    {"id":3770,"date":"2025-06-11T11:17:32","date_gmt":"2025-06-11T04:17:32","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=3770"},"modified":"2025-06-11T11:17:32","modified_gmt":"2025-06-11T04:17:32","slug":"ritual-pernikahan-tradisional-tionghoa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2025\/06\/ritual-pernikahan-tradisional-tionghoa\/","title":{"rendered":"Ritual Pernikahan Tradisional Tionghoa"},"content":{"rendered":"<h2><b>Pendahuluan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pernikahan dalam tradisi Tionghoa bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan penggabungan dua keluarga besar dengan segala nilai dan tradisinya. Upacara pernikahan tradisional Tionghoa telah berlangsung selama ribuan tahun dengan ritual-ritual yang sarat makna filosofis dan spiritual. Meskipun praktiknya bervariasi di berbagai wilayah, esensi pentingnya keluarga, keseimbangan, dan keberlanjutan keturunan tetap menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2025\/06\/ritual-pernikahan-tradisional-tionghoa\/random\/\" rel=\"attachment wp-att-3772\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3772\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2025\/06\/random-.jpg\" alt=\"\" width=\"515\" height=\"342\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Sumber: <a href=\"https:\/\/www.wherewomenchaseyou.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/chinese-wedding-tradition.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">gmbr 2<\/span><\/a> )<\/p>\n<h2><b>Pengertian Pernikahan Tradisional Tionghoa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pernikahan tradisional Tionghoa atau &#8220;Hun Li&#8221; dipandang sebagai peristiwa sakral yang didasarkan pada konsep &#8220;Yuan Fen&#8221; (takdir atau jodoh) dan mengandung tiga aspek penting: melanjutkan garis keturunan keluarga, menghormati leluhur, dan menciptakan keharmonisan antara prinsip yin dan yang. Pernikahan tidak hanya memiliki aspek sosial tetapi juga religius, karena melibatkan penghormatan kepada Tian (Langit) dan leluhur kedua keluarga.<\/span><\/p>\n<p><b>Ritual Penting<\/b><\/p>\n<h3><b>1. Pertunangan (Guo Da Li)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keluarga pria mengirimkan hadiah pertunangan ke keluarga wanita, termasuk kue tradisional, lilin merah, perhiasan emas, dan angpau. Ritual ini menandai perjanjian resmi antara dua keluarga dan awal persiapan pernikahan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Upacara Teh (Cha Dao Li)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pasangan berlutut dan menyajikan teh kepada orang tua dan kerabat yang lebih tua secara berurutan berdasarkan hierarki. Para tetua memberikan nasihat dan hadiah sebagai simbol penerimaan mempelai baru ke dalam keluarga. Ritual ini melambangkan penghormatan kepada yang lebih tua dan kesinambungan tradisi keluarga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2025\/06\/ritual-pernikahan-tradisional-tionghoa\/tannoto_1_mei\/\" rel=\"attachment wp-att-3771\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3771\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2025\/06\/tannoto_1_mei.jpg\" alt=\"\" width=\"510\" height=\"336\" \/><\/a><br \/>\n(sumber : <a href=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/id\/1144498448\/id\/foto\/pengantin-wanita-dan-mempelai-pria-dengan-pakaian-pernikahan-tradisional-memegang-cangkir-teh.jpg?s=1024x1024&amp;w=is&amp;k=20&amp;c=IwmyewUooJG_yYK62HviPoHa3uK5Kw_FPaTidXxTZGE=\"><span style=\"font-weight: 400\">gmbr 1<\/span><\/a>)<\/p>\n<h3><b>3. Sembahyang kepada Leluhur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pasangan melakukan penghormatan kepada leluhur dengan membakar dupa dan memberikan persembahan di altar keluarga. Ritual ini memperkenalkan mempelai baru kepada leluhur, meminta berkat, menegaskan kesinambungan keluarga, dan menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketiga ritual ini mencerminkan nilai-nilai inti budaya Tionghoa yang tetap dipertahankan hingga kini meski banyak praktik modern telah diadopsi dalam upacara pernikahan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">WEI DE DONG TIAN<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi: <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Putri Nurhidayati. 2025. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Pernikahan Orang Tionghoa, Ini 5 Hal yang Tidak Boleh Dilanggar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/rbtv.disway.id\/read\/86182\/pernikahan-orang-tionghoa-ini-5-hal-yang-tidak-boleh-dilanggar\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/rbtv.disway.id\/read\/86182\/pernikahan-orang-tionghoa-ini-5-hal-yang-tidak-boleh-dilanggar<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jessica Levey. 2024. Panduan Sederhana untuk Tradisi Pernikahan Upacara Minum Teh Cina<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/theamm-org.translate.goog\/articles\/2289-simple-guide-to-the-chinese-tea-ceremony-wedding-tradition?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=imgs\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/theamm-org.translate.goog\/articles\/2289-simple-guide-to-the-chinese-tea-ceremony-wedding-tradition?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=imgs<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Pernikahan dalam tradisi Tionghoa bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan penggabungan dua keluarga besar dengan segala nilai dan tradisinya. Upacara pernikahan tradisional Tionghoa telah berlangsung selama ribuan tahun dengan ritual-ritual yang sarat makna filosofis dan spiritual. Meskipun praktiknya bervariasi di berbagai wilayah, esensi pentingnya keluarga, keseimbangan, dan keberlanjutan keturunan tetap menjadi nilai utama yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":3644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3770"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3774,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions\/3774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}