Bakti Sosial Borobudur

 

Bakti Sosial Borobudur 

Hari Raya Trisuci Waisak merupakan momentum paling sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia untuk memperingati tiga peristiwa suci: kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gotama, dan pencapaian Mahaparinibbana Buddha Gotama. Di Indonesia, kemegahan perayaan Waisak selalu berpusat di Candi Borobudur, yang tidak hanya menjadi episentrum spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol keharmonisan dan toleransi antarumat beragama.

Dalam rangkaian perayaan agung tersebut, Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI) sebagai wadah pemersatu umat Buddha telah menyelenggarakan rangkaian acara kemanusiaan, salah satunya adalah kegiatan Bakti Sosial berskala nasional di kawasan Candi Borobudur yang telah dilaksanakan satu minggu sebelum puncak perayaan Waisak. Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari ajaran Sang Buddha mengenai cinta kasih (metta) dan kasih sayang (karuna), yang telah diwujudkan melalui aksi kepedulian untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan di sekitar kawasan candi.

Dalam momentum yang penuh berkah ini, Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana (KMBD) Universitas Bina Nusantara Semarang telah mendapatkan kehormatan dan kesempatan berharga dengan turut mengambil bagian sebagai relawan dalam Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh WALUBI. Keterlibatan ini merupakan wujud nyata pemenuhan panggilan tanggung jawab sekaligus kebanggaan bagi KMBD karena telah bersinergi dan berkontribusi langsung dalam acara keagamaan dan kemanusiaan berskala nasional.

Keikutsertaan dalam kegiatan Bakti Sosial bersama WALUBI ini telah menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa. Di sela-sela rutinitas akademik, terjun langsung ke lapangan telah memberikan ruang bagi kami untuk melatih empati dan mempraktikkan ajaran Dhamma, khususnya mengenai pelayanan tanpa pamrih (seva). Melalui partisipasi ini, anggota KMBD Semarang telah berinteraksi dengan umat Buddhis dari berbagai daerah dan melihat secara langsung bagaimana sebuah kegiatan sosial dikelola dengan baik. Pengalaman ini menjadi langkah nyata dalam memupuk kepedulian sosial mahasiswa dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

KMBD JAYA!

Taro Goleo