Loading
Loading...
Menu BINUS

WAISAK PUJA 2569 B.E./2026

Waisak merupakan salah satu dari empat hari raya besar agama Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini memperingati tiga peristiwa penting (Trisuci Waisak) dalam kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana (wafat) Buddha Gautama. Ketiga peristiwa tersebut menjadi tonggak lahir dan berkembangnya  ajaran Dhamma, yang menuntun umat manusia menuju pembebasan dari penderitaan melalui kebijaksanaan, moralitas, dan pengembangan batin. Melalui perayaan Waisak, umat Buddha diajak untuk mengenang dan merefleksikan ajaran serta perjalanan Sang Buddha sebagai pedoman dalam mempraktikkan ajaran Dhamma, mengembangkan kebijaksanaan, serta memperkuat nilai-nilai perdamaian dan toleransi antarumat beragama.

 

Dalam ajaran Buddha, terdapat Tiga Permata (Triratna), yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha. Dhamma merupakan ajaran kebenaran yang disampaikan oleh Sang Buddha sebagai pedoman untuk memahami hakikat kehidupan, mengatasi penderitaan, serta mencapai kedamaian batin. Event Waisak Puja 2570 B.E./2026 telah diselenggarakan dengan mengusung tema “Illuminating the World with the Light of Dhamma”, yang merefleksikan semangat untuk kembali menghadirkan ajaran Sang Buddha sebagai cahaya penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Melalui penyelenggaraan event ini, peserta memperoleh kesempatan untuk merefleksikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat semangat kedamaian, kebijaksanaan, dan welas asih.

 

Event Waisak Puja 2570 B.E./2026 telah diselenggarakan melalui rangkaian acara yang memadukan unsur spiritual, reflektif, dan kreatif. Perayaan ini diawali dengan rangkaian ibadah dan perenungan, meliputi Prosesi Puja, Pembacaan Dhammapada, Puja Bakti Pembuka, Meditasi, dan Dhammatalk dengan tema “The Light of Wisdom in Everyday Life”. Selain itu, terdapat prosesi simbolis seperti The Light Transmission, Pelimpahan Jasa, Blessing, serta Pemandian Buddha Rupang (Yi Fo). Perayaan kemudian ditutup dengan rangkaian pertunjukan seni kreatif dan inspiratif sebagai bentuk refleksi atas makna Waisak, meliputi DV Teater “Dibalik Awan” yang mengisahkan perjalanan emosional seorang anak yang kehilangan ibunya saat perayaan Waisak, kemudian tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua angkat yang merawatnya dengan penuh kasih dan  ketulusan. Kisah ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) yang menjadi inti ajaran Buddha. Selain itu, terdapat penampilan DV Dance, DV Band, Live Poll, serta Curtain Call sebagai simbol apresiasi kepada seluruh panitia, volunteer, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan perayaan tersebut.

 

Dengan terselenggaranya event Waisak Puja 2570 B.E./2026, rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi panitia, volunteer, peserta, dan berbagai pihak yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperingati Hari Waisak serta meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan praktik ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penyelenggaraan event ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarumat Buddha serta memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, event Waisak Puja 2570 B.E./2026 menjadi wujud komitmen bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Dhamma serta membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh welas asih.

 

KMBD JAYA!!!

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.