    {"id":913,"date":"2017-05-10T19:57:56","date_gmt":"2017-05-10T12:57:56","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=913"},"modified":"2019-02-07T13:08:44","modified_gmt":"2019-02-07T06:08:44","slug":"sejarah-teknik-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2017\/05\/10\/sejarah-teknik-industri\/","title":{"rendered":"Sejarah Teknik Industri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Disiplin Teknik Industri muncul dan berakar kuat pada masa revolusi industri di Inggris (1750-an).\u00a0 Revolusi industri dianggap sebagai era modern disiplin Teknik Industri, dimana telah terjadi perubahan proses manufaktur secara dramatis serta membantu melahirkan konsep ilmu pengetahuan. Disiplin teknik industri dikembangkan oleh individu yang berusaha mencari\/mengembangkan prinsip organisasi dan manajemen produksi tingkat lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Beberapa penemuan pada masa revolusi industri:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aspek Teknologi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 James Hargreaves menemukan mesin pintal (1765).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Richard Arkweight mengembangkan water frame (1769).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 James Watt menemukan mesin uap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Samuel Morse mengembangkan pesawat telegram (1840).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Thomas Alfa Edison menemukan lampu (1880).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aspek Pengembangan Konsep<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Adam Smith (The Wealth Of Nations, 1776); mengemukakan konsep perancangan proses produksi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, yang menekankan pentingnya spesialisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Charles Babbage (On Economy of Machinery and Manufacturer, 1832); mengemukakan perlunya pembagian kerja (sesuai spesialisasinya) untuk meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Henry Towne (The Engineers As Economist, 1886) mengemukakan pentingnya para insinyur memperhatikan unsur profitabilitas dalam mengambil keputusan. Yang berarti dibutuhkan ilmu ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Frederic W. Taylor (bapak Teknik Industri), menawarkan konsep bahwa bidang engineering juga harus mampu dan ikut bertanggungjawab menyangkut perancangan, pengukuran, perencanaan, penjadwalan maupun pengendalian kerja (perangkat lunak). F.W. Taylor sering dikaitkan dengan Work Measurement atau Motion and Time Study.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Frank B. Gilbreth dan Lilian Gilbreth mengenalkan analisis gerakan (Micromotion studies). Memberi landasan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gerakan dasar manusia pada saat melakukan pekerjaan manual. Beda dengan FW. Taylor yang fokus pada aspek waktu, Gilbreth fokus pada metoda kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Henry Gantt mengembangkan prosedur penjadwalan rencana kerja dengan menggunakan peta balok atau peta Gantt.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ralph Barnes; menulis buku Motion and Time Study yang pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 H.B. Maynard, G.J. Stegmerten dan S.M. Loury (1927); menulis buku Motion and Time Study yang menekankan pentingnya studi dan metode kerja yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">o\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 A.H. Mogenson (Common sense applied to time and motion study, 1932) fokus pada konsep studi gerakan dengan pendekatan penyederhanaan kerja<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum Perang Dunia II program pendidikan Teknik Industri tumbuh dalam departemen teknik mesin. Setelah Perang Dunia II masuk beberapa perspsektif ilmu khusus Teknik Industri seperti riset operasional, manajemen bisnis dan komputer, statistik, psikologi industri dan ilmu sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perkembangan awal pengajaran disiplin Teknik Industri:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Prof Hugo Diemer di Departemen Teknik Mesin, University of Kansas, Amerika Serikat (1902). yaitu mengajar perancangan pabrik, peralatan, dan organisasi.<\/li>\n<li>Prof Dexter Kimball di Teknik Mesin, Cornell University (1904).<\/li>\n<li>Prof William Kent memprakarsai kurikulum Teknik Industri di Syracuse (1908).<\/li>\n<li>Pembukaan program studi Teknik Industri pertama di Pensylvania State University (1908) dengan Pr. Diemer sebagai kepala program.<\/li>\n<li>Prof Diemer menerbitkan \u201cFactory Organization and Administration\u201d (1910).<\/li>\n<li>Prof Kimball membuat buku standar \u201cPrinciples of Industrial Organization\u201d (1913).<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ASME (American Society of Mechanical Engineering) di Amerika Serikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 The Efficiency Society (1912).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0The Society to Promote The Science of Management (1912).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 The Efficiency Society dan The Society to Promote The Science of Management menjadi The Taylor Society (1915).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahun 1917 berdiri SIE (Society of Industrial Engineers)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahun 1922 berdiri AMA (American Management Association)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0 Tahun 1932 berdiri SME (Society of Manufacturing Engineering) di Detroit, untuk mengembangkan pengetahuan di bidang teknik manufaktur dan mengaplikasikan sumber daya organisasi untuk riset, menulis, publikasi dan penyebar luasan informasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahun 1936, The Taylor Society bergabung dengan Society of Industrial Enginers menjadi SAM (Society for Advancement Management)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahun 1948 berdiri AIIE (The American Society of industrial Engineering) dengan jurnal pertamanya Journal of Industrial Engineering<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tahun 1981 AIIE berkembang menjadi IIE (Institute of industrial Engineers)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sumber Penulisan\/Daftar Pustaka :<\/strong> Istiyanto, Imam. Masa Depan Teknik Industri: Perubahan dan Tantangan. Jurnal Teknik dan Manajemen Industri \u2013 Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) \u2013 Vol. 1 No. 2 Tahun 1987<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Wignjosoebroto, Sritomo. Prospek Perkembangan Profesi Teknik Industri Menghadapi Tantangan Masa Depan. Jurnal Teknik Industri &amp; Manajemen Industri \u2013 Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri &#8211; Indonesia (ISTMI) \u2013 Vol. I No.1, Agustus 1997.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kimbler, D.L. The Development of Modern Industrial Engineering. Engineering Horizons, Spring 1995. A Peterson\u2019s\/COG Publications.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Emerson, Howard P. and Douglas C.E., Naehring. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions. Atlanta, Norcross-Georgia: Industrial Engineering &amp; Management Press, II, 1988.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disiplin Teknik Industri muncul dan berakar kuat pada masa revolusi industri di Inggris (1750-an).\u00a0 Revolusi industri dianggap sebagai era modern disiplin Teknik Industri, dimana telah terjadi perubahan proses manufaktur secara dramatis serta membantu melahirkan konsep ilmu pengetahuan. Disiplin teknik industri dikembangkan oleh individu yang berusaha mencari\/mengembangkan prinsip organisasi dan manajemen produksi tingkat lanjut. \u00a0Beberapa penemuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-913","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":914,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/913\/revisions\/914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}