    {"id":6595,"date":"2025-08-05T23:20:59","date_gmt":"2025-08-05T16:20:59","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=6595"},"modified":"2025-08-06T19:17:24","modified_gmt":"2025-08-06T12:17:24","slug":"optimalisasi-last-mile-delivery-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2025\/08\/05\/optimalisasi-last-mile-delivery-ramah-lingkungan\/","title":{"rendered":"Optimalisasi Last-Mile Delivery Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2025\/08\/05\/optimalisasi-last-mile-delivery-ramah-lingkungan\/mitra-pengantaran-grabfood-dengan-sepeda-listrik-dok-grab-3_169-langen-niti\/\" rel=\"attachment wp-att-6596\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6596\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/08\/mitra-pengantaran-grabfood-dengan-sepeda-listrik-dok-grab-3_169-langen-niti.jpeg\" alt=\"\" width=\"470\" height=\"264\" \/><\/a>(Sumber: CNBC Indonesia)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Layanan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">food delivery<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya sejak pandemi COVID-19. Namun, meningkatnya volume pengantaran makanan juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, terutama dari sisi emisi kendaraan dan penggunaan kemasan sekali pakai. Tahap akhir pengiriman atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> sering kali menjadi bagian yang paling tidak efisien, namun paling berpengaruh terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, strategi berkelanjutan dibutuhkan agar sektor ini bisa tetap tumbuh tanpa mengorbankan keberlangsungan ekosistem.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa perusahaan layanan antar makanan di Indonesia mulai menerapkan inovasi dalam strategi pengiriman mereka. Armada pengantar berbasis kendaraan listrik dan sepeda mulai dioperasikan di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, sistem pengelompokan pengantaran berdasarkan wilayah (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">zoning<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) mulai diuji coba untuk meminimalkan jarak tempuh dan meningkatkan efisiensi waktu. Menurut laporan dari (Deloitte, 2023), pendekatan ini dapat mengurangi waktu pengiriman hingga 30% dan konsumsi bahan bakar hingga 25%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan keberlanjutan dalam layanan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">food delivery<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> tak hanya datang dari transportasi, tetapi juga dari aspek kemasan. Penggunaan plastik sekali pakai menjadi isu utama, sehingga beberapa platform seperti GrabFood dan ShopeeFood mulai mendorong restoran mitra menggunakan kemasan daur ulang atau ramah lingkungan. Namun, konsumen juga diberi pilihan untuk tidak menyertakan alat makan plastik dalam pesanan mereka. Edukasi terhadap pelanggan menjadi bagian penting dari strategi ini, karena keberhasilan implementasi sangat bergantung pada partisipasi semua pihak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Strategi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> berkelanjutan dalam layanan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">food delivery<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Perusahaan, restoran mitra, dan konsumen perlu berkolaborasi dalam mengadopsi kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Tindakan dalam pemanfaatan teknologi, perencanaan logistik yang efisien, serta pengurangan penggunaan bahan tidak ramah lingkungan, sektor ini bisa menjadi pionir dalam transformasi logistik yang hijau dan bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Company, M. &amp;. (2022). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">The Future of the Last-Mile Ecosystem<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> New York: McKinsey &amp; Company.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Deloitte. (2023). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Urban Logistics: The Future of Last-Mile Delivery<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Deloitte.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sumber: CNBC Indonesia) Layanan food delivery telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya sejak pandemi COVID-19. Namun, meningkatnya volume pengantaran makanan juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, terutama dari sisi emisi kendaraan dan penggunaan kemasan sekali pakai. Tahap akhir pengiriman atau last-mile delivery sering kali menjadi bagian yang paling tidak efisien, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":6631,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-6595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6595"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6598,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595\/revisions\/6598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}