{"id":6912,"date":"2026-09-01T16:40:32","date_gmt":"2026-09-01T09:40:32","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=6912"},"modified":"2026-09-01T16:40:33","modified_gmt":"2026-09-01T09:40:33","slug":"optimasi-proses-manufaktur-dengan-artificial-intelligence-untuk-mengurangi-food-waste-pada-industri-fmcg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2026\/09\/01\/optimasi-proses-manufaktur-dengan-artificial-intelligence-untuk-mengurangi-food-waste-pada-industri-fmcg\/","title":{"rendered":"Optimasi Proses Manufaktur dengan Artificial Intelligence untuk Mengurangi Food Waste pada Industri FMCG"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2026\/09\/01\/optimasi-proses-manufaktur-dengan-artificial-intelligence-untuk-mengurangi-food-waste-pada-industri-fmcg\/screenshot-2026-07-17-224109-michelle-huangsadjaja\/\" rel=\"attachment wp-att-6913\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-6913\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/Screenshot-2026-07-17-224109-michelle-huangsadjaja.png\" alt=\"\" width=\"508\" height=\"288\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">(Sumber:<\/span><a href=\"https:\/\/news.kokikit.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Efisiensi-Produksi-Makanan.jpeg\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/news.kokikit.com)<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan salah satu tantangan besar di era Industri 5.0 karena menyebabkan kelangkaan pangan, pencemaran lingkungan, dan emisi karbon yang tinggi. Industri makanan dan minuman, khususnya FMCG (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fast Moving Consumer Goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), menjadi salah satu penyumbang limbah makanan terbesar sehingga perlu dilakukan optimalisasi proses produksi. Pemanfaatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (AI) diharapkan mampu meningkatkan efisiensi manufaktur tanpa mengurangi kualitas maupun kapasitas produksi sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food waste <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat ditekan. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Development Goals <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(SDGs), khususnya tujuan 2 (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Zero Hunger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), 12 (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Responsible Consumption and Production<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), dan 13 (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Climate Action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AI dapat dimanfaatkan untuk melakukan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> demand forecasting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">machine learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sehingga perusahaan mampu memprediksi permintaan produk berdasarkan data historis. Hasil prediksi tersebut membantu perusahaan menentukan jumlah produksi dan kebutuhan bahan baku secara lebih akurat sehingga risiko <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">overproduction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dikurangi. Selain itu, perencanaan inventori menjadi lebih optimal karena penyimpanan bahan baku dapat disesuaikan dengan karakteristik dan masa simpannya. Dengan demikian, pemborosan bahan baku dan potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat ditekan sejak tahap perencanaan produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AI juga berperan dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">quality control,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> melalui teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">computer vision <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mampu mendeteksi cacat produk secara<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> real time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di sepanjang jalur produksi. Produk yang tidak memenuhi standar dapat langsung dipisahkan sehingga tidak melanjutkan proses manufaktur dan mengurangi pemborosan bahan baku. Model AI dilatih menggunakan data berlabel agar tingkat akurasi deteksinya semakin tinggi. Teknologi ini menjaga kualitas produk sekaligus menghemat waktu, biaya inspeksi, dan potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akibat produk cacat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Integrasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence of Things<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (AIoT) memungkinkan sensor IoT memantau kondisi mesin dan proses produksi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">real time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> melalui satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ketika terjadi gangguan, seperti kebocoran atau penurunan performa mesin, sistem dapat memberikan peringatan dini sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan. AI juga mendukung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive maintenance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk memperkirakan waktu kerusakan mesin dan menjadwalkan perawatan sebelum terjadinya kegagalan produksi. Dengan demikian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">downtime <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mesin dapat diminimalkan dan bahan baku tetap terjaga sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food waste <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">semakin berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemanfaatan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam industri FMCG memberikan solusi yang efektif untuk mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food waste <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">melalui perencanaan produksi yang lebih akurat, inspeksi kualitas otomatis, serta pemantauan dan perawatan mesin secara prediktif. Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya produksi, tetapi juga menjaga kualitas produk serta mengurangi dampak lingkungan. Oleh karena itu, implementasi AI menjadi langkah yang sangat baik bagi industri FMCG dalam mewujudkan sistem produksi yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung tercapainya tujuan SDGs.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Frederick, T., Wikson, J. O., &amp; Husein, A. M. (2026). Application of Vision AI for Assessing the Usability of Packaged Household Cooking Oil Based on Visual Images. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Teknologi dan Ilmu Komputer Prima (JUTIKOMP), Vol. 9 No. 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 14-29.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nampira, A. A., Pangastuti, N., Wiwi, &amp; Taufik. (2025). AI-Driven Predictive Maintenance for Smart Manufacturing Systems: A Case Study Using Deep Learning on Sensor Data. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Journal of Moeslim Research Technik, Vol. 2 No. 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 96-107.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rafi, H. (2026). Predictive Maintenance Berbasis Machine Learning dalam Smart Manufacturing. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Teknologi Informasi (JUTECH), Vol. 6 No. 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 101-110.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sumber:https:\/\/news.kokikit.com) &nbsp; Food waste merupakan salah satu tantangan besar di era Industri 5.0 karena menyebabkan kelangkaan pangan, pencemaran lingkungan, dan emisi karbon yang tinggi. Industri makanan dan minuman, khususnya FMCG (Fast Moving Consumer Goods), menjadi salah satu penyumbang limbah makanan terbesar sehingga perlu dilakukan optimalisasi proses produksi. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) diharapkan mampu meningkatkan efisiensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-6912","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6912"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6912\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6915,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6912\/revisions\/6915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}