    {"id":1480,"date":"2018-04-01T17:57:34","date_gmt":"2018-04-01T10:57:34","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/?p=1480"},"modified":"2018-04-12T17:32:56","modified_gmt":"2018-04-12T10:32:56","slug":"1480","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/2018\/04\/1480\/","title":{"rendered":"TIPS BERHADAPAN DENGAN UNEXPERIENCE MODEL"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: Biyan Alya Safira<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cukup sering seorang fotografer harus berhadapan dengan model yang tidak berpengalaman atau model yang masih asing dengan dunia pemotretan. Entah dikarenakan model tersebut adalah client itu sendiri atau seorang kerabat untuk sekedar \u2018<em>hunting <\/em>seru-seruan\u2019. Berikut adalah 5 tips dalam menghadapi dan mengarahkan model yang masih baru dalam dunia pemotretan.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Komunikasi yang baik dengan model<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Model yang tidak berpengalaman seringkali tidak merasa nyaman atau merasa kaku saat berhadapan dengan fotografer. Fotografer perlu mencairkan suasana tersebut agar sang model nyaman dan percaya diri demi kelancaran sesi pemotretan, komunikasikan apa yang diinginkan atau diharapkan dari model. <em style=\"font-size: 1em\">Be humble! <\/em><span style=\"font-size: 1em\">Fotografer yang \u2018jutek\u2019 akan mempersulit dan memperpanjang jalannya waktu pemotretan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Membuat model lebih percaya diri<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang di khawatirkan oleh model biasanya berhubungan dengan hasil foto yang mengecewakan. Cobalah meyakinkan model bahwa hasil foto yang <em>perfect<\/em> tidak dalam sekali atau dua kali <em>shot(s), <\/em>fotografer akan mengambil ratusan atau bahkan ribuan foto sebelum memilih hasil foto yang terbaik.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Buatlah model lebih nyaman<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal kecil membuat model nyaman adalah dengan tidak menyentuh model secara langsung atau menggunakan kata-kata yang dapat menyinggung model saat berkomunikasi. Membuat model nyaman juga dapat dilakukan dengan memainkan lagu yang sesuai guna membangun atmosfir yang baik, jangan\u00a0lupa bertanya dahulu dengan model sebelum melakukan hal ini.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Membangun sikap respek dengan model<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat fotografer meminta model untuk melakukan hal-hal yang <em>challenging, <\/em>seperti menaiki tangga atau melakuka pose-pose tertentu, fotografer wajib meminta izin dengan model terlebih dahulu. Atau saat model perlu berpose dibawah teriknya matahari, berilah waktu istirahat beberapa kali agar model tidak dehidrasi atau terlalu kelelahan.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Arahkan model dalam berpose<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Memberi arahan tentang bagaimana model berpose, seperti dimana model meletakan posisi tangan yang sesuai, posisi tubuh menghadap sisi yang tepat, atau ekspresi wajah yang cocok dengan tema. Fotografer dapat mempraktekan langsung ke model atau memberi referensi dari majalah-majalah yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Biyan Alya Safira Cukup sering seorang fotografer harus berhadapan dengan model yang tidak berpengalaman atau model yang masih asing dengan dunia pemotretan. Entah dikarenakan model tersebut adalah client itu sendiri atau seorang kerabat untuk sekedar \u2018hunting seru-seruan\u2019. Berikut adalah 5 tips dalam menghadapi dan mengarahkan model yang masih baru dalam dunia pemotretan. Komunikasi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":106,"featured_media":1481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,3],"tags":[],"class_list":["post-1480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-posts","category-slideshow"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1480"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1616,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480\/revisions\/1616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}