    {"id":664,"date":"2018-06-30T22:14:43","date_gmt":"2018-06-30T15:14:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=664"},"modified":"2018-07-01T22:17:44","modified_gmt":"2018-07-01T15:17:44","slug":"ajaran-pokok-agama-konghucu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2018\/06\/ajaran-pokok-agama-konghucu\/","title":{"rendered":"AJARAN POKOK AGAMA KONGHUCU"},"content":{"rendered":"<p>Seperti halnya ajaran pokok agama lain, dalam agama Konghucu\u00a0 dikenal hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Khalik dan hubungan horizontal antara sesama manusia.\u00a0 Dalam kosa kata Agama Konghucu disebut sebagai Zhong Shu, Satya kepada (Firman) Tuhan, dan Tepasalira (tenggang rasa) kepada sesama manusia.\u00a0 Prinsip Tepasalira ini kemudian ditegaskan dalam beberapa sabdanya yang terkenal, \u201cApa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan diberikan kepada orang lain\u201d dan \u201cBila diri sendiri ingin tegak (maju), berusahalah agar orang lain tegak (maju)\u201d.\u00a0 Kedua sabda ini dikenal sebagai \u201cGolden Rule\u201d (Hukum Emas) yang bersifat Yin dan Yang.<\/p>\n<p>Dalam berbagai kesempatan Kongzi menekankan pentingnya manusia mempunyai \u201cTiga Pusaka Kehidupan\u201d, \u201cTiga Mutiara Kebajikan\u201d atau \u201cTiga Kebajikan Utama\u201d, yaitu : Zhi, Ren dan Yong.\u00a0 Ditegaskan bahwa, \u201cYang Zhi tidak dilamun bimbang, yang Ren tidak merasakan susah payah, dan yang Yong tidak dirundung ketakutan\u201d.<\/p>\n<p>Zhi berarti wisdom dan sekaligus enlightenment (Bijaksana dan Tercerahkan\/Pencerahan). Bijaksana dapat diartikan pandai, selalu menggunakan akal budinya, arif, tajam pikiran, mampu mengatasi persoalan dan mampu mengenal orang lain. Pencerahan atau yang Tercerahkan, berarti mampu mengenal dan memahami diri sendiri, termasuk di dalamnya mampu mengenal yang hakiki. Untuk mencapai Zhi, manusia harus belajar keras, dengan menggunakan kemampuan dan upaya diri sendiri.\u00a0 Agama, para Nabi dan atau Guru Agung hanya bisa membantu, namun untuk mencapainya adalah dari upaya diri sendiri. Orang yang ingin memperoleh Zhi, berarti ia harus belajar keras untuk meraih Kebijaksanaan dan sekaligus Pencerahan (batin).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2018\/05\/who-is-confucius\/220px-%e5%ad%94%e5%ad%90%e8%81%96%e8%b9%9f%e5%9c%96\/\" rel=\"attachment wp-att-650\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-650\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2018\/06\/220px-\u5b54\u5b50\u8056\u8e5f\u5716.png\" alt=\"\" width=\"220\" height=\"390\" \/><\/a><\/p>\n<p>Ren berarti Cinta Kasih universal, tidak terbatas pada orang tua dan keluarga sedarah belaka, namun juga kepada sahabat, lingkungan terdekat, masyarakat, bangsa, negara, agama dan umat manusia.\u00a0 Ren bebas dari stigma masa lalu dan tidak membeda-bedakan manusia dari latar belakang atau ikatan primordialnya. Ren tidak mengenal segala bentuk diskriminasi atau pertimbangan atas dasar kelompok. Meski berasal dari satu kelompok, bila seseorang bersalah atau melanggar Kebajikan, maka bisa saja kita berpihak kepada orang yang berasal dari kelompok berbeda namun benar-benar berada dalam Kebajikan.\u00a0 Ren dalam pengertian agama Konghucu selalu didasari pada sikap ketulusan, berbakti, memberi, bukan meminta atau menuntut balasan dalam bentuk apapun. Namun perlu diingat bahwa Ren tidak berarti mencinta tanpa dasar pertimbangan baik dan buruk. Dalam salah satu sabdanya Kongzi mengatakan bahwa \u201cOrang yang berperi-Cintakasih bisa mencintai dan membenci\u201d. Mencintai Kebaikan dan membenci Keburukan. Balaslah Kebaikan dengan Kebaikan; Balaslah Kejahatan dengan Kelurusan\u201d. Di sini berarti siapa pun yang bersalah, harus diluruskan, dihukum secara adil dan diberi pendidikan secara optimal agar dapat kembali ke jalan yang benar. Setelah berada di jalan yang benar, kita tidak boleh terkena stigma, menilai atas dasar masa lalu seseorang.<\/p>\n<p>Yong sering diartikan Berani atau Keberanian. Namun yang dimaksud dengan Yong, bukanlah keberanian dalam \u201ck\u201d kecil.\u00a0 Berani melawan harimau dengan tangan kosong, berani menyeberangi bengawan tanpa alat bantu, bukanlah Keberanian yang dimaksud Kongzi. Yang dimaksud dengan Keberanian di sini adalah Berani karena Benar, Berani atas dasar Aturan atau Kesusilaan, Berani atas dasar rasa Tahu Malu. Suatu ketika Kongzi berkata, \u201cBila memeriksa ke dalam diri aku telah berada dalam Kebenaran, mengapa aku harus merasa takut?.\u00a0 Namun bila aku bersalah, kepada anak kecil pun aku tidak Berani\u201d.<\/p>\n<p>Yong juga diartikan sebagai Keberanian untuk melakukan koreksi dan\u00a0 instrospeksi diri. Bila bersalah, kita harus Berani mengakui kesalahan tersebut dan sekaligus Berani untuk mengkoreksinya. Nabi Kongzi berkata, \u201cSungguh beruntung aku. Setiap berbuat kesalahan, selalu ada yang mengingatkannya\u201d. Ditambahkan, \u201cSesungguh-sungguhnya kesalahan adalah bila menjumpai diri sendiri bersalah, namun tidak berusaha untuk mengkoreksi atau memperbaikinya\u201d. Maka seorang yang berjiwa besar adalah orang yang berani belajar dari kesalahan.<\/p>\n<p>Oleh Mengzi, Yong kemudian dijabarkan sebagai Yi (Kebenaran) dan Li (Kesusilaan, Tahu Aturan, Ketertiban atau Hukum). Bila seseorang mampu menjalani Ren, Yi, Li dan Zhi dengan baik, maka ia diharapkan mampu menjadi seorang Junzi (Kuncu), atau orang yang beriman (dan tentu saja berbudi pekerti luhur). Dalam Islam disebut \u201cInsan Kamil\u201d. Dengan demikian diharapkan ia akan menjadi manusia yang terpercaya atau Dapat Dipercaya (Xin).\u00a0 Pokok ajaran Ren, Yi, Li, Zhi dan Xin atau, inilah yang biasa disebut sebagai \u201cLima Kebajikan\u201d atau Wu Chang.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2018\/05\/who-is-confucius\/confucius-quotes-1\/\" rel=\"attachment wp-att-651\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-651\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2018\/06\/Confucius-Quotes-1.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"350\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sumber : https:\/\/matakin.wordpress.com\/agama-khonghucu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti halnya ajaran pokok agama lain, dalam agama Konghucu\u00a0 dikenal hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Khalik dan hubungan horizontal antara sesama manusia.\u00a0 Dalam kosa kata Agama Konghucu disebut sebagai Zhong Shu, Satya kepada (Firman) Tuhan, dan Tepasalira (tenggang rasa) kepada sesama manusia.\u00a0 Prinsip Tepasalira ini kemudian ditegaskan dalam beberapa sabdanya yang terkenal, \u201cApa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[12,16,17,15,13],"class_list":["post-664","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-confucius","tag-kbmk","tag-khonghucu","tag-konghucu","tag-weareconfucian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=664"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":665,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/664\/revisions\/665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}