{"id":5364,"date":"2026-10-01T16:38:25","date_gmt":"2026-10-01T09:38:25","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=5364"},"modified":"2026-10-01T16:38:25","modified_gmt":"2026-10-01T09:38:25","slug":"fenomena-marathon-di-kalangan-gen-z-tren-fomo-atau-gaya-hidup-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2026\/10\/fenomena-marathon-di-kalangan-gen-z-tren-fomo-atau-gaya-hidup-baru\/","title":{"rendered":"Fenomena &#8220;Marathon&#8221; di Kalangan Gen Z: Tren FOMO atau Gaya Hidup Baru?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-01-162834.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5354\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-01-162834.png\" alt=\"\" width=\"755\" height=\"420\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kalau kamu buka Instagram atau TikTok di Minggu pagi, pasti ada saja teman yang update<br \/>\nInstastory pamer medali, jarak lari, atau rute lari dari smartwatch mereka. Sepatu larinya pun<br \/>\nwarna-warni dan keren. Mulai dari Fun Run 5K, 10K, Half-Marathon, sampai Full Marathon,<br \/>\nsekarang pesertanya sangat didominasi oleh anak muda.<br \/>\nDulu, lari jarak jauh identik dengan olahraganya orang dewasa atau para atlet. Namun<br \/>\nsekarang, daftar event lari bergengsi bisa langsung habis dalam hitungan menit, rasanya sudah<br \/>\nmirip war tiket konser! Pertanyaannya: apakah tren ini murni karena Gen Z makin sadar dengan<br \/>\nkesehatan, atau cuma FOMO (Fear of Missing Out) demi konten media sosial?<br \/>\nTidak bisa dipungkiri bahwa, terdapat unsur gaya dan kebanggaan tersendiri dalam tren ini.<br \/>\nPerlengkapan lari sekarang sudah jadi bagian dari fashion anak muda. Sepatu lari kekinian, topi<br \/>\nsporty, sampai smartwatch canggih seolah menjadi perlengkapan wajib buat tampil keren di<br \/>\nlintasan.<br \/>\nDitambah lagi, sekarang banyak banget Running Club (komunitas lari) di berbagai kota. Lari<br \/>\nyang dulunya olahraga sendirian, sekarang berubah jadi ajang kumpul bareng, menambah<\/p>\n<p>teman kerja, atau bahkan cari jodoh. Motivasi awalnya pun sering kali buat konten. Pamer rekor<br \/>\npribadi atau sekadar nunjukin kalau kita produktif bangun pagi di akhir pekan, terbukti sukses<br \/>\nbikin image kita terlihat positif di mata followers.<br \/>\nWalaupun banyak yang mulai karena ikut-ikutan, tren ini tidak selalu berdampak negatif.<br \/>\nFaktanya, banyak Gen Z yang akhirnya sungguh-sungguh suka berlari karena tubuh mereka<br \/>\nmerasakan langsung manfaatnya. Stamina makin kuat buat aktivitas sehari-hari, tidur jadi lebih<br \/>\nnyenyak, dan badan nggak gampang lemas.<br \/>\nUntuk mahasiswa yang pusing karena tumpukan tugas, kuis, atau revisian skripsi, lari di ruang<br \/>\nterbuka bisa jadi pelarian yang sangat menyehatkan dari rasa penat (burnout). Ini jadi momen<br \/>\nyang pas buat istirahat sejenak dari layar HP atau laptop. Olahraga lari juga bikin tubuh<br \/>\nmemproduksi hormon endorfin yang terbukti ampuh memperbaiki suasana hati (mood).<br \/>\nLebih dari itu, lari jarak jauh mengajarkan kita soal kedisiplinan. Ikut event lari jelas butuh<br \/>\npersiapan fisik. Secara tidak langsung, anak muda jadi belajar mengatur waktu harian,<br \/>\nmenjaga pola makan, dan memastikan tidur yang cukup di tengah padatnya jadwal kuliah atau<br \/>\norganisasi.<br \/>\nNamun, di balik semua manfaat positifnya, ada bahaya yang mengintai kalau kamu cuma modal<br \/>\nFOMO tanpa persiapan. Nekat daftar kategori jauh seperti Half-Marathon (21 km) atau Full<br \/>\nMarathon (42 km) tanpa latihan fisik sebelumnya sama saja dengan mengundang cedera.<br \/>\nBerikut adalah beberapa cedera fisik yang sering dialami oleh pelari pemula kalau terlalu<br \/>\nmemaksakan diri:<br \/>\n\u25cf Shin Splints: Rasa nyeri tajam di tulang kering bagian depan. Biasanya terjadi karena<br \/>\njarak lari langsung ditambah drastis padahal kaki belum terbiasa.<br \/>\n\u25cf Runner\u2019s Knee: Nyeri di sekitar tempurung lutut, sering kali karena postur lari yang<br \/>\nkurang pas atau sepatu yang tidak cocok.<br \/>\n\u25cf Kram Otot: Sering terjadi karena kurang minum air (dehidrasi) atau otot kaget karena<br \/>\ndipaksa menahan beban terlalu lama.<br \/>\nJadi, penting banget buat selalu ingat kalau lari itu olahraga personal, bukan ajang pamer<br \/>\nkecepatan (pace) sama orang lain. Mulailah dari jarak yang aman seperti 3K atau 5K, rajin<br \/>\npemanasan, dan yang paling penting: dengarkan batas kemampuan tubuhmu sendiri.<br \/>\nKesimpulannya, tren maraton di kalangan Gen Z ini adalah gabungan antara fenomena FOMO<br \/>\ndan gaya hidup sehat yang baru. FOMO sering kali jadi pintu awal yang bikin seseorang mau<br \/>\nbergerak dan membeli perlengkapan lari. Tapi seiring berjalannya waktu, rutinitas ini sukses<br \/>\nmengubah tren sesaat menjadi gaya hidup yang beneran bermanfaat buat fisik dan pikiran.<\/p>\n<p>Nah, kalau kamu sendiri gimana? Akhir pekan ini kamu jadi tim yang bangun pagi buat ikut Fun<br \/>\nRun, atau tim rebahan sambil nge-like Instastory teman-teman? Apapun pilihanmu, jangan lupa<br \/>\nluangkan sedikit waktu buat olahraga ringan di tengah sibuknya kuliah, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kamu buka Instagram atau TikTok di Minggu pagi, pasti ada saja teman yang update Instastory pamer medali, jarak lari, atau rute lari dari smartwatch mereka. Sepatu larinya pun warna-warni dan keren. Mulai dari Fun Run 5K, 10K, Half-Marathon, sampai Full Marathon, sekarang pesertanya sangat didominasi oleh anak muda. Dulu, lari jarak jauh identik dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":5354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5364"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5365,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5364\/revisions\/5365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}