    {"id":2501,"date":"2023-09-28T16:18:13","date_gmt":"2023-09-28T09:18:13","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=2501"},"modified":"2023-09-28T16:18:13","modified_gmt":"2023-09-28T09:18:13","slug":"yin-yang-dalam-sudut-pandang-khonghucu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2023\/09\/yin-yang-dalam-sudut-pandang-khonghucu\/","title":{"rendered":"Yin Yang dalam Sudut Pandang Khonghucu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan untuk mengisi dunia ini dengan perbuatan bajik. Perbuatan bajik adalah dapat dikatakan suatu perbuatan yang baik atau berperilaku atas dasar jiwa yang penuh Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanaan. Perilaku-perilaku tersebut dalam ajaran agama Khonghucu disebut dengan Empat Watak Sejati. Empat Watak Sejati menjadi bekal manusia untuk membangun dunia menjadi lebih baik dan indah. Lebih dapat diartikan harmonis dengan sesama manusia, harmonis dengan makhluk lainnya, harmonis dengan alam semesta dan harmonis dengan Tuhan. Pengertian harmonis di sini tidak lepas dari hukum keharmonisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yin Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara general, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yin Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berarti kehidupan yang seimbang. Ini adalah konsep kehidupan yang menganggap bahwa segala sesuatu yang ada di bumi memiliki dua unsur yang berlawanan. Namun, hal-hal yang berlawanan ini justru saling menyempurnakan dan membuat segala sesuatu menjadi lebih indah. Simbol <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yin<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berbentuk lingkaran yang ditengahnya dipisahkan dengan huruf \u2018S\u2019. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dilambangkan dengan warna hitam dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dilambangkan dengan warna putih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2023\/09\/yin-yang-dalam-sudut-pandang-khonghucu\/screenshot-2023-09-28-161626\/\" rel=\"attachment wp-att-2502\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2502\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2023\/09\/Screenshot-2023-09-28-161626.png\" alt=\"\" width=\"614\" height=\"291\" \/><span style=\"font-weight: 400\">Sumber : Wallsfield.com<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Manusia harus memiliki jiwa yang kuat untuk menghadapi permasalahan dunia. Sesuai dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengzi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Jilid VII A : 4, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cBerlaksa benda tersedia lengkap di dalam diri. Kalau memeriksa diri ternyata penuh iman, sesungguhnya tiada kebahagiaan yang lebih besar dari ini. Sekuat diri laksanakanlah Tepa Sarira, untuk mendapatkan Cinta Kasih tiada yang lebih dekat dari ini!\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Dari perkataan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengzi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat diartikan, jika diri telah dikoreksi dengan penuh iman, maka iman yang dimiliki tersebut sudah dapat dijadikan kebahagiaan. Meskipun terlihat sederhana, hal ini dapat memberikan kekuatan kepada manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tambahan dari sabda Nabi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kongzi<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">Lun Yu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Jilid VII : 16<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Mengartikan kebahagiaan tidak tergantung pada materi yang kita punya, melainkan tergantung dari bagaimana kita mampu menempatkan Jiwanya dalam posisi yang tepat, dalam hal ini adanya rasa syukur dalam Kebajikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Manusia harus menjalani penderitaan untuk menuju Kebahagiaan. Contohnya ketika seorang mahasiswa ingin mendapat nilai baik, maka ia harus belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat memahami materinya. Ia juga harus meluangkan banyak waktunya demi belajar. Contoh lainnya, seorang pengusaha yang baru memulai membuka usahanya harus bekerja lebih keras bahkan mengeluarkan modal yang lebih untuk mencapai kesuksesan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Yin Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> itu berproses. Suatu hal yang bersifat<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Yin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan berbalik arah menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sejalan dengan contoh diatas, penderitaan akan berproses menjadi suatu kekuatan yang mendatangkan Kebahagiaan. Kutipan dari Kitab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengzi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berikut akan menjadi penutup dari artikel ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">\u201cBegitulah kalau Tuhan YME hendak menjadikan seseorang besar, lebih dahulu disengsarakan batinnya, dipatahkan urat dan tulangnya, dilaparkan badan kulitnya, dimiskinkan sehingga tidak punya apa-apa, dan digagalkan segala usahanya. Maka dengan demikian digerakkan hatinya, diteguhkan Watak Sejatinya, dan bertambah pengertiannya tentang hal-hal yang ia tidak mampu\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> (Kitab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengzi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Jilid VI B : 15.2)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi :<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurniawan. (21 April 2022). Mengungkap Arti Yin dan Yang dalam Filosofi Tionghoa. <\/span><a href=\"https:\/\/www.superprof.co.id\/blog\/makna-yin-dan-yang\/#:~:text=Apa%20Itu%20Yin%20Yang%3F,-Simbol%20yin%20dan&amp;text=Secara%20umum%2C%20lambang%20ying%20yang,memiliki%20dua%20unsur%20yang%20berlawanan\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.superprof.co.id\/blog\/makna-yin-dan-yang\/#:~:text=Apa%20Itu%20Yin%20Yang%3F,-Simbol%20yin%20dan&amp;text=Secara%20umum%2C%20lambang%20ying%20yang,memiliki%20dua%20unsur%20yang%20berlawanan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tim Mimbar Konghucu. (12 Juli 2022). Kebahagiaan dan Penderitaan. <\/span><a href=\"https:\/\/kemenag.go.id\/khonghucu\/kebahagian-dan-penderitaan-6emv2n\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kemenag.go.id\/khonghucu\/kebahagian-dan-penderitaan-6emv2n<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan untuk mengisi dunia ini dengan perbuatan bajik. Perbuatan bajik adalah dapat dikatakan suatu perbuatan yang baik atau berperilaku atas dasar jiwa yang penuh Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanaan. Perilaku-perilaku tersebut dalam ajaran agama Khonghucu disebut dengan Empat Watak Sejati. Empat Watak Sejati menjadi bekal manusia untuk membangun dunia menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":2132,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2501"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2504,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501\/revisions\/2504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}