    {"id":4802,"date":"2024-08-22T23:56:07","date_gmt":"2024-08-22T16:56:07","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=4802"},"modified":"2024-08-22T23:56:07","modified_gmt":"2024-08-22T16:56:07","slug":"hiduplah-dengan-hati-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2024\/08\/hiduplah-dengan-hati-hati\/","title":{"rendered":"Hiduplah dengan Hati-Hati"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Bhikkhu Sri Pa\u00f1\u00f1\u0101varo Mah\u0101n\u0101yaka Thera<\/p>\n<p>Kita tentunya tidak asing mendengar kata \u201chati-hati\u201d. Kita juga sering diberi atau memberi nasihat kepada orang lain untuk berhati-hati. Berhati-hati dalam melakukan apapun merupakan suatu kebiasaan baik. Tetapi, bagaimana sudut pandang agama Buddha tentang hati-hati?<\/p>\n<p>Dalam Dhamma, hati-hati merupakan sikap yang didasari dengan <em>Kusala Cetan\u0101<\/em>. <em>Cetan\u0101<\/em> artinya niat, kehendak, dorongan pikiran, motivasi yang mendasari pemikiran kita. Sementara, kusala artinya baik, positif, bersih. Sebelum kita melakukan sesuatu, itu akan muncul sebagai \u2018kehendak\u2019 di pikiran. Kehendak yang buruk akan menghasilkan hal buruk, akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Begitu juga sebaliknya, kehendak yang baik akan menghasilkan hal yang baik. Oleh karena itu, sikap hati-hati pertama yang dilakukan adalah mengamati dan mengecek apakah kehendak saya positif atau negatif.<\/p>\n<p>Adakalanya perbuatan baik kita dapat disalahartikan sebagai perbuatan yang tidak baik. Kita tidak bisa menghindar dari salah pengertian karena orang lain belum tentu mempunyai pandangan yang sama seperti kita. Sekalipun ada orang yang salah paham terhadap ucapan atau perbuatan kita, itu tidak akan menghancurkan niat baik kita.<\/p>\n<p>Selain itu, ada faktor lain agar kita dapat hidup dengan berhati-hati, yaitu <em>sati<\/em> dan <em>sampaja\u00f1\u00f1a<\/em>. <em>Sati<\/em> yang berarti ingatan, pengenalan, kesadaran, kewaspadaan, atau perhatian; mewaspadai setiap saat kehendak-kehendak yang muncul. Semakin kuat <em>sati<\/em> kita, maka kita dapat mengendalikan kehendak kita serta mampu menyeleksi <em>Cetan\u0101<\/em>.<\/p>\n<p><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> memiliki arti pengetahuan atau pengertian lengkap. <em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> terdiri atas <em>S<\/em><em>\u0101tthaka Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em>, <em>Sapp\u0101ya<\/em><em> Sampaja\u00f1\u00f1a, Gocara Sampaja\u00f1\u00f1a,<\/em> dan<em> Asammoha <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em>.<\/p>\n<ol>\n<li><em>S<\/em><em>\u0101tthaka Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> artinya pengertian lengkap tentang kebenaran. Niat yang baik perlu dilihat dari berbagai sisi, berawal dari segi Dhamma, hukum negara, hingga norma yang berlaku di lingkungan sekitar.<\/li>\n<li><em>Sapp\u0101ya<\/em><em> Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> artinya pengertian lengkap tentang kelayakan. Kita perlu mengukur kemampuan diri sendiri apakah niat baik ini akan terlaksana dengan baik.<\/li>\n<li><em>Gocara <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> artinya pengertian lengkap tentang ruang lingkup. Maksudnya, saat kita berusaha untuk mencapai cita-cita, kita dapat melakukan apapun asalkan memiliki niat baik, benar dari segala arah dan berhubungan dengan apa yang ingin dicapai.<\/li>\n<li><em>Asammoha <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> artinya pengertian lengkap, bebas dari kegelapan batin, bebas dari moha. Saat kita berhasil menerapkan niat baik, tidak boleh punya pengertian bahwa: \u201cSaya sudah berhasil melakukan tujuan yang baik\u201d karena tidak ada \u2018aku yang sesungguhnya\u2019 yang melakukan, melainkan hanya proses dalam mewujudkan niat baik. <em>Asammoha <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> dilakukan untuk kemajuan batin. Dalam konteks percakapan sehari-hari, kita boleh mengatakan \u201cSaya sudah menolong dia, saya sudah menyelesaikan kewajiban\u201d supaya tidak membingungkan orang-orang.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam hidup bermasyarakat, kita cukup memahami tentang <em>Kusala Cetan\u0101, S\u0101tthaka Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em>, <em>Sapp\u0101ya<\/em><em> Sampaja\u00f1\u00f1a, <\/em>sampai <em>Gocara <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em>. Ini dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai macam godaan, bujukan, dan lain sebagainya. Jika <em>Asammoha <\/em><em>Sampaja\u00f1\u00f1a<\/em> juga dipahami dan diterapkan, maka dapat meningkatkan batin ke Tingkat yang lebih tinggi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<p><em>Hiduplah dengan Hati-Hati<\/em>. (2003). SasanaOnline.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Bhikkhu Sri Pa\u00f1\u00f1\u0101varo Mah\u0101n\u0101yaka Thera Kita tentunya tidak asing mendengar kata \u201chati-hati\u201d. Kita juga sering diberi atau memberi nasihat kepada orang lain untuk berhati-hati. Berhati-hati dalam melakukan apapun merupakan suatu kebiasaan baik. Tetapi, bagaimana sudut pandang agama Buddha tentang hati-hati? Dalam Dhamma, hati-hati merupakan sikap yang didasari dengan Kusala Cetan\u0101. Cetan\u0101 artinya niat, kehendak, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4802","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4803,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4802\/revisions\/4803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}