tempat potong gigi, jalannya ke hilir dengan menginjak <em>banten paningkeb<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kembali ke <em>meten \/ gedong tempat ngekeb<\/em>. Bila ingin berganti pakaian, sekarang bias dilakukan <em>mejaya \u2013 jaya<\/em> di <em>merajan<\/em>. Urutan upacaranya :<\/p>\n<ul>\n<li><em>Mabyakala<\/em><\/li>\n<li>Sembahyang kepada : <em>Bhatara Surya<\/em>, Leluhur dan <em>Bhatara Samudaya<\/em>.<\/li>\n<li>Menuju ke hadapan <em>Sang Muput Upacara<\/em>, disini dilakukan <em>meeteh \u2013 eteh<\/em> persediaan : <em>prayascita, Pangrabodan, Ngayab pungun \u2013 pungun dan pajejiwan, Matirtha penglukatan, pebersihan dan kekuluh, Mejaya \u2013 jaya, Ngayab banten otonan, Ngayab banten pawinten-digunakan dan Mapadamel<\/em><\/li>\n<li>Kembali ke <em>meten\/gedong <\/em>tempat <em>ngekeb<\/em>.<\/li>\n<li><em>Mapinton<\/em> ke Pura Kahyangan Tiga, ke Pura Kawitan dan ke Pura lainnya yang menjadi pujaannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hal penting yang dapat disimpulkan dan perlu diingat ialah tujuan dari upacara ini untuk meminimalkan sifat negatif dari orang yang bersangkutan, akan tetapi tidak\u00a0berarti bahwa setelah upacara ini dilakukan orang itu sifatnya akan menjadi sepenuhnya baik . Semua kembali kepada pribadi masing-masing setiap orang. Apakah mempunyai dasar dan keinginan yang kuat dalam merubah diri menjadi pribadi\u00a0yang lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Sumber:<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/inputbali.com\/budaya-bali\/memahami-makna-dan-tujuan-upacara-potong-gigi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam tradisi agama\u00a0Hindu\u00a0di\u00a0Bali\u00a0pada khususnya, ketika seorang anak mulai menginjak usia remaja atau sudah \u00a0dewasa wajib melaksanakan Upacara Potong Gigi. Upacara Potong Gigi atau yang biasanya juga disebut dengan istilah Mepandes,Metatah atau Mesangih merupakan\u00a0upacara yang bermakna untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu dalam diri manusia. Sad Ripu\u00a0adalah enam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[19,18,20],"class_list":["post-118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-binus","tag-kmh","tag-potong-gigi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":121,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions\/121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}