    {"id":590,"date":"2016-09-28T15:24:41","date_gmt":"2016-09-28T08:24:41","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=590"},"modified":"2016-09-30T14:31:53","modified_gmt":"2016-09-30T07:31:53","slug":"mengapa-dan-bagaimana-kita-bersyukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2016\/09\/mengapa-dan-bagaimana-kita-bersyukur\/","title":{"rendered":"Mengapa dan Bagaimana Kita Bersyukur"},"content":{"rendered":"<p>Oleh : Randy Tunggeleng, S.E, CPS, CT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kata \u201c Bersyukur \u201c sudah sering kita dengar tetapi kita belum mengerti apa sesungguhnya arti dari kata Bersyukur tersebut. Kadang kalanya kita juga menyalahgunakan kata bersyukur itu contohnya untuk mengejek teman kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Disebuah kerajaan hidup seorang baginda raja yang sangat senang berburu. Setiap ia berburu ia tidak pernah sendirian. Ia selalu bersama seorang penasehat kepercayaannya. Lalu pada saat ia pergi berburu kelingking baginda raja terluka lalu putus. Dan ini membuat sang baginda raja sedih karena baginda telah cacat dan kehilangan 1 kelingkingnya. Lalu penasehat itu mencoba untuk membuat sang baginda tersenyum dan lupa kecacatannya tetapi penasehat tesebut gagal. Sang baginda masih sangat sedih. Lalu penasehat itu memikirkan cara lain yang menurutnya akan mempan untuk mengembalikan senyumnya sang baginda. Tetapi baginda malah marah. Karena<br \/>\nkemarahannya tersebut membuat penasehat dipenjara oleh baginda.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Bertahun-tahun berlalu baginda pun sudah mulai lupa dan terbiasa menggunakan 9 jari tangan saja dan itu tidak membuat sang baginda kapok untuk pergi berburu. Lalu sang baginda pergi beburu dengan penasehat yang baru dan sesampainya dihutan ada lagi kejadin aneh yang menimpa baginda. Ada sekumpulan suku primitif yang sedang melakukan ritual penyembahan kepada dewa. Yang pantas disembahkan yaitu hanya orang-orang yang sempurna tidak ada cacat sedikitpun. Saat baginda ingin menyembahkan dirinya sebagai persembahan suku primitif itu melihat tangan baginda yang tidak sempurna. Lalu suku primitif itu mengusir sang baginda dan baginda pulang ke istana sendirian karena penasehat yang baru tersebut sudah menjadi persembahan untuk para dewa. Sekembalinya ke istana sang baginda lalu menyuruh pegawal untuk membebaskan penasehat yang pertama. Dan baginda meminta maaf dan menyesal.<\/p>\n<p>Mengapa harus Bersyukur ?<br \/>\nKarena semua yang terjadi pada diri kita sudah merupakan YANG TERBAIK untuk kita.<br \/>\nPenyebabnya karna karma kita sendiri tetapi di kejadian yang bersamaan kita dilindungi oleh karma kita.<\/p>\n<p>Yang paling penting ada 3 faktor yang harus disyukuri :<br \/>\n1. Terlahir sebagai manusia &#8211; special karena tidak semua makhluk bisa terlahir di alam ini.<br \/>\n2. Masih hidup &#8211; karena kita masih bisa melakukan banyak kebaikan.<br \/>\n3. Berjodoh dengan Buddha Dhamma &#8211; Buddha Dhamma mengajarkan hukum<br \/>\nuniversal<\/p>\n<p>Bagaimana kita bersyukur ??<br \/>\nBukan dengan cara berfoya-foya saat sedang berhasil &#8211; dalam agama buddha<br \/>\ntidak dianjurkan dengan cara sombong atau berfoya-foya<\/p>\n<p>Bukan dengan sikap pasrah saat sedang susah &#8211; sang buddha tidak mengajarkan<br \/>\nkita jadi orang yang pesimis tapi sang buddha mengajarkan kita menjadi orang yang<br \/>\nrealistis dan cenderung optimis.<\/p>\n<blockquote style=\"text-align: center\"><p>\u201c BERPIKIR POSITIF DAN MERASA PUAS \u201c<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"color: salmon\">Peringkas : Juliza Martha H.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Randy Tunggeleng, S.E, CPS, CT &nbsp; Kata \u201c Bersyukur \u201c sudah sering kita dengar tetapi kita belum mengerti apa sesungguhnya arti dari kata Bersyukur tersebut. Kadang kalanya kita juga menyalahgunakan kata bersyukur itu contohnya untuk mengejek teman kita. Disebuah kerajaan hidup seorang baginda raja yang sangat senang berburu. Setiap ia berburu ia tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-590","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=590"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":618,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions\/618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}