    {"id":1285,"date":"2021-10-03T18:13:09","date_gmt":"2021-10-03T11:13:09","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=1285"},"modified":"2021-10-03T18:13:09","modified_gmt":"2021-10-03T11:13:09","slug":"puasa-chai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2021\/10\/puasa-chai\/","title":{"rendered":"Puasa (Chai)"},"content":{"rendered":"<p>Author : Hendennis Socan Sathyagung<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ibadah dalam Khonghucu tidak hanya bersembahyang dan merayakan perayaan , tetapi juga ada yang dinamakan ibadah berpuasa (Chai). Seperti ditulis dalam Kitab Kesusilaan (Li Ji XXIII) berbunyi \u201cKetika tiba waktu menaikkan sembhayang,seorang susilawan akan bersuci diri dengan cara berpuasa lahir batin\u201d. Dalam Kitab Zhong Yong XV:3 juga tertulis \u201cMaha besar Tuhan YME, demikianlah menjadikan umat manusia di dunia berpuasa membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap, sujud bersembahyang kepada Nya, terasakan kehadiranNya diatas dan di kanan kiri kita\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Makna puasa ini ada 2 yaitu sebagai sarana mensucikan diri dalam persiapan melaksanakan sembahyang besar kepada Tuhan YME, serta sebagai pelatihan mengendalikan diri agar selalu dapat menjaga perilaku,tutur kata dan perbuatan yna gtidak melanggar kesusilaan sehingga jiwa kita sepenuhnya dapat Kembali CInta Kasih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam berpuasa ini ada dua jenis yaitu\u00a0 puasa secara rohani (\u6212 Jie) dan puasa jasmani (\u9f4b Zhai)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Puasa secara rohani wajib dilakukan yaitu memegan teguh pada sikap yang membatasi diri terhadap 4 pantangan antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak melihat yang tidak Susila<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak mendengar yang tidak susila,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak membicarakan yang tidak susila,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak melakukan yang tidak Susila<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan puasa secara jasmani secara garis besarnya berpantang makan daging secara berkala , dimana dilaksanakan dalam beberapa tingkatan yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Yue Lo Chai: Berpantang daging pada hari pertama setiap bulan Imlek (Lunar)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cheng Huang Chai: Berpantang daging pada hari ke-1 dan ke-15 setiap bulan Imlek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kuan In Chai: Berpantang daging pada hari ke-2, ke-6, dan ke-9 tiap bulan Imlek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tsao Wang Chai: Berpantang daging pada hari ke-1, ke-3, ke-5, ke-6 tiap bulan Imlek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Chin Huang Chai: Berpantang daging selama 9 hari penuh pada bulan ke-9 Imlek, atau 1 bulan penuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Chang Chai: Berpantang daging, minuman keras, bawang putih secara terus menerus, dan bilamana hal itu dapat dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut, disebut \u201cChang Su\/ Mutih\u201d<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDengan berpuasa, membersihkan hati, mengenakan pakaian lengkap dan tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan Kesusilaan, inilah salah satu cara yang\u00a0 dapat dilakukan dalam upaya\u00a0 membina diri\u201d (Tengah Sempurna XIX.14). Puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga tetapi dengan berpuasa dapat menahan diri, mengendalikan emosi dan mengintrospeksi serta puasa juga menjadi sebuah ibadah kita kepada Tuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><b>REFERENSI<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tandian, D. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Puasa Dalam Agama Khonghucu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from iloveconfucius.com: http:\/\/www.iloveconfucius.com\/2013\/07\/puasa-dalam-agama-khonghucu.html<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ws. Liem Liliany Lontoh, S. M. (2021, 05 04). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Puasa dalam Perspektif Agama Khonghucu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from kemenag.go.id: https:\/\/kemenag.go.id\/read\/puasa-dalam-perspektif-agama-khonghucu-lmbjl-lmbjl<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Author : Hendennis Socan Sathyagung Ibadah dalam Khonghucu tidak hanya bersembahyang dan merayakan perayaan , tetapi juga ada yang dinamakan ibadah berpuasa (Chai). Seperti ditulis dalam Kitab Kesusilaan (Li Ji XXIII) berbunyi \u201cKetika tiba waktu menaikkan sembhayang,seorang susilawan akan bersuci diri dengan cara berpuasa lahir batin\u201d. Dalam Kitab Zhong Yong XV:3 juga tertulis \u201cMaha besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-1285","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1285"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1286,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1285\/revisions\/1286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}