    {"id":3746,"date":"2021-06-23T12:48:14","date_gmt":"2021-06-23T05:48:14","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/?p=3746"},"modified":"2021-06-23T13:05:16","modified_gmt":"2021-06-23T06:05:16","slug":"eksistensi-batik-di-era-revolusi-industri-4-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/2021\/06\/23\/eksistensi-batik-di-era-revolusi-industri-4-0\/","title":{"rendered":"Eksistensi Batik di Era Revolusi Industri 4.0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2021\/06\/messageImage_1624427333220.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3747\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2021\/06\/messageImage_1624427333220.jpg\" alt=\"\" width=\"361\" height=\"240\" \/><\/a><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: (BatikDesign, 2011)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Jessie Kensuni<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">2301934184<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik merupakan sebuah karya seni khas Indonesia yang berbentuk kain dan dilengkapi dengan motif atau corak yang beragam. Motif pada kain batik memiliki ciri khasnya masing-masing sesuai dengan daerah asal pembuatan batik, contohnya adalah motif batik mega mendung yang menjadi ciri khas di daerah Cirebon dan motif batik simbut yang menjadi ciri khas di daerah Banten. Batik pun dinilai menjadi sebuah karya seni bernilai tinggi bukan hanya karena keberagaman motifnya saja, melainkan juga proses pembuatan batik yang dikerjakan menggunakan tangan dan teknik yang cukup rumit.\u00a0 Oleh karena itu, pada 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengakui batik sebagai warisan budaya dunia yang datang dari Indonesia. Pengakuan dari UNESCO membawa banyak hal baik bagi Indonesia, seperti semakin dikenalnya batik di mancanegara. Dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Medco Foundation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Indonesia bahkan pernah mendapatkan penghasilan dari ekspor batik ke luar negeri sampai 149,9 juta USD di tahun 2016.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Akan tetapi, di era revolusi industri 4.0 eksistensi batik terancam menurun karena produksi kain batik masih menggunakan cara tradisional. Pembuatan kain batik lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia. Menurut Eskani dkk (2019), jumlah pekerja di industri batik bahkan mencapai 212 ribu orang, padahal, di era revolusi industri 4.0, industri produksi lebih menggantungkan segala pekerjaan pada teknologi-teknologi canggih. Hal ini menjadi salah satu faktor utama kurangnya daya saing industri batik di era revolusi industri 4.0.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Demi menyelamatkan eksistensi batik, pemerintah perlu merancang strategi perubahan dan penyesuaian bagi industri batik itu sendiri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pelaksanaan produksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">functional clothing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dengan menggunakan agen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">finishing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan nanoteknologi pada kain batik (Eskani, 2019). Pemerintah juga perlu mengajak generasi muda untuk berkontribusi secara langsung dalam memberikan ide-ide inovatif mereka baik dalam bidang industri maupun teknologi. Oleh karena itu, dengan adanya strategi penyesuaian dan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda diharapkan dapat memperbaiki eksistensi industri batik sehingga dapat sejalan dengan era revolusi industri 4.0 yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Audi, A. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Batik sebagai Warisan Budaya Dunia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved June 6, 2021, from Medco Foundation: https:\/\/www.medcofoundation.org\/batik-sebagai-warisan-budaya-dunia\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Blogunik. (2020, December 9). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai Macam Motif Batik dan Asalnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved June 6, 2021, from https:\/\/blogunik.com\/berbagai-macam-motif-batik-dan-asalnya\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Eskani, I. H. (2019). Batik Fungsional Sebagai Salah Satu Strategi Pengembangan Industri Batik dalam Memasuki Era Industri 4.0. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik 2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nugroho, W. S. (2019, October 8). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hadapi Revolusi Industri 4.0, Industri Kerajinan dan Batik Perlu Gaet Milenial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved June 6, 2021, from https:\/\/jogja.tribunnews.com\/2019\/10\/08\/hadapi-revolusi-industri-40-industri-kerajinan-dan-batik-perlu-gaet-milenial<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">UNESCO, K. (2017, October 2). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hari Ini 8 Tahun Lalu, UNESCO Akui Batik sebagai Warisan Dunia Asal Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved June 6, 2021, from https:\/\/kwriu.kemdikbud.go.id\/berita\/hari-ini-8-tahun-lalu-unesco-akui-batik-sebagai-warisan-dunia-asal-indonesia\/<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: (BatikDesign, 2011) Jessie Kensuni 2301934184 Batik merupakan sebuah karya seni khas Indonesia yang berbentuk kain dan dilengkapi dengan motif atau corak yang beragam. Motif pada kain batik memiliki ciri khasnya masing-masing sesuai dengan daerah asal pembuatan batik, contohnya adalah motif batik mega mendung yang menjadi ciri khas di daerah Cirebon dan motif batik simbut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3746"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3767,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3746\/revisions\/3767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himtri\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}