    {"id":4393,"date":"2021-12-20T19:09:42","date_gmt":"2021-12-20T12:09:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=4393"},"modified":"2022-01-27T12:21:12","modified_gmt":"2022-01-27T05:21:12","slug":"keterbatasan-container-pada-global-supply-chain-akibat-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2021\/12\/20\/keterbatasan-container-pada-global-supply-chain-akibat-covid-19\/","title":{"rendered":"Keterbatasan Container pada Global Supply Chain akibat COVID-19"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2022\/01\/555.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4394\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2022\/01\/555.png\" alt=\"\" width=\"1350\" height=\"651\" \/><\/a> <a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2022\/01\/533.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4395\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2022\/01\/533.jpg\" alt=\"\" width=\"605\" height=\"363\" \/><\/a>(Sumber:<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.nytimes.com\/2021\/10\/22\/business\/shortages-supply-chain.html)<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Port of Savannah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Georgia, Amerika<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Globalisasi dengan cepat terintegrasi dalam kehidupan masyarakat dunia dan memengaruhi banyak aspek kehidupan. Perkembangan globalisasi membuat skala perdagangan dan pertukaran barang maupun jasa semakin besar dan luas. Hal ini juga dibantu dengan adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang pesat akibat pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 lalu. Terhitung hingga 2021, terdapat sekitar 170 juta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shipping container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang bergerak untuk mengantarkan 90% dari transaksi barang atau jasa guna memenuhi permintaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di seluruh dunia<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pandemi COVID-19 sendiri terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan banyak perubahan-perubahan pada bidang industri. Saat awal pandemi, banyak pabrik yang terpaksa gulung tikar akibat penurunan penjualan. Hal ini mengakibatkan banyak pabrik yang memutuskan untuk mengurangi jadwal produksi pabrik. Namun, seiring berjalannya waktu, terdapat ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan dikarenakan kesalahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">forecasting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari perusahaan. Walaupun benar kebanyakan permintaan untuk restoran, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan jasa lainnya menurun, tetapi banyak barang yang penjualannya semakin tinggi seperti alat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gym, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">peralatan dapur, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">furniture, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan lain-lain. Akibat banyak barang yang mengalami penurunan angka produksi, terjadi kelangkaan barang untuk barang yang permintaannya meningkat secara tiba-tiba. Oleh karena itu, pabrik ingin memproduksi kembali barangnya dengan memesan bahan baku kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supplier.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah produk kemungkinan besar memiliki banyak bahan baku, contohnya saja sebuah cat membutuhkan 17 bahan kimia dalam pembuatannya. Dikarenakan banyaknya pabrik yang juga melakukan hal yang sama, terdapat penumpukan pesanan dan barang untuk bahan baku, serta penumpukan barang jadi dimana keduanya membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">agar dapat dikirimkan. Sementara itu, pada awal pandemi, Negara Cina mendistribusikan banyak keperluan pencegahan pandemi seperti masker, APD, dan lain-lain yang kemudian mengakibatkan penumpukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang kosong. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kosong sudah lama menjadi permasalahan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supply chain <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dimana biaya pengiriman serta penanganan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kosong mencapai 12% dari biaya operasi. Penumpukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga semakin rumit dikarenakan pekerja yang harus diliburkan untuk pencegahan COVID-19 sehingga memperlambat proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">unloading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">barang serta penutupan beberapa pelabuhan sebagai tindakan preventif dari varian COVID-19 baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dampak dari keterbatasan dan kekurangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">global supply chain <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">karena pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">domino effects <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti kenaikan harga barang, keterlambatan pengiriman, kerugian untuk banyak pihak, dan lain-lain. Hal ini juga disebabkan permintaan yang tiba-tiba melonjak akibat penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mudah dilakukan saat pandemi dan adanya beberapa perusahaan yang melakukan monopoli. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa proses logistik sekarang ini belum bisa beradaptasi secara cepat dengan keadaan tidak terduga. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari alternatif jika kejadian tidak terduga seperti COVID-19 ini terjadi lagi. Sekarang ini, keterbatasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">container <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat diatasi dengan menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">serta mempelajari dan memperbaiki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">forecasting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">perusahaan di masa pandemi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Din, M. S., M. R., &amp; M. N. (2021). The Impact of Post-Covid-19 Container Shortage Crisis pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">IEOM Society International<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 459-468.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Goodman, P. S. (2021, Desember Jumat). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The New York Times<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Diambil kembali dari https:\/\/www.nytimes.com\/2021\/10\/22\/business\/shortages-supply-chain.html<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sumber: https:\/\/www.nytimes.com\/2021\/10\/22\/business\/shortages-supply-chain.html) Container di Port of Savannah sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Georgia, Amerika &nbsp; Globalisasi dengan cepat terintegrasi dalam kehidupan masyarakat dunia dan memengaruhi banyak aspek kehidupan. Perkembangan globalisasi membuat skala perdagangan dan pertukaran barang maupun jasa semakin besar dan luas. Hal ini juga dibantu dengan adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang pesat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":4394,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-4393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4393"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4396,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4393\/revisions\/4396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}