    {"id":320,"date":"2017-01-23T17:31:19","date_gmt":"2017-01-23T10:31:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=320"},"modified":"2017-01-23T17:49:19","modified_gmt":"2017-01-23T10:49:19","slug":"kongzi-li-penanggalan-khonghucu-%e5%ad%94-%e5%ad%90-%e6%9b%86","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2017\/01\/kongzi-li-penanggalan-khonghucu-%e5%ad%94-%e5%ad%90-%e6%9b%86\/","title":{"rendered":"Kongzi Li &#8211; Penanggalan Khonghucu  \u5b54 \u5b50 \u66c6"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u6b50<\/strong><strong>\u00a0 <\/strong><strong>\u967d<\/strong><strong>\u00a0 <\/strong><strong>\u5b50<\/strong><strong>\u00a0 <\/strong><strong>\u6587<\/strong><br \/>\n<strong>Oleh: Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wei De Dong Tian (\u60df \u5fb7 \u52d5 \u5929) !<\/p>\n<p>Sistem penanggalan lazimnya terkait dengan suatu kepercayaan atau keyakinan (agama), karena memang penanggalan diadakan untuk memberikan pegangan bagi umat beragama, utamanya dalam melakukan ritual atau persembahyangan (ibadah) seperti yang dituntunkan dalam kitab sucinya sebagai panggilan iman.<\/p>\n<p>Ada tiga sistem penanggalan yang dikenal, yakni; yang pertama adalah Lunar (bulan) system (penanggalan Hijriah, satu tahunnya 354 hari), yang kedua Solar (matahari) sytem, (penanggalan Masehi, satu tahunnya 365 \u00bc hari). Selisih inilah yang menyebabkan hari raya Idul Fitri setiap tahunnya maju 11 hari dibandingkan penanggalan Masehi. Yang ketiga Luni-solar system, merupakan gabungan dari kedua system diatas (penanggalan Pertanian, \u8fb2 \u66c6 &#8211; Nong Li; yang kemudian hari dikenal sebagai penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li). Dimana selisih hari dari kedua system itu dikonversikan dengan apa yang disebut bulan kabisat (\u958f \u6708 &#8211; Run Yue) dengan perhitungan setiap (siklus) 19 tahun dilakukan penyesuaian (disisipkan bulan kabisat) sebanyak 7 kali. (19 X 11 = 209 equivalen dengan 7 bulan). Dengan demikian, hari raya Tahun Baru penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li, setiap tahunnya jatuh antara 20\/21 Januari (\u5927 \u5bd2 &#8211; da han) &#8211; 18\/19 Pebruari (\u96e8 \u6c34 &#8211; yu shui). (karena perhitungan tertentu dengan adanya bulan kabisat sebanyak 7 kali dalam 19 tahun). Perhitungan ini, sesuai dengan\u4e8c \u5341 \u56db \u7bc0 \u6c23 &#8211; er shi si jie qi (twenty-four solar terms).<\/p>\n<p>\u5e1d \u66f0 \uff1a \u54a8 \uff0c\u6c5d \u7fb2 \u66a8 \u548c !<br \/>\n\u671e \u4e09 \u767e \u6709 \u516d \u65ec \u6709 \u516d \u65e5 \uff0c\u4ee5 \u958f \u6708 \uff0c\u5b9a \u56db \u6642 \u6210 \u6b72 \u3002<br \/>\n\u5141 \u91d0 \u767e \u5de5 \uff0c\u5eb6 \u7e3e \u54b8 \u7199 \u3002<br \/>\nBaginda (Yao) bersabda, \u201cO ! kamu, Xi dan He, camkan, setahun itu ada 366 hari\u201d;<br \/>\nDengan mengingat adanya bulan kabisat, tetapkanlah ke empat musim dalam setahun.<br \/>\nAturlah beratus pekerja itu sehingga semua pekerjaan sepanjang tahun terselenggara baik.<br \/>\n(\u5510 \u66f8 &#8211; \u582f \u5178 ; \u00a0Tang Shu &#8211; Yao Dian)<\/p>\n<p>Penyebutan penanggalan Yinli atau Imlek (\u9670 \u66c6) untuk penanggalan Khonghucu, sebenarnya salah kaprah. Karena Yinli atau Imlek (\u9670 \u66c6) menunjuk pada Lunar system sedang untuk Solar system disebut Yangli atau Yanglek (\u967d \u66c6), maka untuk penyebutan penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li yang merupakan gabungan dari Lunar system dengan Solar system (Luni-solar system) seharusnya Yinyangli \/ Imyanglek (\u9670 \u967d \u66c6).<\/p>\n<p>Kenapa disebut penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li ?<\/p>\n<p>System penanggalan ini mempunyai sejarah yang panjang dan unik, sejak pertama kali dibuat (era\u9ec3 \u5e1d &#8211; Huang Di; 2698 s.M &#8211; 2598 s.M), penentuan Tahun Baru nya mengalami perubahan dari satu dinasti ke dinasti yang lain.<\/p>\n<p>Nabi Khongcu (\u5b54 \u5b50 ; 551 s.M &#8211; 479 s.M) yang hidup pada jaman \u6625 \u79cb &#8211; Chun Qiu akhir era dinasti\u5468 &#8211; Zhou (1122 s.M &#8211; 255 s.M), menyerukan untuk menggunakan penanggalan dinasti \u590f &#8211; Xia (2205 s.M &#8211; 1766 s.M) karena Nabi Khongcu melihat bahwa penentuan Tahun Baru seyogyanya dikaitkan dengan ketepatan perhitungan musim yang juga merupakan aspek kultural-filosofis dimana akan memudahkan rakyat dalam bercocok-tanam, hal ini mengingat pula begitu pentingnya aspek ketepatan musim tanam, diawal musim semi bagi masyarakat agraris, yang menumpukan hidupnya dengan bersawah-ladang. Yang mana hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pokok umat manusia. Dan mereka adalah rakyat berbagai bangsa, berabad-abad sehingga sekarang. Inilah Wahyu Tian (\u5929 \u8cdc &#8211; Tian Ci) yang diturunkan bagi kesejahteraan insan ciptaan-Nya melalui Nabi Khongcu.<\/p>\n<p>\u5b50 \u66f0 \uff1a\u884c \u590f \u4e4b \u6642 \u3002<br \/>\nNabi (Khongcu) bersabda : \u201cPakailah penanggalan Dinasti Xia.\u201d<br \/>\n(\u8ad6 \u8a9e &#8211; Lun Yu XV: 11)<br \/>\nPada saat itu, penguasa belum atau tidak memperhatikan sabda Nabi Khongcu tersebut (hanya raja yang mempunyai kewenangan untuk menetapkan system penanggalan dengan\u00a0 Tahun Baru nya). Namun Tian berkehendak lain, pada jaman dinasti \u6f22 &#8211; Han, raja ke VI; \u00a0\u00a0\u00a0\u6f22 \u6b66 \u5e1d &#8211; Han Wu Di, pada tahun 104 s.M, mencanangkan penggunaan system penanggalan seperti yang di sabdakan nabi Khongcu. Dan awal tahunnya ditentukan dengan menggunakan tahun kelahiran nabi Khongcu (551 s.M). Itulah sebabnya perhitungan penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li, kini menunjuk angka 2568 tahun (551 s.M + 2017 M). Sejak itu, penggunaan system penanggalan ini sampai sekarang tidak pernah berubah lagi. Seandainya\u6f22 \u6b66 \u5e1d &#8211; Han Wu Di tidak mencanangkan system penanggalan seperti yang di-sabda-kan nabi Khongcu, maka orang tidak akan pernah tahu apa yang terjadi (menggunakan system yang mana dan kapan penentuan tahun barunya). Karena orang menggunakan system penanggalan seperti yang dicanangkan oleh \u6f22 \u6b66 \u5e1d &#8211; Han Wu Di yang menyumber dari sabda nabi Khongcu, maka system penanggalan yang digunakan sekarang ini disebut penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li.<\/p>\n<p>Dalam buku : A History of Chinese Philosophy, Fung Yu Lan menyebut ;<br \/>\n\u2018<em>Confucius as a Creator Through Being a Transmiter<\/em>\u2019<br \/>\n(nabi Kongcu sebagai seorang pencipta lewat karya meneruskan)<\/p>\n<p>Makna filosofis Tahun Baru bagi umat Khonghucu<\/p>\n<p>Berbicara mengenai makna Tahun Baru, apanya yang baru? Iman Khonghucu menegaskan: \u2018Baru\u2019 (\u65b0 &#8211; Xin) mempunyai demensi yang bisa berarti : \u2018Awal atau Pada-mulanya\u2019 bertujuan memperbaiki (memperbaharui), bermaksud selalu \u2018Baharu\u2019, dengan artian : agar \u2018lebih baik dan lebih baik lagi\u2019.<\/p>\n<p>\u82df \u65e5 \u65b0 , \u65e5 \u65e5 \u65b0 , \u53c8 \u65e5 \u65b0 .<br \/>\n\u201cBila suatu hari dapat membaharui diri,<br \/>\nperbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya!\u201d<br \/>\n(\u5927 \u5b78 &#8211; Thai Hak II: 1)<\/p>\n<p>Dimanakah konteks relevansi akan nilai religi dalam setiap tahun baru?<\/p>\n<p>Kalau dihubungkan dengan konsep imani \u2018\u5929 &#8211; Tian (Tuhan atau Sang Khalik)\u2019, \u2018\u5730 &#8211; Di (Bumi atau Sarana)\u2019 dan \u2018\u4eba &#8211; Ren (Manusia)\u2019 dalam \u5112 \u6559 &#8211; Ru Jiao (agama Khonghucu), maka ada makna yang tersirat dalam hubungan ini;<\/p>\n<ul>\n<li>Bukankah Dia sang khalik menjadi \u2018\u7d42 \u59cb &#8211; Zhong Shi\u2019 (PrimaCausa-CausaFinalis) semesta dan turunannya berarti ada awal dan akhir? Dimana orang mau mengawali dan kapan akan mengakhiri? Ini semua berada pada \u2018titik\u2019 relatif imagi manusia.<br \/>\nMaka tahun baru, senantiasa berarti \u2018kesempatan baru\u2019 (\u65b0 \u7684 \u6a5f \u6703 &#8211; Xin De Ji Hui)<\/li>\n<li>Bukankah bumi menjadi \u2018sarana\u2019 yang menyediakan semua? Hanya mungkin ada yang \u2018salah\u2019 dalam mengelolanya. Orang mau \u2018mencari\u2019 atau men \u2018sia-sia\u2019 kannya, Bumi tetap \u00a0menyediakan \u2018harapan\u2019 bagi insan beriman.<br \/>\nMaka tahun baru, selalu merupakan \u2018harapan\u00a0 baru\u2019 (\u65b0 \u7684 \u5e0c \u671b &#8211; Xin De Xi Wang)<\/li>\n<li>Bukankah manusia adalah ciptaanNya, yang ter \u2018mulia\u2019, mengapa manusia tak berdaya-\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 usaha dan ulet bekerja? manusia seharusnya dengan Iman dan Taqwa berupaya selaras (bahagia) didalam Jalan SuciNya (\u6a02 \u5929 &#8211; Le Tian).<br \/>\nMaka tahun baru, adalah sebuah \u2018perjuangan baru\u2019 (\u65b0 \u7684 \u6311 \u6230 &#8211; Xin De Tiao Zhan)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u5929<\/strong><strong>&#8211;\u00a0Tian ;\u00a0\u00a0Tuhan \/ Sang Khalik memberi Kesempatan,<\/strong><br \/>\n<strong>\u5730<\/strong><strong>&#8211; Di ;\u00a0\u00a0Bumi \/ Sarana menyediakan Harapan,<\/strong><br \/>\n<strong>\u4eba<\/strong><strong>&#8211; Ren ;\u00a0\u00a0Manusia harus Berusaha !<\/strong><\/p>\n<p>Dari uraian diatas, jelas dan tegaslah bahwa apa yang dimaksud dengan penyebutan \u2018kaprah\u2019 penanggalan Yinli atau Imlek (\u9670 \u66c6), yang benar dan seharusnya adalah disebut\u00a0 penanggalan Khonghucu, \u5b54 \u5b50 \u66c6 &#8211; Kongzi li. Dan itu bukan sekedar tradisi yang tanpa bersumber kepada Kitab Suci (Khonghucu) yang diwahyukan Tian, Tuhan Sang Khalik. Lebih-lebih dari anggapan sekedar sebagai \u2018tahun baru nya kaum Tionghoa\u2019 belaka, ataupun hanya suatu \u2018perayaan\u2019 yang diwujudkan dengan segala bentuk \u2018eurofianya\u2019. Melainkan memuat\u00a0<strong>\u2018Makna Suci\u2019<\/strong>\u00a0sebagai<strong>\u00a0\u2018Panggilan Ibadah\u2019<\/strong>\u00a0yang luhur dan mulia bagi umat yang mengimaninya. Dan ini semua bukannya tanpa \u2018apa\u2019 dan \u2018mengapa\u2019 . . . Shanzai (\u5584 \u54c9) !<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2017\/01\/kongzi-li-penanggalan-khonghucu-%e5%ad%94-%e5%ad%90-%e6%9b%86\/kongzi\/\" rel=\"attachment wp-att-321\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-321\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/01\/kongzi.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"539\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sumber: http:\/\/spocjournal.com\/religi\/587-kongzi-li-penanggalan-khonghucu.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u6b50\u00a0 \u967d\u00a0 \u5b50\u00a0 \u6587 Oleh: Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS &nbsp; Wei De Dong Tian (\u60df \u5fb7 \u52d5 \u5929) ! Sistem penanggalan lazimnya terkait dengan suatu kepercayaan atau keyakinan (agama), karena memang penanggalan diadakan untuk memberikan pegangan bagi umat beragama, utamanya dalam melakukan ritual atau persembahyangan (ibadah) seperti yang dituntunkan dalam kitab sucinya sebagai panggilan iman. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,1],"tags":[],"class_list":["post-320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=320"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":333,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320\/revisions\/333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}