{"id":5259,"date":"2026-07-14T14:33:57","date_gmt":"2026-07-14T07:33:57","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=5259"},"modified":"2026-07-14T14:33:57","modified_gmt":"2026-07-14T07:33:57","slug":"keyakinan-dalam-ajaran-buddha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2026\/07\/keyakinan-dalam-ajaran-buddha\/","title":{"rendered":"Keyakinan Dalam Ajaran Buddha"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan (Saddh\u0101) adalah suatu kepercayaan yang harus diyakini dengan pengertian benar, semangat, dan memiliki pengetahuan. Keyakinan yang didasari oleh pengertian benar menimbulkan kelahiran di alam surga. Umat Buddha berlindung kepada Sang Buddha karena Buddha telah menemukan jalan kebebasan. Pada dasarnya, seorang tidak bisa menghapus kekotoran batin orang lain. Sebagai umat Buddha, kita bisa menerapkan sifat-sifat mulia Buddha ke dalam diri sendiri. Terdapat 3 unsur keyakinan, yaitu: Keyakinan yang kuat akan sesuatu, kegembiraan terhadap sifat-sifat yang baik, harapan mencapai hasil di kemudian hari.<\/span><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-14-143224.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5260\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-14-143224.png\" alt=\"\" width=\"816\" height=\"336\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam ajaran Buddha, Keyakinan dibagi menjadi 6, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pas\u0101da Saddh\u0101: keyakinan yang jernih dan emosional. Keyakinan awal yang muncul karena rasa hormat, kagum, dan ketertarikan terhadap Tiratana.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Okappan\u0101 Saddh\u0101: keyakinan yang menaruh hati secara total. Keyakinan yang hebat terhadap Tiratana dan ajaran yang dipraktikan secara sederhana.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u0100gamana Saddh\u0101: keyakinan yang berasal dari tradisi atau ajaran yang diterima. Keyakinan ini muncul karena mendengarkan ajaran dari guru atau orang tua.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bh\u0101van\u0101 Saddh\u0101: keyakinan yang muncul dari pengalaman praktik langsung. Keyakinan yang muncul karena melihat manfaat nyata dari praktik Dhamma, seperti meditasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Adhimutti Saddh\u0101: keyakinan teguh, tidak goyah, dilandaskan kebijaksanaan. Keyakinan sejati dari seorang Ariyapuggala (makhluk suci), tidak tergoyahkan meski dalam kesulitan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Akar Saddh\u0101: keyakinan sebagai akar perbuatan baik. Keyakinan sebagai landasan moralitas, dana, dan meditasi yang mengarah pada pencerahan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan disampaikan dengan kalimat Tisarana atau tiga perlindungan:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAku berlindung kepada Buddha, Aku berlindung kepada Dhamma, Aku berlindung kepada Sangha.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Buddha, Dhamma, dan Sangha merupakan kesatuan dan keyakinan kepada Tisarana sebagai bentuk kepercayaan terhadap Tuhan. Dalam ajaran Buddha, keyakinan bersifat sadar, mau, dan bertidak benar tanpa berharap berkah dari langit begitu saja, melainkan melaksanakan apa yang telah ditunjukkan Buddha, apa yang diajarkan Dhamma, dan apa yang telah ditekunkan oleh Sangha. Sang Buddha tidak menuntut manusia untuk percaya atau tidak. Sebaliknya, Buddha membimbing supaya mereka memahai pengalaman hidup bagaimana adaya. Keyakinan terhadap kesempurnaan Buddha, berkaitan erat dengan keyakinan lain, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan terhadap hukum karma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan terhadap akibar dari karma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan bahwa semua makhluk memiliki karmanya masing-masing dan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/samaggi-phala.or.id\/naskah-dhamma\/apakah-suatu-agama\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/samaggi-phala.or.id\/naskah-dhamma\/apakah-suatu-agama\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/diandharma.org\/keyakinan-dan-kepercayaan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/diandharma.org\/keyakinan-dan-kepercayaan\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bhante Bhadrapurisa Thera<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keyakinan (Saddh\u0101) adalah suatu kepercayaan yang harus diyakini dengan pengertian benar, semangat, dan memiliki pengetahuan. Keyakinan yang didasari oleh pengertian benar menimbulkan kelahiran di alam surga. Umat Buddha berlindung kepada Sang Buddha karena Buddha telah menemukan jalan kebebasan. Pada dasarnya, seorang tidak bisa menghapus kekotoran batin orang lain. Sebagai umat Buddha, kita bisa menerapkan sifat-sifat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":5260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5259"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5261,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5259\/revisions\/5261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}