    {"id":102,"date":"2016-03-11T00:40:45","date_gmt":"2016-03-10T17:40:45","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/?p=102"},"modified":"2016-03-11T00:42:13","modified_gmt":"2016-03-10T17:42:13","slug":"fakta-unik-seputar-fotografi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/2016\/03\/fakta-unik-seputar-fotografi\/","title":{"rendered":"Fakta Unik Seputar Fotografi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh : Azka Aisha<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat ini fotografi sudah sangat diminati dari berbagai kaum. Dikarenakan teknologi yang semakin maju, masyarakat dari kalangan manapun bisa menjadi fotografer dengan sangat mudah. Namun jauh sebelum itu, fotografi merupakan salah satu hobi yang tergolong mahal dan rumit. Kenapa begitu? Yuk, simak 7 Fakta Unik seputar Fotografi.<\/p>\n<ol>\n<li><em>Daguerrotype<\/em> merupakan sebuah metode dan proses untuk membuat foto yang pertama kali dipublikasikan di dunia. Cukup unik karena teknologi ini diciptakan Louis Daguerre dan juga Joseph Ni\u00e9pce. Tempat pertama yang berhasil di abadikan adalah <em>Boulevard du Temple<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_103\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_103\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 1280px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/Boulevard_du_Temple_by_Daguerre.jpg\" rel=\"attachment wp-att-103\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-103\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/Boulevard_du_Temple_by_Daguerre.jpg\" alt=\"Tempat pertama yang berhasil di abadikan menggunakan metode Daguerrotype adalah Boulevard du Temple\" width=\"1280\" height=\"920\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_103\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Tempat pertama yang berhasil di abadikan menggunakan metode Daguerrotype adalah Boulevard du Temple<\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"2\">\n<li>Sebelum adanya foto berwarna, dahulu fotografer mewarnai foto karya mereka dengan teknik cat air. Cara ini sering digunakan sejak tahun 1840.<\/li>\n<li>Mungkin banyak orang menganggap kamera jenis SLR merupakan teknologi Jepang. Namun sebenarnya kamera <em>Single Lens Reflex<\/em> sudah ada sejak tahun 1861, ditemukan oleh Thomas Sutton dengan ukuran yang sangat besar. Sayangnya kamera buatan Sutton tidak dipasarkan sampai Kine Exakta memproduksinya\u00a0 di Jerman dengan lensa 35mm. SLR Jepang baru diperkenalkan pada tahun 1952 oleh perusahaan Asahiflex yang saat ini berganti nama menjadi Pentax.<\/li>\n<li>Ada sebuah lensa kamera SLR terbesar yang pernah dibuat oleh perusahaan Carl Zeiss. Lensa tersebut dinamai Apo Sonnar T* dengan berat total mencapai 564lb atau 256kg dengan memiliki panjang fokus sampai 1700 mm. Lensa ini khusus dirancang untuk digunakan dengan Hasselblad 6 \u00d7 6 format kamera medium. Sayangnya, lensa ini tidak dijual umum karena hanya merupakan pesanan dari seorang konglomerat yang menyukai fotografi <em>Wildlife<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"5\">\n<li>Ada sebuah kamera termahal yang pernah dijual, yakni sebuah kamera langka buatan Leica dari tahun 1923 . Kamera ini sudah terjual dengan harga USD 2.800.000 pada acara lelang di Wina, Austria.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_104\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_104\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 320px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/kamera-prototipe-leica.jpg\" rel=\"attachment wp-att-104\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-104\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/kamera-prototipe-leica.jpg\" alt=\"kamera prototipe leica\" width=\"320\" height=\"260\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_104\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">kamera prototipe leica<\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"6\">\n<li>Bukan cuma kamera, Leica juga telah membuat lensa dengan harga yang paling mahal di dunia. Lensa tersebut adalah lensa Tele yang dibuat secara khusus untuk pangeran dari Qatar seharga USD 2 juta.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_105\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_105\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 320px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/lensa-tele-leica.jpg\" rel=\"attachment wp-att-105\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-105 size-full\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-content\/uploads\/sites\/51\/2016\/03\/lensa-tele-leica.jpg\" alt=\"lensa tele leica\" width=\"320\" height=\"214\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_105\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">lensa tele leica<\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"7\">\n<li>Pada tahun 2006, Dalsa pernah membuat sensor kamera CCD dengan kapasitas \u00a0mencapai 111 megapiksel. Ukuran tersebut dianggap sebagai yang terbesar saat itu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber :<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/www.plimbi.com\/\">http:\/\/www.plimbi.com\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/teknobelia.blogspot.co.id\/\">http:\/\/teknobelia.blogspot.co.id\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Azka Aisha &nbsp; Saat ini fotografi sudah sangat diminati dari berbagai kaum. Dikarenakan teknologi yang semakin maju, masyarakat dari kalangan manapun bisa menjadi fotografer dengan sangat mudah. Namun jauh sebelum itu, fotografi merupakan salah satu hobi yang tergolong mahal dan rumit. Kenapa begitu? Yuk, simak 7 Fakta Unik seputar Fotografi. Daguerrotype merupakan sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,3],"tags":[],"class_list":["post-102","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-posts","category-slideshow"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions\/106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/klifonara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}