    {"id":1106,"date":"2021-04-02T16:34:55","date_gmt":"2021-04-02T09:34:55","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/?p=1106"},"modified":"2021-04-02T18:16:32","modified_gmt":"2021-04-02T11:16:32","slug":"apa-itu-upacara-ceng-beng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2021\/04\/apa-itu-upacara-ceng-beng\/","title":{"rendered":"Apa Itu Upacara Ceng Beng?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apa Itu Upacara Ceng Beng?<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulis : Jessica Jodis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">03\/04\/202<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/2021\/04\/apa-itu-upacara-ceng-beng\/ceng-beng\/\" rel=\"attachment wp-att-1110\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1110\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2021\/04\/ceng-beng.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"500\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Upacara Ceng Beng, atau Qing Ming (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u6e05\u660e<\/span><span style=\"font-weight: 400\">), adalah salah satu upacara tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan berziarah sesuai dengan ajaran agama Khonghucu. Upacara ini diadakan 15 hari setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Equinox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> musim semi, biasanya pada tanggal 4 atau 5 April setiap tahunnya. Namun, ziarah dapat dilakukan 10 hari sebelum hari Ceng Beng, atau 10 hari setelah hari Ceng Beng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ceng Beng juga dikenal sebagai Hari Semua Arwah, Festival Bersih Terang, Festival Ziarah Kuburan, Hari Menyapu Kuburan, dan Hari Peringatan Musim Semi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada upacara ini, warga Tionghoa akan datang ke makam leluhur untuk membersihkan makam dan bersembahyang dengan membawa makanan tradisional, teh, arak, dupa, kertas sembayang, aksesori, dan berbagai persembahan untuk nenek moyang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perayaan Ceng Beng dilaksanakan untuk mengingat dan menghormati nenek moyang, berdasarkan ajaran Konfusianisme yang menekankan Xiao (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5b5d<\/span><span style=\"font-weight: 400\">), untuk berbakti pada orang tua dan menghormati leluhur, baik saat hidup maupun saat sudah tiada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adapun tujuan lain dari Ceng Beng adalah supaya keluarga dapat berkumpul bersama dan mengeratkan hubungan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam upacara Ceng Beng perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa Saja yang Harus Dibawa pada Festival Ceng Beng?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Makanan persembahan<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400\">Secara tradisional, makanan persembahan untuk leluhur terdiri dari buah-buahan, kue basah, teh, arak, manisan, dan menu makanan utama.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ketentuan untuk menu utama adalah harus menggunakan aturan sajian Sam Seng (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e09\u7272<\/span><span style=\"font-weight: 400\">), yang berarti menu utama harus terdiri dari 3 hewan dari 3 unsur \u2013 ayam (unsur udara), babi (unsur darat), dan ikan (unsur air).<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, keluarga dapat membawa makanan kesukaan leluhur semasa hidup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sapu dan alat-alat pembersih lainnya<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400\">Salah satu kegiatan utama dari Ceng Beng adalah untuk membersihkan makam. Maka, penting untuk membawa sapu, kuas, dan lain-lain untuk membantu dalam kegiatan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kertas Perak<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400\">Kertas perak (atau bisa diganti dengan karangan bunga untuk umat Kristiani) wajib diletakkan di atas makam sebagai tanda bahwa makam sudah dibersihkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlengkapan Sembahyang<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400\">Perlengkapan yang wajib dibawa berupa lilin, dupa, kertas persembahan, dan kertas perak.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa Saja Aturan Festival Ceng Beng?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aturan pada Festival Ceng Beng didasari oleh ajaran Fengshui. Berikut adalah beberapa aturannya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Wanita hamil tidak boleh ikut berziarah, karena energi Yin di pemakaman dapat mempengaruhi kehamilan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dilarang berfoto di pemakaman. Upacara Ceng Beng diadakan untuk menghormati leluhur; kegiatan yang tidak hormat atau bercanda dapat mengganggu keseimbangan Yin Yang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan memakai baju merah mencolok. Disarankan untuk menggunakan baju putih atau baju bernuansa gelap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang-orang yang bukan anggota keluarga disarankan untuk tidak ikut dalam upacara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan berziarah jika sedang kurang sehat atau dalam tahun ciong.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rapikan rerumputan panjang yang ada di sekitar makam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batu nisan tidak boleh dipindahkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan menutupi dahi (dengan rambut) dan jangan membeli sepatu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan tertawa atau berteriak terlalu keras.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Upacara lebih baik dilakukan antara jam 9 pagi dan 3 sore.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Usahakan untuk membuang energi Yin dari pemakaman sebelum pulang. Segera mandi dan berganti baju saat sampai di rumah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal paling penting yang perlu diingat dalam melaksanakan upacara Ceng Beng adalah sikap kita. Ingatlah selalu bahwa tujuan dari upacara ini adalah untuk menghormati leluhur sebagai wujud ucapan terima kasih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selamat merayakan hari Ceng Beng!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tionghoa.info\/hari-ceng-beng-festival-ching-ming\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.egindo.co\/aturan-sembahyang-qingming-perlu-diperhatikan\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tionghoa.info\/inilah-6-hal-yang-perlu-anda-lakukan-pada-saat-ziarah-cengbeng\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tionghoa.info\/menu-makanan-sembahyang-leluhur\/<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Photo:<\/p>\n<p>https:\/\/merahputih.com\/post\/read\/mengupas-esensi-perayaan-cheng-beng<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Upacara Ceng Beng? Penulis : Jessica Jodis 03\/04\/202 Upacara Ceng Beng, atau Qing Ming (\u6e05\u660e), adalah salah satu upacara tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan berziarah sesuai dengan ajaran agama Khonghucu. Upacara ini diadakan 15 hari setelah Equinox musim semi, biasanya pada tanggal 4 atau 5 April setiap tahunnya. Namun, ziarah dapat dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-1106","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1106"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1111,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions\/1111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/kbmk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}