    {"id":6356,"date":"2025-05-30T19:59:25","date_gmt":"2025-05-30T12:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=6356"},"modified":"2025-05-31T00:34:47","modified_gmt":"2025-05-30T17:34:47","slug":"implementasi-line-balancing-dalam-industri-tekstil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2025\/05\/30\/implementasi-line-balancing-dalam-industri-tekstil\/","title":{"rendered":"Implementasi Line Balancing Dalam Industri Tekstil"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2025\/05\/30\/implementasi-line-balancing-dalam-industri-tekstil\/artikel-april-jpg-mozha-asthreed\/\" rel=\"attachment wp-att-6357\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6357\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/05\/Artikel-April-JPG-Mozha-Asthreed.jpg\" alt=\"\" width=\"675\" height=\"380\" \/><\/a>(Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/pasardana.id\/news\/2024\/9\/2\/kemenperin-siapkan-tiga-strategi-untuk-pulihkan-industri-tekstil\/#\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/pasardana.id\/news\/2024\/9\/2\/kemenperin-siapkan-tiga-strategi-untuk-pulihkan-industri-tekstil\/#<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengimplementasian<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em> line balancing<\/em> menjadi salah satu strategi signifikan yang mampu untuk mengoptimalkan keseimbangan, efisiensi, dan efektivitas proses produksi, terlebih pada sektor industri tekstil. Industri tekstil di Indonesia, mencakup produksi kain, garmen, serta termasuk produk tekstil lainnya, kerap menghadapi kendala seperti pendistribusian beban kerja yang tidak seimbang antar stasiun kerja. Hal tersebut menyebabkan hambatan dalam produksi (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">bottleneck<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">), waktu tidak produktif, dan minimnya tingkat produktivitas. Maka dari itu, dengan menerapkannya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> memungkinkan proses produksi agar berjalan lancar, mampu mencapai target produksi, serta pemanfaatan sumber daya yang maksimal (Basalamah, Azizah, Kholifah, &amp; Suroso, 2021).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Implementasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dapat terlihat melalui salah satu studi kasus di PT <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Starcam Apparel <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia, dengan hasil produksi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">sleeveless dress<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Salah satu metode dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu dengan penggunaan metode <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Helgesson Birnie<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\/RPW, perusahaan mampu meminimalkan waktu tidak produktif dari 1.436 detik menjadi 59 detik, serta mengoptimalkan efisiensi dalam proses produksi dari 61,77% hingga menjadi 90,83%. Selain itu, penurunan secara signifikan pada nilai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">smoothing index<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengindikasikan akan ketidakseimbangan beban kerja, menunjukkan bahwa distribusi terhadap beban kerja menjadi seimbang (Afifah, 2023). Hal serupa juga dapat terlihat di PT ABC pada proses kain <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">grey<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dengan salah satu metode <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu penggunaan metode <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Largest Candidate Rule<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, perusahaan mampu meminimalkan jumlah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">workstation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dari 6 hingga menjadi 4 serta mampu memberi peningkatan efisiensi proses produksi hingga 71,77% (Sibarani, Dewanto, &amp; Faujiyah, 2023).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang diimplementasikan tidak hanya sebatas berpengaruh pada peningkatan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">output<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, namun perusahaan juga terbantu akan terpenuhinya permintaan pelanggan dengan tepat waktu dan menurunkan biaya produksi akibat tingginya waktu tidak produktif (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">idle<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">). Keseimbangan beban kerja, maka pekerja mampu bekerja dengan maksimal serta menurunnya risiko keterlambatan (Sibarani, Dewanto, &amp; Faujiyah, 2023). Hal tersebut dapat menegaskan bahwa metode <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> mampu menjadi salah satu faktor utama dalam peningkatan daya kompetitif industri tekstil Indonesia di tengah situasi persaingan global yang semakin intens.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">line balancing<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang diimplementasikan telah terbukti secara efektif mampu memberi peningkatan efisiensi, mengurangi waktu tidak produktif (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">idle<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">), serta memberi keseimbangan pada distribusi beban kerja dalam proses produksi, khususnya industri tekstil. Sebagai hasilnya, peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi, serta permintaan pasar yang dipenuhi dengan maksimal dapat perusahaan lakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Afifah, D. H. (2023). PENERAPAN LINE BALANCING DENGAN METODE HEURISTIK PADA LINI PRODUKSI SEWING 11A PRODUK SLEEVELESS DRESS G8ER16 (STUDI KASUS: PT Starcam Apparel Indonesia Factory A). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Industrial Engineering Online Journal<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">, 12<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 1-9.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Basalamah, M. R., Azizah, H. N., Kholifah, U., &amp; Suroso, H. C. (2021). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Surabaya: Surabaya: Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sibarani, A. A., Dewanto, R. R., &amp; Faujiyah, F. (2023). Analisis Line BalancingProduksi Kain GreyPadaPerusahaan Textile. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><em>Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiahdalam Bidang Teknik Industri<\/em>, 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 425-435.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sumber: https:\/\/pasardana.id\/news\/2024\/9\/2\/kemenperin-siapkan-tiga-strategi-untuk-pulihkan-industri-tekstil\/#) Pengimplementasian line balancing menjadi salah satu strategi signifikan yang mampu untuk mengoptimalkan keseimbangan, efisiensi, dan efektivitas proses produksi, terlebih pada sektor industri tekstil. Industri tekstil di Indonesia, mencakup produksi kain, garmen, serta termasuk produk tekstil lainnya, kerap menghadapi kendala seperti pendistribusian beban kerja yang tidak seimbang antar stasiun kerja. Hal tersebut menyebabkan hambatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":6448,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-6356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6356"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6359,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6356\/revisions\/6359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}