SANGJIT (Tradisi Pernikahan ala Keluarga Tionghoa)

Sangjit merupakan sebuah prosesi seserahan dari adat Tionghoa, yang dilakukan setelah proses lamaran dan sebelum dilangsungkannya upacara pernikahan. Prosesi Sangjit berlangsung sekitar satu minggu sampai enam bulan sebelum pernikahan. Acara ini merupakan pertemuan resmi antara kedua pihak keluarga. Di mana keluarga calon pengantin pria akan membawa beragam seserahan yang diantarkan dalam beberapa baki yang sudah melalui aturan khusus. Prosesi seserahan ini juga menjadi sebuah lambang dari ketulusan calon pengantin pria untuk menikahi dan merawat calon pengantin wanitanya. Biasanya, acara Sangjit dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh pihak keluarga terdekat saja. Pemilihan tanggal juga tidak sembarangan, melainkan ditentukan menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa agar acara dapat berjalan dengan lancar. Waktu pelaksanaannya dimulai pada siang hari, antara pukul 10 pagi sampai satu siang.

Tujuan dilaksanakannya prosesi Sangjit ini tidak lain adalah untuk mengenang dan melestarikan budaya Tionghoa. Prosesi ini bukan cuma dimaknai sebagai acara tukar hadiah atau hantaran saja. Melainkan lebih dalam dari itu, sangjit bisa menjadi sebuah momen penting dan sakral ketika kedua keluarga bertemu dan mengakrabkan diri. Berikut merupakan barang-barang yang dibawa pihak mempelai pria :

  1. Kotak atau nampan hantaran

Warna merah pada nampan hantaran melambangkan kebahagiaan. Jumlah baki yang diserahkan pun harus berjumlah genap, angka empat dikecualikan karena melambangkan kematian.

  1. Angpao berisi uang susu dan uang pesta

Uang susu adalah uang yang diberikan oleh pihak pria kepada pihak wanita sebagai tanda balas jasa kepada orang tuanya, sedangkan uang pesta adalah uang mahar.

  1. Satu set pakaian untuk perempuan

Memiliki makna bahwa pihak pria sanggup memenuhi segala kebutuhan sandang pihak perempuan.

  1. Kosmetik dan perlengkapan mandi

Merupakan simbol harapan agar calon pengantin wanita bisa terus merawat dirinya dan tampil menarik, terutama pada hari pernikahan mereka.

  1. Perhiasan

 

Menjadi simbol pengikat di antara kedua pasangan. Biasanya diserahkan dalam bentuk satu rangkaian lengkap. Perhiasan juga jadi lambang keberuntungan dalam pernikahan.

 

  1. Buah-buahan segar yang berjumlah genap

 

Umumnya buah yang dipakai adalah apel dan jeruk sebagai lambing kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, serta rezeki yang melimpah.

 

  1. Dua pasang lilin merah berlambang naga dan burung phoenix yang diikat dengan pita

 

Menjadi simbol penerangan, keselamatan, perlindungan, serta menangkal energi negatif yang bisa saja muncul menjelang hari-H acara pernikahan.

  1. Sepasang kaki babi atau pun makanan kaleng

Kaki babi dipercaya bisa mengusir kesialan, karena melambangkan keselamatan. Bisa diganti dengan makanan kaleng yang berjumlah genap.

  1. Aneka macam kue dan manisan yang bertekstur lengket

Menjadi simbol harapan agar kehidupan pernikahan mereka selalu harmonis, banyak rezeki, dan punya kedudukan yang tinggi.

 

  1. Dua botol anggur merah atau pun sampanye

 

Digunakan sebagai arak pernikahan. Menjadi simbol keberuntungan untuk orang tua calon pengantin perempuan. Nantinya sebagai balasan akan ditukar dengan dua botol sirup merah dari pihak perempuan.

 

Pada saat prosesi Sangjit, pihak keluarga perempuan serta penerima nampan seserahan akan menunggu di depan pintu rumah mereka dengan waktu yang telah ditentukan. Keberlangsungan acara tersebut akan dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan. Kemudian, pihak keluarga laki-laki akan masuk ke rumah. Prosesi serah terima nampan seserahan akan dilakukan oleh wakil keluarga yang belum menikah. Sedangkan, kedua pengantin dan kedua orangtua mereka tidak terlibat langsung. Saat prosesi seserahan selesai dilakukan, barulah kedua mempelai dipertemukan.

Acara akan dibuka dengan sambutan yang dilakukan oleh kedua pihak keluarga. Dilanjutkan dengan obrolan santai dan makan siang. Setelah itu, seserahan yang telah diambil separuhnya oleh pihak perempuan akan diserahkan kembali kepada para pembawa baki. Proses ini juga dilakukan dengan menyerahkan hadiah balasan. Terakhir, acara akan ditutup ketika wakil keluarga calon pengantin perempuan memberikan angpao kepada para pemegang baki

Referensi :

Hanina, Tyas. 2022. Mengenal Sangjit, Tradisi Seserahan Pernikahan ala Adat Tionghoa. https://www.idntimes.com/life/relationship/tyas-hanina-1/mengenal-sangjit/6 (diakses tanggal 16 April 2022)
Administrator. 2018. Panduan tentang Sangjit: Ritual Seserahan dari Tradisi Adat Tionghoa. https://www.bridestory.com/id/blog/panduan-tentang-sangjit-ritual-seserahan-dari-tradisi-adat-tionghoa (diakses tanggal 16 April 2022)
 
Penulis : Irene Elfrida Sutrisno