    {"id":1986,"date":"2019-09-20T11:00:06","date_gmt":"2019-09-20T04:00:06","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/?p=1986"},"modified":"2019-09-20T11:00:06","modified_gmt":"2019-09-20T04:00:06","slug":"teknik-foto-split-underwater","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/2019\/09\/teknik-foto-split-underwater\/","title":{"rendered":"TEKNIK FOTO SPLIT UNDERWATER\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn0-production-images-kly.akamaized.net\/N5uJ5PrFjjUNDSEMsvd9YJxVypY=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/1666268\/original\/038553100_1501652691-split_undewater.jpg\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh foto split underwater (kredit : exposure guide)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu tren fotografi yang kini tengah digandrungi para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">travellers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">saat berlibur, terutama di wilayah pantai adalah split underwater. Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">split underwater <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merujuk pada gaya fotografi yang menampilkan dua alam berbeda dalam satu gambar. Biasanya, bagian atas foto merupakan gambar di atas permukaan air, sedangkan bagian bawah menampilkan kondisi bawah air tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, biasanya memerlukan pengaturan yang cukup cermat pada kamera yang digunakan. Beruntung, foto berkualitas juga dapat dihasilkan dengan memanfaatkan action camera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum memulainya, kita perlu menyiapkan perlengkapan foto terlebih dulu. Selain action cam, diperlukan perlengkapan lain, seperti anti fog, camera dome untuk action cam, camera handle, dan underwater housing. Caranya adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Sebelum memasukkan action cam ke air, tes terlebih dulu dengan menyematkan tisu ke housing. Hal ini dilakukan untuk memastikan air tak dapat masuk ke housing.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Setelah itu, masukkan action cam ke dalam air untuk menyesuaikan dengan suhu yang ada. Cara ini juga dilakukan untuk mencegah kabut terbentuk lebih awal. Jangan lupa masukkan anti fog berbentuk kapas tipis untuk mengurangi embun\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Sebaiknya, lakukan uji coba atau latihan terlebih dulu di kolam renang biasa sebelum memutuskan membawanya ke laut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Pakai sabun air agar bintik-bintik air tak menempel di dome.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Saat mengambil gambar, letakkan dome setengah berada di bawah permukaan air dan setengah lainnya di atas permukaan air.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Jepret obyek foto dengan modus burst camera saat berada dalam air. Untuk hasil maksimal, waktu terbaik untuk mengambil gambar adalah saat matahari sudah beranjak naik.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selamat mencoba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Source: tekno.liputan6.com\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artikel asli: http:\/\/tekno.liputan6.com\/read\/3044009\/langkah-mudah-membuat-foto-split- underwater <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contoh foto split underwater (kredit : exposure guide)\u00a0 Salah satu tren fotografi yang kini tengah digandrungi para travellers saat berlibur, terutama di wilayah pantai adalah split underwater. Istilah split underwater merujuk pada gaya fotografi yang menampilkan dua alam berbeda dalam satu gambar. Biasanya, bagian atas foto merupakan gambar di atas permukaan air, sedangkan bagian bawah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":1989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1986"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2159,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1986\/revisions\/2159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}