    {"id":3467,"date":"2022-03-27T12:00:00","date_gmt":"2022-03-27T05:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=3467"},"modified":"2022-05-21T00:15:43","modified_gmt":"2022-05-20T17:15:43","slug":"basic-photography-skill-yang-perlu-dimiliki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2022\/03\/basic-photography-skill-yang-perlu-dimiliki\/","title":{"rendered":"Basic Photography Skill yang Perlu Dimiliki"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Written by. Fedrico Oktafiano Saputra<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Halo teman-teman semua, kembali lagi bersama saya di artikel KMBD pada bulan ini. Teman &#8211; teman pasti pernah mengambil foto, namun foto itu terlalu terang (<em>Overexposed<\/em>) atau terlalu gelap (<em>Underexposed<\/em>). Nah, pada artikel kali ini, kita akan belajar mengenai <em>basic photography skill<\/em> yang dapat teman-teman gunakan untuk mengambil foto dengan <em>exposure<\/em> yang tepat. <em>Basic photography skill<\/em> yang akan kita bahas kali ini adalah segitiga exposure. Sesuai dengan namanya, segitiga exposure terdiri dari 3 hal yaitu <em>Shutter Speed<\/em>, ISO, dan yang terakhir yaitu <em>Aperture<\/em>. Segitiga exposure biasanya digunakan bersamaan untuk mengatur bagaimana <em>exposure<\/em> atau cahaya saat kita mengambil foto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Shutter speed<\/em> sesuai dengan namanya adalah kecepatan <em>shutter <\/em>kamera menutup. <em>Shutter speed<\/em> yang cepat akan memberikan <em>exposure<\/em> yang lebih singkat atau dalam kata lain cahaya yang masuk kedalam sensor kamera menjadi sedikit yang menyebabkan foto yang dihasilkan menjadi gelap. Sedangkan jika kita menggunakan <em>shutter speed<\/em> yang lambat maka cahaya yang masuk akan semakin banyak dan menyebabkan foto yang lebih terang. Hal ini juga dapat dimanfaatkan jika kamu ingin mengambil foto yang<em> blurry<\/em> atau saat ingin mengambil foto di malam hari seperti <em>light trail<\/em>. <em>Shutter speed<\/em> dituliskan dengan hitungan detik atau pecahan detik seperti 1\/500 s, 1\/4 s, atau 5 s.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang kedua ada ISO <em>speed<\/em>, ISO <em>speed<\/em> menandai seberapa peka kamera pada cahaya, biasanya digunakan untuk mengatur pencahayaan atau memberikan kesan cahaya redup. Keterangan ISO ditulis dengan besaran angka seperti ISO 100, 150, 400, 800, 1600, dst.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang terakhir adalah <em>aperture<\/em> atau bukaan lensa. <em>Aperture<\/em> atau bukaan diafragma adalah pengaturan kamera yang mengendalikan seberapa besar bukaan dari lensa. <em>Aperture<\/em> dapat digunakan untuk membuat foto <em>blur<\/em> di bagian latar belakang subjek atau biasa dikenal dengan bokeh. <em>Aperture<\/em> ditandai dengan penulisan f\/angka seperti f\/1.8, f\/5.6. Semakin kecil f\/ yang digunakan maka bukaan yang terbentuk semakin besar; semakin besar angka f\/ yang digunakan maka semakin kecil bukaan <em>aperture-<\/em>nya. Jika menggunakan bukaan yang besar, maka foto akan menjadi terang dan <em>background<\/em> foto akan semakin <em>blur <\/em>atau bokeh. Sedangkan saat menggunakan bukaan yang kecil maka foto yang dihasilkan akan memiliki <em>depth-of-field<\/em> yang dangkal sehingga semua objek yang ada di foto akan fokus, baik di latar depan maupun latar belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nah, teman-teman sekarang sudah tahu mengenai segitiga exposure dan bagaimana cara menggunakannya. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam<em> hunting<\/em> foto kamu., ya. Sampai jumpa di lain waktu teman-teman semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Written by. Fedrico Oktafiano Saputra Halo teman-teman semua, kembali lagi bersama saya di artikel KMBD pada bulan ini. Teman &#8211; teman pasti pernah mengambil foto, namun foto itu terlalu terang (Overexposed) atau terlalu gelap (Underexposed). Nah, pada artikel kali ini, kita akan belajar mengenai basic photography skill yang dapat teman-teman gunakan untuk mengambil foto dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":3458,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3467"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3468,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3467\/revisions\/3468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}