TAT TWAM ASI SEBAGAI LANDASAN MORAL BERMASYARAKAT

Written By : Ni Putu Sinta Maharani

Hindu merupakan agama yang kaya dengan ajaran luhur dan bersumber dari kitab suci Veda. Ajaran tersebut hingga saat ini masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Ajaran luhur itu dijadikan sebagai landasan dalam setiap perilaku umatnya sehingga dapat tercipta kehidupan yang rukun, tentram dan damai. Terdapat sebuah ajaran Hindu yang dapat dijadikan sebagai landasan moral dalam keseharian Umat Hindu yaitu Tattwam Asi. Tattwam Asi merupakan sebuah ajaran dasar dari tata susila Agama Hindu dalam mencapai perbaikan moral dan digunakan sebagai landasan membentuk sikap saling asih, saling asah, dan saling asuh.

Kitab Atharwaveda XII.1.45 menyebutkan “Jnanam bibharati bahudha vivacasam, Naandharmanam prthivi yathaikasam, Sahasram dhara dravinasya meduham, Dhraveva dhenuranapasphuranti” yang artinya berikanlah penghargaan kepada bangsamu yang menganut berbagai kepercayaan yang berbeda. Hargailah mereka yang tinggal bersama di bumi pertiwi ini. Bumi yang memberikan keseimbangan bagaikan sapi yang memberi susunya kepada umat manusia. Demikian, ibu pertiwi memberikan kebahagiaan yang melimpah kepada umatnya.

Tat Twam Asi sebagai landasan moral untuk saling asah yaitu setiap manusia memiliki kesetaraan derajat, di mana tidak ada manusia yang memiliki derajat yang lebih rendah atau tinggi. Saling Asih berarti mengasihi setiap ciptaan tuhan karena adanya jiwatman. Saling Asuh yaitu menjaga, merawat, dan membimbing sesama manusia atau mahluk lainnya atas dasar adanya jiwatman yang berada dalam diri setiap mahluk. Maka, kita sebagai Umat Hindu yang baik seharusnya berpegangan teguh terhadap Tat Twam Asi sebagai pedoman kita dalam bermasyarakat.

 

Ni Putu Sinta Maharani