    {"id":2082,"date":"2021-04-14T14:32:27","date_gmt":"2021-04-14T07:32:27","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/?p=2082"},"modified":"2021-04-24T18:37:29","modified_gmt":"2021-04-24T11:37:29","slug":"permasalahan-pendidikan-saat-pandemi-covid-19-dan-peran-pelajar-dalam-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/2021\/04\/permasalahan-pendidikan-saat-pandemi-covid-19-dan-peran-pelajar-dalam-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Permasalahan Pendidikan di Indonesia saat Pandemi Covid-19  dan  Peran Pelajar dalam Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Sejak Oktober 2019, kota Wuhan dikejutkan dengan merebaknya Covid-19.\u00a0Virus ini dalam waktu yang relatif singkat sudah menyebar ke seluruh dunia. Kasus\u00a0positif Covid-19 pertama di Indonesia muncul pada bulan Maret 2020. Walaupun\u00a0sudah di era new normal, tetapi protokol Kesehatan tetap harus dilaksanakan secara\u00a0ketat, masyarakat tetap harus membatasi kegiatan di luar rumah, memakai masker,\u00a0jaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap\u00a0berbagai aspek yang diantaranya yaitu aspek pendidikan, ekonomi, sosial, politik,\u00a0dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di tengah pandemi yang terus melaju, pendidikan menjadi salah satu aspek yang\u00a0terdampak secara masif. Pandemi Covid-19 telah berhasil mengubah sistem\u00a0kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi jarak jauh atau daring. Akan tetapi,\u00a0Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan saat ini menjadi kesulitan tersendiri<br \/>\nbagi guru maupun siswa. Baik guru, siswa, maupun orang tua merasa gugup dan\u00a0gagap melakukan model pembelajaran yang seperti ini. Hal inilah yang dinilai dapat\u00a0menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Situasi pendidikan di tengah pandemi ini menunjukkan bahwa masih kurangnya\u00a0kesiapan dari institusi pendidikan terhadap perubahan yang tak terduga, ditambah lagi kurangya infrastruktur yang memadai serta sumber daya yang mumpuni untuk\u00a0menghadapi masalah demikian. Perlu adanya sinergi dan kontribusi dari berbagai\u00a0pihak untuk mengatasi masalah ini, semoga pendidikan Indonesia dapat lebih baik\u00a0lagi di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan Survei dari UNICEF pada awal Juni terhadap lebih dari 4000\u00a0responden di 34 provinsi, terdapat dua permasalahan utama dalam pelaksanaan PJJ\u00a0yaitu 35% keterbatasan akses terhadap internet dan 38% keterbatasan kapabilitas\u00a0tenaga pengajar. Sementara itu, masalah responden lain yaitu 7 % tidak punya\u00a0gawai yang memadai, 3% kurangnya bimbingan orang tua, 4% tidak dapat\u00a0mengakses aplikasi belajar online, dan 13% masalah-masalah lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak wilayah di Indonesia yang memiliki sinyal internet yang tidak stabil,\u00a0terutama di daerah pedesaan dan pegunungan. Tanpa koneksi yang stabil, pelajar\u00a0akan kesulitan dalam mencerna materi secara lengkap dan proses pemahamannya\u00a0pun akan terganggu. Dalam faktor ini juga terdapat ketimpangan antar kekuatan\u00a0internet di pedesaan dan perkotaan. Hal ini berisiko meningkatkan pendidikan di\u00a0Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya, kurangnya bimbingan guru pada saat pelaksanaan PJJ. Banyak\u00a0pelajar yang mengeluhkan bahwa tidak ada penjelasan dari guru mengenai materi\u00a0yang diajarkan. Dalam hal ini, sebagian guru mungkin kurang melek terhadap\u00a0teknologi ditambah lagi kurang nya arahan yang detail terhadap pelaksanaan PJJ<br \/>\ndari Kemendikbud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Adanya pandemi Covid-19 ini juga membuat banyak pelajar mengalami\u00a0gangguan psikologis. Psikiater Amerika Serikat Elizabeth Kubler-Ross\u00a0menggambarkan kondisi ini sama seperti kondisi berduka. Menurutnya, ada lima<br \/>\ntahapan psikologisnya :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahap 1, penolakan terhadap situasi baru, yaitu dimana orang akan melibatkan\u00a0penghindaran, kebingungan, goncangan, atau ketakutan. Kebanyakan pelajar akan\u00a0merasa kaget saat adanya berita awal mengenai Covid-19 apalagi ditambah dengan\u00a0adanya banyak berita hoaks mengerikan yang muncul di sosial media ataupun\u00a0internet. Apalagi, hal ini merupakan hal yang tidak terduga oleh siapa pun sehingga\u00a0akan lebih sulit bagi pelajar untuk mencerna mengenai situasi pandemi Covid-19\u00a0ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahap 2, dimana orang akan marah dengan apa yang terjadi. Tahap ini akan\u00a0melibatkan perasaan frustrasi, iritasi, dan kecemasan. Kebanyakan pelajar pada\u00a0awalnya setelah mencoba memproses situasi ini akan merasa tidak terima dengan\u00a0peraturan bahwa mereka wajib melakukan segala aktivitas dan kegiatan belajar di\u00a0rumah. Pada usianya yang masih muda,pelajar tentu sedang gemar-gemarnya\u00a0menemukan jati diri dengan bermain dan berinteraksi di dunia luar rumah. Situasi\u00a0yang mengharuskan mereka untuk dirumah akan membuat mereka tidak nyaman\u00a0dan bisa menimbulkan pelajar menjadi mengeluh, tidak fokus, dan bermalas-\u00a0malasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahap 3, tawar-menawar. Orang akan tawar-menawar atau berjuang untuk\u00a0menemukan makna dari apa yang terjadi. Dalam tahap ini, terdapat keharusan\u00a0membuat kesepakatan untuk menyelesaikan rasa penyesalan atau rasa\u00a0bersalah.Setelah melewati beberapa waktu, kebanyakan pelajar akan berusaha\u00a0untuk menerima kenyataan bahwa mereka harus dirumahkan dan membatasi diri\u00a0dalam beraktivitas di luar rumah, mereka akan berusaha mencari makna positif dari\u00a0situasi ini.Ini adalah tahap yang paling sulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahap 4, depresi. Tahap ini dapat menimbulkan perasaan kewalahan, tidak\u00a0berdaya, atau terisolasi; Setelah melewati waktu yang lebih lama lagi, Kebanyakan\u00a0pelajar saat ini sedang berada di tahap 4. Banyak dari mereka yang merasa susah\u00a0untuk menerima kenyataan dan malah makin tertekan dengan keadaan Covid-19\u00a0ini,bahkan ada beberapa dari mereka ada yang melanggar aturan dengan pergi\u00a0keluar rumah, meremehkan protokol kesehatan dan bahkan sudah tidak percayadengan adanya Covid-19. Ada juga beberapa dari mereka yang sudah berani keluarumah tetapi tetap menaati protokol yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tahap 5, penerimaan. Seseorang akan mencapai perasaan tenang dan menerima\u00a0keadaan. Selain itu, penerimaan terhadap keadaan juga membuat pikiran mulai\u00a0bekerja dan mencari tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk beradaptasi\u00a0dengan keadaan. Tidak sedikit pelajar yang masih belum mencapai tahap ini dan<br \/>\nkondisi inilah yang harus diwaspadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada intinya, kurangnya interaksi dengan teman sebaya dan aktivitas di luar\u00a0rumah dapat menyebabkan pelajar menjadi stress atau bahkan depresi. Stress dan\u00a0depresi dapat menyebabkan pelajar tidak fokus dalam melakukan aktivitas sekolah,\u00a0kegiatan belajar mengajar pun jadi hanya sekadar formalitas dan tidak efektif bagi<br \/>\nkebanyakan pelajar, mereka pun menjadi tidak stabil emosinya dan cenderung\u00a0menjadi pemarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tak hanya masalah yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan dan psikologis,\u00a0masalah ekonomi dari tiap keluarga juga perlu dipertimbangkan. Pandemi yang\u00a0berdampak pada seluruh sektor memungkinan terjadinya penurunan pendapatan\u00a0orang tua murid. Hal ini bisa memicu masalah ketika orang tua mengesampingkan\u00a0pendidikan sang anak demi bisa hidup sehari-hari. Oleh karena itu, peningkatan\u00a0angka putus sekolah juga perlu diwaspadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan\u00a0Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam menyebut bahwa pandemi tidak boleh\u00a0menghambat pembelajaran bagi siswa di Indonesia. Masalah-masalah pendidikan\u00a0di era pandemi Covid-19 dapat setidaknya diminimalkan dengan melibatkan peran\u00a0pelajar. Lantas, peran seperti apa yang hendaknya dapat dilakukan pelajar?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pelajar yang memang memiliki akses PJJ yang memadai dapat mendaftarkan diri<br \/>\nsebagai relawan mengajar. Lowongan relawan ini telah banyak disediakan di\u00a0berbagai platform khususnya di media sosial, saat ini banyak sekali organisasi non-\u00a0profit yang dapat dijadikan sebagai sarana dalam mengatasi permasalahan bagi\u00a0pelajar yang tidak mendapatkan akses pendidikan.Pelajar juga dapat mendonasikan buku-buku baik buku yang baru maupun buku\u00a0bekas layak pakai, alat tulis, maupun barang lainnya serta bisa juga berupa uang\u00a0tunai melalui platform yang juga banyak tersedia di media sosial, tentunya harus\u00a0pandai dalam memilih tempat berdonasi, pastikan tempat tersebut terpercaya.\u00a0Banyak sekali organisasi non profit juga yang akan mengurus uang donasi untuk\u00a0melancarkan kegiatan PJJ di daerah-daerah yang sulit mendapatkan akses<br \/>\npendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan yaitu pelajar hendaknya melaksanakan\u00a0kegiatan PJJ dengan baik dan benar serta saling mendukung sesama pelajar satu\u00a0sama lain untuk tetap bertahan di situasi pandemi seperti ini, tebarkanlah hal-hal\u00a0yang positif, bukan hal-hal yang dapat menjatuhkan satu sama lain. Hendaknya<br \/>\npelajar juga mencari kegiatan positif seperti contohnya olahraga, memasak,\u00a0bermain alat musik, melukis , dan masih banyak lagi aktivitas yang bisa dilakukan\u00a0dirumah sera menjaga pola hidup yang sehat seperti tidak begadang, makan yang\u00a0sehat dan teratur.Diharapkan pandemi Covid-19 ini dapat segera selesai agar semua<br \/>\ndapat kembali normal seperti biasanya.<\/p>\n<p>Daftar Pustaka :<\/p>\n<p>https:\/\/www.csis.or.id\/download\/279-post-2020-06-05-DMRU_079_ID_Santosa.pdf<\/p>\n<p>https:\/\/indonesia.ureport.in\/opinion\/4283\/<\/p>\n<p>https:\/\/www.dara.co.id\/dampak-pandemi-covid-19-terjadi-penurunan-kualitas-pendidikan-indonesia.html<\/p>\n<p>https:\/\/dikti.kemdikbud.go.id\/kabar-dikti\/kabar\/tantangan-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak Oktober 2019, kota Wuhan dikejutkan dengan merebaknya Covid-19.\u00a0Virus ini dalam waktu yang relatif singkat sudah menyebar ke seluruh dunia. Kasus\u00a0positif Covid-19 pertama di Indonesia muncul pada bulan Maret 2020. Walaupun\u00a0sudah di era new normal, tetapi protokol Kesehatan tetap harus dilaksanakan secara\u00a0ketat, masyarakat tetap harus membatasi kegiatan di luar rumah, memakai masker,\u00a0jaga jarak, dan rajin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2082","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2082"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2132,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2082\/revisions\/2132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/imcb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}