    {"id":237,"date":"2016-03-08T22:25:39","date_gmt":"2016-03-08T15:25:39","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/?p=237"},"modified":"2016-03-14T17:21:38","modified_gmt":"2016-03-14T10:21:38","slug":"13-key-how-to-marketing-ala-hermawan-kartajaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/2016\/03\/13-key-how-to-marketing-ala-hermawan-kartajaya\/","title":{"rendered":"13 key How To Marketing ala Hermawan Kartajaya"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center\">Oleh: Fariz Rahadian H<\/h4>\n<p style=\"text-align: center\">HALO IMMERS!!<\/p>\n<p>Disini Aku\u00a0mau sharing skill yang unik untuk para marketeers future dari ahlinya yaitu bapak Hermawan Kartajaya<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-238\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-content\/uploads\/sites\/78\/2016\/03\/Hermawan_Kartajaya.jpg\" alt=\"Hermawan_Kartajaya\" width=\"299\" height=\"249\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Konsep\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0terus berkembang dari waktu ke waktu. Globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologipun mengharuskan perusahaan memiliki strategi\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0yang jitu. Beberapa tahun lalu tepatnya 2013, guru\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0Hermawan Kartajaya membeberkannya dalam tahunan\u00a0<em>marketing event<\/em>\u00a0terbesar di Asia Tenggara. Yakni MarkPlus Conference 2013 yang mengusung tema\u00a0<strong><em>\u201cMarketing: Into Innovation and Technology. The World is Shaking,\u00a0Indonesia is Standing. How about You?\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda 13 kunci yang harus diperhatikan semua\u00a0<em>marketer<\/em>, saya menyebutnya\u00a0<em>game changer\u00a0<\/em>[pengubah permainan],\u201d kata Hermawan. \u201cDengan memahami ini,\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0akan berhasil,\u201d imbuhnya. \u201cApa saja itu?\u201d<\/p>\n<ol>\n<li><strong><em>Connectivityo<\/em><\/strong>[konektivitas].<br \/>\nMenurut dia, konektivitas merupakan kunci bagi seorang\u00a0<em>marketer<\/em>\u00a0untuk memperkenalkan produknya. Dia menyebut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat [AS] Dino Patti Djalal sebagai contoh sukses\u00a0<em>marketer<\/em>\u00a0yang meng-<em>connect<\/em>-kan warga Indonesia di AS melalui Konggres Diaspora Indonesia 2012 di Los Angeles-AS, Juli lalu.<\/li>\n<li><strong><em>Community<\/em><\/strong>[komunitas].<br \/>\nHermawan mengatakan, semua\u00a0<em>marketer<\/em>\u00a0harus paham bahwa\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0bukanlah manusia individual, melainkan makhluk sosial. \u201cKarena itu, bentuklah komunitas atau masuklah ke komunitas,\u201d katanya.<\/li>\n<li><strong><em>Confirmation<\/em><\/strong>[konfirmasi].<br \/>\nDia menyebut, setiap kegiatan\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0harus bisa dikonfirmasi. Dia mencontohkan, kegiatan Jokowi ketika kampanye Pilgub DKI Jakarta yang blusukan kekampung-kampung, baru bisa terkonfirmasi ketika mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sebaliknya, ketika strategi itu tidak mendapat tanggapan positif, itu berarti strateginya salah.<\/li>\n<li><strong><em>Clarification<\/em><\/strong>[klarifikasi].<br \/>\nMenurut dia, setiap proses\u00a0<em>marketing<\/em>\u00a0harus bisa diklarifikasi kebenarannya atau bisa diaplikasikan dilapangan. Misalnya, Daihatsu yang mengampanyekan slogan\u00a0<em>\u201cDaihatsu Sahabatku\u201d.<\/em>\u00a0Ketika pelayanan terhadap\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0membaik, marketing bisa dikatakan berhasil.<\/li>\n<li><strong><em>Codification<\/em><\/strong>[kodifikasi].<br \/>\nHermawan mengatakan, marketer harus bisa menciptakan identitas produk yang spesial dan menjadi ikon. Dicontohkan, Hotel Santika yang kental ciri Indonesianya, demikian pula Garuda Indonesia yang menjadi ikon Indonesia.<\/li>\n<li><strong><em>Co-creation.<\/em><\/strong><br \/>\nMenurut Hermawan,<em>marketer<\/em>\u00a0harus bisa membuka kesempatan bagi\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0untuk eksis dan berkreasi. Misalnya\u00a0<em>Kompasiana<\/em>\u00a0yang memberi kesempatan pembaca untuk bisa untuk menyumbangkan artikel.<\/li>\n<li><strong><em>Currency<\/em><\/strong>[mata uang].<br \/>\nKonsep harga harus seperti mata uang yang bisa naik turun. Contohnya, konsep bisnis Tune Hotels yang bertarif murah. \u201cTapi kalau mau pakai AC[pendingin], televisi, tambah bayar, jadi konsumen bisa menyesuaikan produk yang ingin didapat sesuai dengan kemampuannya.\u201d ujarnya.<\/li>\n<li><strong><em>Communal Activation<\/em><\/strong>[aktivasi komunitas].<br \/>\nKata dia, sangat penting untuk memberikan kesempatan pasar untuk terlibat dalam komunitas. Misalnya, strategi operator seluler XL yang menurunkan harga sehingga membuat banyak orang bisa menjangkau telepon seluler.<\/li>\n<li><strong><em>Conversation<\/em><\/strong>[obrolan].<br \/>\n<em>Customer<\/em>\u00a0kini bukan lagi kelompok yang suka dihujani dengan promosi, tapi kelompok yang suka diajak ngobrol dan berbagi informasi. Contohnya, sukses BNI dengan akun\u00a0<em>twitter<\/em>-nya.<\/li>\n<li><strong><em>Commercialization<\/em><\/strong>[komersialisasi].<br \/>\nKonsep ini mirip dengan prinsip friendship atau persahabatan. Artinya, sebuah produk harus bisa menjalin hubungan saling menguntungkan dengan customer. Contohnya mesin pencari Google. \u201cKita untung karena bisa akses gratis, Google untung karena dapat iklan\u201d, ucapnya.<\/li>\n<li><strong><em>Character<\/em><\/strong>[karakter].<br \/>\nProduk yang sukses adalah yang berkarakter dan karakter tersebut tertanam dalam benak<\/li>\n<li><strong><em>Care<\/em><\/strong>[perhatian].<br \/>\nMenurut dia, perusahaan harus bisa menunjukkan perhatian pada customer-nya. \u201cContohnya KAI [Kereta Api Indonesia] yang menyediakan gerbong khusus perempuan. Ini terobosan yang layak diapresiasi,\u201d ujarnya.<\/li>\n<li><strong><em>Collaboration<\/em><\/strong>[kolaborasi].<br \/>\nDisini, perusahaan harus bisa mengindentifikasi peluang kolaborasi dengan pihak lain untuk meningkatkan layanan bagi customer. \u201cMisalnya Garuda yang berkolaborasi dengan imigrasi yang memudahkan penumpang untuk proses<em>immigrasion on board,\u201d<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain ke-13 kunci tersebut, tren marketing ke depan harus bisa menyasar tiga target utama. Yakni\u00a0<strong><em>Youth [anak muda], Women [perempuan] dan Netizen [pengguna internet]. \u201cSebab, inilah pasar terbesar, inilah pasar masa depan,\u201d<\/em><\/strong>\u00a0ujarnya.<\/p>\n<p>Hermawan menyebut, strategi Azrul Ananda di Jawa Pos dengan rubrik Deteksi merupakan kisah sukses perusahaan yang membidik pasar anak muda.<br \/>\n<strong><em>\u201cJika sampai produk Anda disukai orangtua tapi dibenci anak muda, maka tak lama lagi akan habis,\u201d<\/em><\/strong>\u00a0katanya.<\/p>\n<p>Kelompok Women, sambung dia, makin signifikan. Setengah bercanda, dia menyebut akronim <strong>S<em>UAMI dengan <\/em><\/strong><strong><em>(<\/em><\/strong><strong><em>Semua Uangmu Adalah Milik Istrimu<\/em><\/strong><strong><em>)<\/em><\/strong><strong><em>.<\/em><\/strong><br \/>\n<strong><em>\u201cPerempuan adalah CFO[Chief Financial Officer atau direktur keuangan] keluarga. Perempuanlah yang sering menentukan produk apa yang akan dibeli,\u201d<\/em><\/strong>ucapnya.<\/p>\n<p>Pada akhirnya kemampuan seorang wanita dalam mengatur keuangan memang yang terbaik dalam satu rumah tangga hahaha. Semoga informasi ini bermanfaat yaa guys!<\/p>\n<p>(Sumber: Riau Pos, Jumat 14\/2\/2012 )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Fariz Rahadian H HALO IMMERS!! Disini Aku\u00a0mau sharing skill yang unik untuk para marketeers future dari ahlinya yaitu bapak Hermawan Kartajaya &nbsp; Konsep\u00a0marketing\u00a0terus berkembang dari waktu ke waktu. Globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologipun mengharuskan perusahaan memiliki strategi\u00a0marketing\u00a0yang jitu. Beberapa tahun lalu tepatnya 2013, guru\u00a0marketing\u00a0Hermawan Kartajaya membeberkannya dalam tahunan\u00a0marketing event\u00a0terbesar di Asia Tenggara. Yakni MarkPlus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=237"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":242,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237\/revisions\/242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/media\/238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}