    {"id":1897,"date":"2019-08-13T19:20:39","date_gmt":"2019-08-13T12:20:39","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=1897"},"modified":"2019-08-13T19:20:39","modified_gmt":"2019-08-13T12:20:39","slug":"pesan-buddha-kepada-muridnya-sebelum-parinibbana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2019\/08\/pesan-buddha-kepada-muridnya-sebelum-parinibbana\/","title":{"rendered":"Pesan Buddha Kepada Muridnya Sebelum Parinibba\u0304na"},"content":{"rendered":"<h5 style=\"text-align: center\"><strong>Written By: Eugene Tjandraputri<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pangeran Siddhata dilahirkan pada tahun 632 SM di Taman Lumbini, ia lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat berjalan sebanyak tujuh langkah ke arah utara dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala meramalkan bahwa Pangeran Siddhata kelak akan menjadi seorang Buddha apabila Pangeran melihat empat macam peristiwa yaitu, orang tua, orang sakit, orang mati, dan seorang pertapa. Saat Pangeran Siddhata berusia 29 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan istana dan melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup suci sebagai pertapa. Pangeran Siddhata pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit, dan mati. Bulan Purnama Siddhi di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun, Pertapa Gotama telah mencapai Pencerahan Sempurna di Bodhgaya. Selama 45 tahun lamanya, Buddha Gotama membabarkan Dhamma hingga akhirnya mencapai usia ke 80 tahun, Buddha Gotama mencapai Parinibba\u0304na terbaring di antara dua pohon sala di Kusinagara. Ada kutipan di dalam Maha\u0304parinibba\u0304na Sutta yang menjelaskan tentang empat tempat untuk berziarah : DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. \u201cA\u0304nanda, ada empat tempat yang pemandangannya dapat membangkitkan semangat bagi mereka yang berkeyakinan. Apakah empat tempat itu? \u201cTempat kelahiran Sang Tatha\u0304gata\u201d adalah yang pertama. \u201cTempat Sang Tatha\u0304gata mencapai penerangan sempurna\u201d adalah yang ke dua. \u201cTempat Sang Tatha\u0304gata memutar Roda Dhamma\u201d adalah yang ke tiga. \u201cTempat Sang Tatha\u0304gata mencapai unsur-Nibba\u0304na tanpa sisa\u201d adalah yang ke empat. Dan, A\u0304nanda, para bhikkhu, bhikhhuni\u0304, umat-awam laki-laki dan perempuan yang berkeyakinan sebaiknya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan siapapun yang meninggal dunia saat mengunjungi tempat-tempat tersebut dengan penuh ketulusan hati maka saat hancurnya jasmani, akan terlahir kembali di alam surga.<br \/>\nPesan yang dapat kita ambil, jika kita memiliki kesempatan untuk pergi ke empat tempat untuk berziarah maka ambilah kesempatan itu, renungkan dan tanam kebajikan.<\/p>\n<p>Di\u0304gha Nika\u0304ya 16 : Maha\u0304parinibba\u0304na Sutta (diterjemahkan dari pa\u0304li oleh Maurice Walshe)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Written By: Eugene Tjandraputri \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pangeran Siddhata dilahirkan pada tahun 632 SM di Taman Lumbini, ia lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat berjalan sebanyak tujuh langkah ke arah utara dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala meramalkan bahwa Pangeran Siddhata kelak akan menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":1898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,13],"tags":[],"class_list":["post-1897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-slide-show"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1897"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1899,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1897\/revisions\/1899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}