Loading
Loading...
Menu BINUS

Belajar Nggak Cuma Soal Nilai: Apa yang Sebenarnya Kita Dapat dari Pendidikan?

 

Kalau dengar kata “pendidikan”, mungkin yang langsung kepikiran adalah sekolah, kuliah, tugas, ujian,
dan nilai. Dari kecil, kita memang terbiasa menganggap bahwa salah satu tanda kita berhasil belajar
adalah ketika mendapatkan nilai yang bagus. Nilai tinggi bikin senang, nilai jelek bikin stres. Apalagi
kalau sudah mulai dibandingkan dengan teman sendiri.
Tapi sebenarnya, apa iya pendidikan cuma sebatas angka di transkrip nilai?
Sebagai mahasiswa, kita mungkin sering merasa kalau belajar itu ya sekadar datang ke kelas, mencatat
materi, mengerjakan tugas, lalu belajar sebelum ujian. Setelah nilai keluar dan mata kuliah selesai,
rasanya seperti semuanya sudah berakhir. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, banyak hal yang kita pelajari
justru tidak pernah muncul dalam soal ujian.
Misalnya ketika kita mengerjakan tugas kelompok. Kita mungkin awalnya cuma ingin tugas tersebut
cepat selesai. Tapi di dalam prosesnya, kita belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain,
membagi tanggung jawab, menghadapi teman yang punya pendapat berbeda, sampai belajar mengatur
emosi ketika kerja kelompok tidak berjalan sesuai ekspektasi.
Hal-hal seperti ini mungkin tidak mendapatkan nilai A atau B, tetapi tetap menjadi bagian dari
pendidikan kita.
Bahkan, kehidupan sehari-hari sebenarnya penuh dengan kesempatan untuk belajar. Ketika kita
melakukan kesalahan, kita belajar dari kesalahan tersebut. Ketika rencana yang sudah dibuat ternyata
gagal, kita belajar untuk beradaptasi. Ketika bertemu dengan orang yang memiliki pandangan berbeda,
kita belajar untuk memahami bahwa tidak semua orang harus berpikir sama seperti kita.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa pendidikan sebenarnya jauh lebih luas daripada apa yang kita
dapatkan di dalam kelas.
Belajar Juga Berarti Mengenal Diri Sendiri
Salah satu hal yang sering terlupakan dalam proses belajar adalah belajar mengenai diri sendiri.
Semakin banyak pengalaman yang kita jalani, semakin kita mengetahui bagaimana diri kita menghadapi
berbagai situasi. Kita mulai tahu apa yang membuat kita mudah marah, apa yang membuat kita takut,
bagaimana kita bereaksi ketika gagal, dan bagaimana kita memperlakukan orang lain ketika sedang
berada dalam kondisi yang tidak baik.
Dalam konteks ajaran Buddha, proses belajar juga tidak berhenti pada sekadar mengetahui sesuatu.
Pengetahuan menjadi lebih berarti ketika kita mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Contohnya, kita mungkin sudah tahu bahwa kesabaran itu penting. Tapi mengetahui bahwa sabar itu
penting tentu berbeda dengan benar-benar bisa bersabar ketika ada orang yang membuat kita kesal.
Kita juga mungkin tahu bahwa berbuat baik kepada orang lain adalah hal yang baik. Namun,
tantangannya adalah bagaimana kita tetap bisa melakukannya ketika sedang capek, sibuk, atau bahkan
ketika orang tersebut tidak memperlakukan kita dengan baik.

Di situlah proses belajar sebenarnya terjadi. Bukan hanya ketika kita membaca atau mendengarkan
sesuatu, tetapi ketika kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan.
Jangan Takut Gagal
Selain terlalu fokus pada nilai, kita juga sering takut dengan kegagalan. Nilai jelek, tidak mendapatkan
kesempatan yang kita inginkan, gagal dalam kepanitiaan, atau bahkan salah mengambil keputusan
kadang membuat kita merasa bahwa kita tidak cukup baik.
Padahal, gagal bukan berarti proses belajar kita gagal.
Justru dari kegagalan, kita bisa mendapatkan pelajaran yang mungkin tidak akan kita dapatkan dari buku
atau materi kuliah. Kita belajar mengevaluasi diri, memahami kesalahan, dan mencari cara supaya hal
yang sama tidak terulang lagi.
Bukan berarti kita harus senang ketika gagal. Gagal tetap menyakitkan dan mengecewakan. Tetapi,
daripada hanya menyalahkan diri sendiri, kita juga bisa bertanya, “Apa yang bisa gue pelajari dari
kejadian ini?”
Pertanyaan sederhana tersebut bisa mengubah cara kita melihat sebuah kegagalan.
Pendidikan untuk Menjadi Lebih Baik
Pada akhirnya, pendidikan seharusnya tidak hanya membuat kita menjadi orang yang lebih pintar, tetapi
juga menjadi orang yang lebih baik.
Percuma jika kita memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak bisa menghargai orang lain. Percuma juga
jika kita memiliki nilai yang tinggi tetapi tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri.
Pendidikan seharusnya membantu kita berkembang secara keseluruhan. Kita belajar bagaimana
berpikir, mengambil keputusan, bekerja sama, menghadapi masalah, memahami diri sendiri, dan
memperlakukan orang lain dengan lebih baik.
Jadi, mungkin mulai sekarang kita bisa melihat proses belajar dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Belajar bukan cuma soal mengejar nilai. Kita bisa belajar dari dosen, teman, keluarga, organisasi,
pengalaman, kesalahan, bahkan dari kegagalan yang pernah kita alami.
Karena pada akhirnya, ketika masa kuliah selesai dan angka-angka di transkrip tidak lagi menjadi hal
utama, yang akan terus kita bawa adalah apa yang kita pelajari dan bagaimana semua pengalaman
tersebut membentuk diri kita. Dan mungkin, itulah salah satu bentuk pendidikan yang sebenarnya.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.