    {"id":1233,"date":"2018-05-21T14:38:48","date_gmt":"2018-05-21T07:38:48","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/?p=1233"},"modified":"2018-05-21T14:38:48","modified_gmt":"2018-05-21T07:38:48","slug":"sound-effect-dalam-dunia-perfilman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/2018\/05\/sound-effect-dalam-dunia-perfilman\/","title":{"rendered":"Sound Effect dalam Dunia Perfilman"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2018\/05\/primary.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1235\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2018\/05\/primary-640x342.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"342\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2018\/05\/primary-640x342.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2018\/05\/primary-768x411.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2018\/05\/primary.jpg 883w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sound Effect atau Efek suara merupakan suara \u2013 selain dialog \u2013 yang dihasilkan oleh orang ataupun benda, bersamaan dengan suara-suara yang muncul secara alami pada latar belakang. Efek suara dalam film digunakan untuk menekankan informasi yang hendak disampaikan, memberikan kesan realita didalam ruang cerita, menciptakan ilusi dan juga mood dalam cerita. Efek suara bisa berkaitan dengan kejadian di dalam atau di luar screen. Ada beberapa fungsi sound effect yaitu untuk:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Menetapkan lokasi atau setting. Suara-suara ayam, itik, kambing, akan menggambarkan lokasi pembicaraan di tempat perkampungan petani<\/li>\n<li>menunjukkan waktu dalam setting. Misalnya suara burung hantu, jengkerik menunjukkan waktu malam hari.<\/li>\n<li>Memberikan tekanan pada bagian program dalam suatu adegan, seperti tegang, dan tenang,<\/li>\n<li>Memberikan cita rasa atau kesenangan pada seseorang. Misalnya suara angin sepoi-sepoi dengan ombak di pantai akan menggambarkan dua remaja yang saling merayu karena asmara.<\/li>\n<li>memberi arti pada pemunculan atau berakhirnya suatu adegan atau kejadian.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan <strong>fungsinya<\/strong>, sound effect dibagi menjadi 2:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Efek fungsional, yaitu efek suara yang digunakan untuk menambahkan efek dramatisasi didalam film.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Efek realitas, yaitu efek suara yang sumbernya berasal dari dalam ruang adegan cerita, digunakan untuk menciptakan realita didalam ruang cerita film.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan <strong>jenisnya<\/strong>, sound effect dalam film dibagi menjadi 2:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Spot Effect<\/em>, yaitu efek suara yang berasal dari suatu sumber suara tertentu, misalnya suara pintu, suara ketukan, suara ban pecah dll.<\/li>\n<li><em>General Effect,<\/em>yaitu efek suara yang berasal dari berbagai sumber disuatu tempat, baik jauh maupun dekat, misalnya suara didalam sebuah ruangan\u00a0<em>(room tone)\u00a0<\/em>ataupun suara lingkungan\u00a0<em>(ambience\/atmosphere).<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 General effect masih dibagi lagi menjadi 3:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Yang bersifat background, yaitu suara yang timbul dari lingkungan, jauh maupun dekat, biasanya level suaranya rendah, misalnya suara burung, suasana kantor, ombak dipantai dll.<\/li>\n<li>Dengan kekerasan yang tetap dan durasi panjang\u00a0<em>(steady state),<\/em>misalnya mesin pabrik, generator dll.<\/li>\n<li>Yang bersifat\u00a0<em>intermittent,<\/em>kekerasannya bervariasi tetapi secara periodik atau berulang, misalnya suara\u00a0<em>traffic\u00a0<\/em>ai<em>\u00a0jalan raya<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Sound effect dalam film bisa berasal dari 3 <strong>sumber<\/strong>:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><em>Production sound,<\/em>\u00a0yaitu efek suara yang direkam dilapangan. Yang direkam bersaman dengan gambar, ataupun juga yang direkam tersendiri disaat tidak sedang dilakukan\u00a0<em>shooting\u00a0<\/em>atau pengambilan gambar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><em>Foley,<\/em>\u00a0yaitu efek suara yang direkam pada tahap paska produksi mengikuti gambar. <em>foley sound<\/em>\u00a0biasa direkam di sebuah studio yang disebut\u00a0<em>foley stage<\/em>. Seorang foley artist melihat film untuk melakukan sinkronisasi sambil merekam suara suara yang dibutuhkan. Contohnya dalam membuat suara langkah kaki.\u00a0<em>Foley sound effect<\/em>\u00a0adalah efek suara yang paling\u00a0<em>responsible<\/em>\u00a0dan realistis untuk memberikan tekanan di dalam film.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><em>Sound library,<\/em>\u00a0yaitu kumpulan efek suara yang sudah direkam sebelumnya yang dijual dan bisa dipergunakan dengan bebas dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh penjual\u00a0<em>sound library<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sound Effect atau Efek suara merupakan suara \u2013 selain dialog \u2013 yang dihasilkan oleh orang ataupun benda, bersamaan dengan suara-suara yang muncul secara alami pada latar belakang. Efek suara dalam film digunakan untuk menekankan informasi yang hendak disampaikan, memberikan kesan realita didalam ruang cerita, menciptakan ilusi dan juga mood dalam cerita. Efek suara bisa berkaitan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":1234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,13],"tags":[],"class_list":["post-1233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-slide-show"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1236,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233\/revisions\/1236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kmbd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}