{"id":5249,"date":"2026-07-14T14:30:41","date_gmt":"2026-07-14T07:30:41","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=5249"},"modified":"2026-07-14T14:30:41","modified_gmt":"2026-07-14T07:30:41","slug":"dhamma-ada-di-sekitar-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2026\/07\/dhamma-ada-di-sekitar-kita\/","title":{"rendered":"Dhamma Ada di Sekitar Kita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak orang menganggap bahwa Dhamma hanya dapat dipelajari di vihara, melalui kitab suci, atau saat mengikuti kegiatan keagamaan. Padahal, ajaran Buddha tidak terbatas pada ruang ibadah atau momen spiritual tertentu saja. <\/span><b>Dhamma sesungguhnya hadir di sekitar kita<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, dalam kehidupan sehari-hari, melalui pengalaman, interaksi sosial, serta cara kita merespons berbagai situasi. Dhamma bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk dialami dan dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan nyata.<\/span><\/p>\n<p><b>Makna Dhamma dalam Kehidupan Sehari-hari<\/b><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-14-142906.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5250\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-14-142906.png\" alt=\"\" width=\"336\" height=\"307\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam ajaran Buddha, Dhamma merupakan kebenaran universal tentang kehidupan. Segala sesuatu yang kita alami baik kebahagiaan, kekecewaan, keberhasilan, maupun kegagalan mengandung pelajaran Dhamma. Ketidakkekalan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">anicca<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), penderitaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dukkha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), dan ketiadaan inti diri yang kekal (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">anatta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dapat kita lihat dari perubahan yang terjadi setiap hari di sekitar kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, perubahan suasana hati, hubungan yang dinamis, atau kondisi kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Semua hal tersebut mencerminkan hukum alam yang diajarkan oleh Buddha dan mengajarkan kita untuk lebih sadar serta bijaksana dalam menjalani kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dhamma tidak jauh dan tidak asing. Ia hadir di sekitar kita, dalam setiap pengalaman hidup yang kita jalani. Melalui kesadaran, refleksi, dan praktik sederhana, kita dapat menemukan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Dhamma bukan hanya menjadi ajaran yang dipelajari, tetapi juga <\/span><b>jalan hidup<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> yang membimbing kita menuju kedamaian dan kebijaksanaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Daftar Referensi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/samaggi-phala.or.id\/naskah-dhamma\/fakta-ketidakkekalan\/<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi Gambar:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/samaggi-phala.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/10\/dhamma_1.jpg<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang menganggap bahwa Dhamma hanya dapat dipelajari di vihara, melalui kitab suci, atau saat mengikuti kegiatan keagamaan. Padahal, ajaran Buddha tidak terbatas pada ruang ibadah atau momen spiritual tertentu saja. Dhamma sesungguhnya hadir di sekitar kita, dalam kehidupan sehari-hari, melalui pengalaman, interaksi sosial, serta cara kita merespons berbagai situasi. Dhamma bukan hanya untuk dipahami, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":5250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-5249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5249"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5251,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5249\/revisions\/5251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}