Perkembangan Teknologi pada Industri Farmasi di Indonesia

Sumber:( https://eljohnnews.com/wp-content/uploads/2020/06/farmasi.jpg)

Farmasi merupakan bidang kesehatan yang merupakan gabungan dari ilmu kimia yang mempunyai tujuan untuk memastikan keefektifan dan keamanan dalam penggunaan obat-obat yang tersebar pada rumah sakit, pusat kesehatan, klinik, dan lain-lain dengan ketentuan yang berlaku. Farmasi juga dapat diartikan sebagai penerapan ilmu dari berbagai aspek contohnya adalah kesehatan, kimia, fisika, dan biologi. Pekerjaan yang berada pada bidang farmasi dapat terkesan rumit dari awal penelitian hingga penyebaran dari obat tersebut kepada pasien. Kementerian Perindustrian Indonesia turut ikut dalam mendukung industri farmasi nasional dalam menciptakan produk yang digunakan untuk meninggikan inovasi produk pada sektor industri farmasi. Teknologi yang berkembang pesat pada zaman sekarang akan membantu dalam memasuki revolusi industri yang memberikan dampak pada bermunculannya berbagai macam jenis dari obat.

Industri yang akan dikembangkan pada sektor farmasi adalah bioteknologi yang merupakan dasar dari sekian bioterapi yang ada pada revolusi industri. Teknologi bioteknologi yang diterapkan digunakan dalam berbagai bahan biologis yang digunakan untuk terapi pada sebuah penyakit, mulai dari penyakit mematikan hingga penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Bioteknologi modern mengembangkan pada alat ujinya dengan menggunakan mikroorganisme Escherichia coli (E. Coli), maupun sel mammae untuk memproduksi golongan antibody monoclonal yang merupakan ragi untuk produksi senyawa biologi seperti antibiotika dan insulin sintetis. Industri farmasi juga menggunakan tanaman transgenik dan hewan transgenik untuk pembuatan obat. Selain itu, terdapatnya pengembangan bidang diagnosis secara molekuler yang mengarah ke arah terapi untuk dicocokan dengan genom dari pasien. Kementerian Perindustrian memfokuskan pengembangan terhadap pendidikan farmasi agar dunia industri akan segera menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu bersaing dengan tenaga kerja internasional agar tidak terus-menerus melakukan impor dari negara lain. Kesimpulan yang didapatkan dari artikel ini adalah negara telah mengusahakan untuk mengembangkannya sektor industri farmasi dengan teknologi yang memadai agar semakin berkembangnya tenaga kerja yang ada. 

Sumber:

Ridhayani. (2019, April 06). Perkembangan Teknologi Farmasi dalam Era Revolusi Industri. Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/ridhaay/5ca8c767cc52830e040afb14/perkembangan-teknologi-farmasi-dalam-era-revolusi-industri#:~:text=Farmasi%20berkembang%20seiring%20dengan%20perkembangan%20teknologi%2C%20serta%20kian,sekian%20banyaknya%20bioterapi%20farmasi%20

Brigitta Eleonora Nathania